Langsung ke konten utama

Sambut Milad VI, Himpa Pucuk Idat Gelar Lomba Sadar Lingkungan



Menginjak usia yang keenam tahun, Himpunan Pecinta Alam(Himpa) Pucuk Idat Sungailiat Kabupaten Bangka adakan perayaan Milad bersamasiswa/i PAUD, SD, SMP hingga SMA/K pada Minggu (6/3) kemarin. Bertempat di pantai ReboSungailiat, perayaan diisi dengan lomba bertema sadar lingkungan antara lain, lomba mewarnai, lomba poster dan hasta karya dari barang bekas dengan diikuti ratusan siswa/i dari sejumlah sekolah di kabupaten Bangka.
Selain ratusan siswa/I, hadir dalam kegiatan yang  bertajuk " Enam tahun melangkah untuk Bangka yang Indah, bersih, dan Kreatif," tersebut antara lain, Rustamsyah, Wakil Bupati Bangka, Wakapolres Bangka, Kapolsek Sungailiat, Direktur PDAM Bangka, Ketua KNPI Bangka, Ketua HNSI Bangka, Camat Sungailiat, Kades Rebo,  serta unsur muspida Kabupaten Bangka. 
Acara yang bertagline, “Rebo adalah Kite” tersebut sengaja dipusatkan di Pantai Rebo sebagai bagian dari kampanye sadar wisata.  Menurut Ketua Himpa Pucut Idat, Alamsyah, tagline tersebut juga hendak menegaskan kembali pentingnya kepedulian akan tempat-tempat wisata yang ada di kabupaten Bangka.
Adapun, Rustamsyah dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan olehHimpa Pucuk Idat. Beliau berharap agar Milad dimaksud tidak berhenti, namun tetap berlanjut dengan program-program lainnya.
Rustamsyah secara pribadi berharap agar keasrian pantai Rebo tetap terjaga. Beliau lalu membayangkan Rebo dapat menjadi destinasi wisata kuliner nantinya, dimana pengunjung dapat menikmati hidangan laut secara langsung di tempat tanpa harus membawa pulang ke rumah.
Bayu Rahendra, selaku ketua panitia merasa puas dengan capaian kegiatan kemarin. Berdasarkan pantauan, tim panitia yang digawanginya sukses menarik sebagian besar peserta untuk berlomba. Acara yang dikemas dengan konsep outdoor tersebut cukup meriah dan mampu menghadirkan suasana milad yang ramai. Selain perlombaan, acara juga diisi dengan penghijauan sekitar pantai dan peletakan batu pertama pembuatan WC umum.
Menurut Alamsyah, sejak dibentuk enam tahun lalu, Himpa PI mampu berkontribusi terhadap upaya penyadaran lingkungan terutama kepada generasi muda yang ada di kabupaten Bangka. Beliau mengungkapkan kedepannya, program kerja Himpa PI akan tetap melibatkan generasi muda dan lingkungan. Untuk itu, beliau berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu keberadaan organisasi lokal ini agar mampu bermanfaat untuk Bangka yang lebih baik. (Iks/Rilis)










Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.