Langsung ke konten utama

DC, Washington DC, akhirnya sampai juga




Menginjakkan kaki ke ibukota negara adidaya, Amerika Serikat terasa spesial. Kekhususan itu saya alami selama lima hari dan empat minggu, 8-12 April 2015 dalam agenda seminar pengayaan Fulbright. Menginap di hotel terbaik, Marriot hotel yang lokasinya berada dekat dengan Capitol Hill dan White House itu. Saking dekatnya, anda tinggal berjalan saja ke tempat itu selain tentu saja beragam museum yang tersebar di sekitarnya. Terasa spesial lagi untuk agenda kali ini, saya tak perlu bayar, sebab semuanya ditanggung sponsor terbaik. Program Fulbright memang tidak main-main dalam men_treat penerima beasiswanya.

“Washington, D.C., formally the District of Columbia and commonly referred to as Washington, "the District", or simply D.C., is the capital of the United States. The signing of the Residence Act on July 16, 1790, approved the creation of a capital district located along the Potomac River on the country's East Coast. The U.S. Constitution provided for a federal district under the exclusive jurisdiction of the Congress and the District is therefore not a part of any U.S. state.”

Seminar itu sendiri juga penuh ilmu, terutama ilmu tentang kesadaran dan program pengayaan lingkungan. Temanya, "2015 Washington D.C. Enrichment Seminar: Civic Engagement – Environmental Initiatives for a Sustainable Future." Kegiatannya berupa seminar tentang program lingkungan berskala nasional dan lokal atau komuniti. Selain itu ada pula kegiatan layanan komunitas, mengunjungi proyek komunitas bertema penggunaan barang bekas dan penghijauan.

Saya tertarik pada salah satu komunitas yang besar dan berhasil memanfaatkan peluang dari barang-barang bekas. Komunitas berbasis lingkungan ini sukses mengolah barang-barang bekas menjadi barang yang laku dijual. Ada proses recycle disini dan didaur ulang. Anda bisa cek di websitenya, siapa tau bisa beroleh manfaat.

Community Forklift, a project of Sustainable Community Initiatives,  is a nonprofit reuse center for home improvement supplies. We pick up donations of unwanted and salvaged building materials throughout the metro DC region.  Then, we make the building materials available to the public at low cost, and provide vintage materials for restoring old homes.  We also offer public education about reuse, and distribute free supplies to local nonprofits and neighbors in need.

Well, ada banyak lagi hal-hal yang inspiratif.  Misalnya, bagaimana peran komunitas bagi kota yang berwawasan lingkungan. Pentingnya kebersamaan dalam menggugah kesadaran arti penting lingkungan yang hijau. Kota DC sendiri sudah manfaatkan itu, mengurangi penggunaan mobil, dan memperbanyak transportasi publik, dan menganjurkan penduduknya untuk bersepeda serta berjalan kaki. 
Seminar kali ini sukses menginspirasi saya terutama dalam mengelola dan membuat program yang bertema lingkungan hijau. Ini sebuah hal yang pas untuk saya bawa ke Bangka Belitung, sebuah provinsi yang acak kadut diexploitasi dengan ganasnya dan tidak berprikemanusiaan.

Ini video jalan-jalannya, dan sejumlah foto sebagai oleh-oleh. Semoga anda berkenan. (Aksansanjaya).
laci meja jadi pot tanaman

Toilet bisa jadi pot yang keren


diskusi dengan fulbright grantee

beragam barang bekas yang kadang sudah ratusan tahun



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.