Jumat, 09 Januari 2015

Sakitnya tuh disini; Ketika Foto dan Artikel Saya di Copas Illegal

>
LAMAN BLOG PLAGIAT DIMAKSUD
Beberapa hari lalu, saya browsing artikel saya tentang sejumlah pantai yang ada di Bangka. Saya mencarinya dengan mengetikkan keyword di mesin mencari google. Saya lalu tercengang dan flat ternyata ada juga toh yang copy dan paster artikel saya pada blog asing. Asing dalam artian bukan blog yang saya kelola, dan pemiliknya tidak saya kenal sama sekali. Asing dalam artian juga, saya merasa dirampok dan dicurangi ketika produk saya diakui milik orang lain.


Saya menemukannya dalam blog bangkabelitungkite.blogspot.com. Berbasis blogspot, blog ini memuat artikel dan berita-berita seputar adat, wisata, dan budaya Bangka Belitung. Tampilannya keren dan attractive. Memadukan gambar dan penggunaan blok-blok terpisah untuk masing-masing cerita. Tampaknya dibikin pada 2011 lalu. 

INI KONTEN ASLI DI BLOG ASLINYA

Ada tiga cerita saya yang sempat saya temukan ada di blog tersebut, artikel pantai Rambak, foto-foto saya tentang Pasir Kuning Tempilang, foto-foto saya dalam cerita Tanjung Pesona dan saya yakin masih ada lagi yang pemiliknya copy dan paste secara “tak bersalah” ke dalam postingannya. Si pemilik ini mungkin terlihat menggebu-gebu belajar blogging, Ad Sense, dan impian kaya mendadak lewat blogging sehingga membuatnya seolah lupa daratan. Merasa dirinyalah blogger di dunia, dan informasi di luar sana seolah domba yang tersesat. Tinggal comot dan copy paste. Untuk mengisi content. Lalu kemudian menarik traffic lalu berharap panen duit dari adsens atau adwords itu.

Yang menjadi sakitnya tuh disini-kata penyanyi itu adalah beliau pakai itu untuk bisnis. Bagi dia mencari duit. Menggunakan keringat dan pemikiran orang lain lalu menggunakannya untuk kepentingannya tanpa ada pemberitahuan. Pantas pula praktik ini saya sebut plagirisme.

Wikipedia bilang plagiarism- a copying of someone's ideas, text or other creative work and claiming it as one's own ini, bukanlah barang baru dalam lingkungan penulisan di Indonesia. Apalagi dalam rimba belantara informasi internetan tanah air. Ibaratnya, tulisan kreatif bisa menjadi makhluk tak bertuan. Namun, jangan karena itu kita mencari pencuri.

Dalam kasus saya ini, beliau membuat sejumlah kesalahan yang fatal dan saya kuatir beliau anggap itu biasa. Saya menyarankannya dan siapa saja yang berniat untuk blogging, mulailah menulis secara apa adanya dan etis. Saya sarankan membaca artikel saya, “ingin jadi jurnalis online beneran?,”. Agar kita jadi tahu bagaimana menghargai hasil karya orang lain. Jangan lah jadi pepatah urang kite, "dak kawah nyusah," ujung-ujungnya ambil konten tanpa permisi. (aksansanjaya)

  • i
Posting Komentar