Langsung ke konten utama

Inilah foto-foto keren Rambak, pantai favorit di Kota Sungailiat;

pantai-terkeren-di-bangka-belitung
pantai-terkeren-di-bangka-belitung
Benar kata orang waktu terbaik ke pantai adalah pagi atau sore hari. Saya merasakan hal yang sama. Ada suasana damai kala mengunjungi salah satu pantai terkeren di pulau Bangka, pantai Rambak, minggu pagi lalu.

Bisa jadi anda sebut ini klise. Namun jujur saya memang merasa “damai.” Ketika semilir angin dingin menerpa kulit lalu berpadu dengan sinar matahari pagi bewarna keemasan, jiwa seolah melayang mencari peraduan ternyamannya. Seolah-olah alam menghipnotis dengan caranya sendiri.


Peralihan fajar menuju pagi, seperti momen beharga dari siklus 24 jam hari-hari manusia. Masa ketika burung beranjak dari sarang mencari biji dan buah atau laksana ombak mendera-dera halus pasir dari sisa puncak pasangnya. Bisa juga seperti anak ikan mencari makan yang terombang-ambing di riak laut surut.


Entah lah, bisa jadi mood pagi hari penyebab rasa damai ini. Sebab, pagi memang sebuah masa awal dari hidup hari-hari anak manusia. 

"Tuhan memberi energi lebih pada pagi hari biar kita bisa merasai betapa beruntungnya hidup."

Rambak seperti pantai lainnya di pulau Bangka. Namun, jika diperhatikan pantainya ditandai dengan pasir putih yang luas dan berkontur cekung. Ada bebatuan pada sisi  cekungan itu, sehingga membuatnya seperti penanda batas.

Ia dekat dari kota Sungailiat, ibu kota kabupaten Bangka. Untuk mencapai pantai ini diperlukan waktu sekira 15 menit dengan bermotor. Tak heran, ia jadi lokasi wisata favorit masyarakat sekitar.

Tiket masuk dikenakan 10 ribu berempat dengan roda empat. Hal yang masuk wajar untuk biaya pengelolaan pantai Rambak. Sejumlah toilet umum, pemungut sampah, musholla, kamar mandi umum perlu diurus. Biaya pengurusan ini tentu saja dibayar oleh para pengunjung yang datang.

pondok-pantai-rambak-bangka-belitung
pondok-pantai-rambak-bangka-belitung
Hasilnya, pantai ini mampu menawarkan pemandangan yang aduhai. Pasir pantai yang bersih dari sampah-sampah. Halaman parkir yang rindang dan juga bersih.

Pondok-pondok tersedia bagi para pengunjung. Tentu saja pengunjung harus membayar sewa. Hal yang sekali lagi wajar, untuk biaya perawatan dan ekonomi masyarakat sekitar.

Meskipun pantai Rambak dimiliki oleh swasta, dan ini adalah hal yang baik sebab ia bisa dikelola secara maksimal tanpa terlalu banyak bergantung pada pemerintah daerah, Rambak bisa menjadi pantai favorit di kota Sungailiat untuk tahun-tahun mendatang.

Minggu pagi itu, kami bermain pasir dan air laut. Meskipun tak mandi, namun anak-anak menikmati berkejaran di sisi pantai sambil mengambil karang-karang mati.

Ah, mendengar keceriaan mereka, hati saya semakin meriah dan merasa nyaman di sinari matahari pagi di pantai Rambak.***


 
pantai-rambak-di-kota-bangka-belitung
pantai-rambak-di-kota-bangka-belitung

pantai-backpaker-di-kota-bangka-belitung
pantai-backpaker-di-kota-bangka-belitung

pondok-wisata-di-pantai-rambak-bangka-belitung
pondok-wisata-di-pantai-rambak-bangka-belitung

wisata-pantai-indah-di-pulau-bangka
wisata-pantai-indah-di-pulau-bangka

wisata-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung
wisata-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung

wisata-terkeren-di-ibukota-provinsi-bangka-belitung
wisata-terkeren-di-ibukota-provinsi-bangka-belitung



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.