Senin, 30 November 2015

Lolos Beasiswa Fulbright dengan 4 Langkah Mudah ini !

>


Web ini bisa jadi salah satu yang anda baca diantara ratusan situs senada seputar “cara dapat beasiswa studi luar negeri” yang telah anda jelajahi. Baiklah, saya tidak akan berpanjang kata. Saya akan berbagi apa yang sebaiknya anda lakukan pada persiapan awal saja. Adapun mengenai teknis mengisi formulir, membuat personal statement dan studi objektif bisa dengan mudah anda temukan di web-web yang lain.


Umum kita ketahui bahwa ketika berkenaan dengan duit, ada batasan. Itulah kenapa, pelamar akan diseleksi ketat sesuai dengan kuota dari pemberi beasiswa. Kedua, pihak sponsor tentu saja akan menyeleksi berdasarkan indikator tertentu, misalnya prestasi, gender, geografis atau pekerjaan sang pelamar. ketiga, bisa jadi jurusan yang kita ambil akan berpengaruh pada penilaian. Ilmu yang jarang dan unik bisa jadi pertimbangan untuk diberikan beasiswa.  Saya rasa, hal-hal diatas umum sudah diketahui oleh siapa saja.


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah buatlah planning ketika anda masih berada di bangku sarjana (undergraduate). Sebab sebagian besar beasiswa semacam Australian Award Scholarship dan Fulbright diberikan pada studi Master atau Doktor. Ini buat yang anda yang masih kuliah loh. Tidak ada salahnya, mengunjungi situs-situs tentang beasiswa. Membaca pengalaman mereka dan cerita perjalanan mereka. Belajar membuat studi objektif. Buat saja draft ringan tak usah berat. Download saja ebook seputar beasiswa yang dibagikan gratis. Join group beasiswa di Facebook. Menjadi follower aktif, akun beasiswa luar negeri juga penting untuk dilakukan.

Ini maksudnya, secara mental anda sudah persiapkan diri. Sebab, memburu beasiswa akan berkutat dengan hal-hal dimaksud. Planning dengan hal itu ibaratnya membuka mata dan telinga anda lebar-lebar. Anda sudah mengkondisikan diri untuk proses “perburuan itu nanti”.

Ketika sarjana pada tahun ketiga atau keempat, setidaknya anda punya waktu luang. Terutama meningkatkan kualifikasi BAHASA INGGRIS.

Lalu buat yang sudah lulus dan bekerja, apakah tiada kesempatan untuk berburu beasiswa?. Pasti ada dan terbuka lebar. Tapi anda akan start pada langkah pertama tadi. Browsing sumber-sumber beasiswa, mengisi aplikasi, serta kursus bahasa Inggris lagi. Ibaratnya kita sedikit kalah langkah dengan yang muda-muda ini. Tapi tak mengapa, saya sendiri adalah pekerja yang diterima beasiswa setelah delapan tahun berkutat dengan meja kerja.

Bagi pekerja apalagi berumah tangga, waktu luang hampir tidak ada. Itulah kenapa, pada fase ini memburu beasiswa akan perlu banyak pengorbanan waktu dan tenaga.

Tahap kedua adalah ber-ORGANISASI-lah. Be somebody out there yang berkeringat dan ringan tangan aktif dalam kegiatan-kegiatan nirlaba. Bagi para pekerja, di sinilah point penilaian, apakah kehadiran anda berpengaruh pada orang banyak.  Setidaknya pihak sponsor dapat mempertimbangkan nilai diri anda pada orang lain. Ingatlah, beasiswa diberikan oleh negara maju yang ingin para penerima beasiswa dapat mencurahkan pengabdiannya pada tanah air ketika kembali.

Tahap ketiga, tingkatkan kualifikasi BAHASA INGGRIS anda. Begini, bahasa inggris menjadi syarat utama lolos tidaknya administrasi. Ini gawang pertama yang harus anda jebol dahulu sebelum gawang-gawang lainnya. Mulai sekarang latihlah skill anda seputar bahasa inggris misal: tontonlah video, bernyanyi, menulis status atau blog, ikut kursus online TOEFL gratis, belajar menulis essay, berbicara, atau ikut tes TOEFl sering-sering.

Tahap keempat, pilihlah studi yang benar-benar berkualitas dan penting serta menunjang pekerjaan sekaligus potensi sosial anda di masyarakat. Nah, menggabungkan tujuan personal dan sosial ini harus pintar-pintar dan cerdas, sebab kadangkala ini menjadi penilaian nantinya. Ini menurut saya loh nantinya. Hal ini nantinya akan berhubungan pada studi objektif anda nantinya atau personal statement anda nantinya. Hal ini juga akan berhubungan pada kegiatan sosial atau nirlaba yang anda jalankan nantinya.
Saya pikir keempat hal itu yang harus dipersiapkan diawal. Tentu saja ada hal penting lainnya semisal niat dan semangat, namun itu bukanlah domain saya. Sebab, itu perkara personal yang kita sendiri takar berat ringannya.

  • i