Syahdunya Pantai Rebo pada Suasana Pagi di Sungailiat

pantai rebo dan nelayan di sungailiat bangka
Pelabuhan ikan pantai Rebo tidaklah megah seperti pelabuhan perikanan di Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung. Pelabuhan ini tidak ada dermaga terbuat dari beton yang ada hanya pasir. Begitulah pantai Rebo Bangka adalah tempat berlabuhnya nelayan Rebo yang mencari ikan di kawasan Laut Karimata dan Laut Cina Selatan. Kebanyakan mereka adalah nelayan bagan dan nelayan pancing.


Pagi menjelang surya terbit, merupakan masa ketika kapal-kapal nelayan pulang melaut. Kembali ke daratan dengan tangkapan beragam ikan, dalam wadah keranjang anyam bambu. Ada nuansa sentimental ketika membicarakan kehidupan nelayan.

Ada perjuangan hidup, semangat, getir dan kepasrahan akan kehendak alam.

Ada pembeli/ tengkulak yang tergesa-gesa menyambangi perahu, ada tengkulak yang sibuk mencatat jumlah tangkapan, ada pembeli yang sibuk menawar, dan masyarakat yang membeli langsung tangkapan. Berikutnya, tampilan close up ikan beragam ukuran, keranjang ikan sepeda motor, dan sebagainya, yang dirangkum dalam foto—foto berikut.


Magnitude dari keriuhan pagi di pantai Rebo Sungailiat adalah ramainya transaksi antara nelayan dengan tengkulak. Sebagai informasi, ikan dari Rebo dikenal dengan kesegaran ikannya sehingga konon dihargai sedikit lebih tinggi.

Menginjak siang keramaian makin memuncak seiring deru-deru motor mulai dibunyikan. Para penjual eceran mulai menaikkan ikan ke keranjang yang dipasang disisi kanan kiri jok motor. Riuh rendah pembicaraan tentang pendapatan hari itu ramai. Adapun asap-asap bakar ikan mulai menyeruak disela-sela batu di pantai Rebo.


Demikianlah nuansa kehidupan di sebuah pelabuhan ikan pantai rebo Sungailiat. Sebagai bagian dari gaya hidup para nelayan di pedesaan pulau Bangka.

Komentar