Kamis, 29 Januari 2015

Knowing Friendship Paradox to Engage with Facebook

>
Social Media User-illustration photo


Here is my essay about Friendship Paradox in Facebook's network typography. I want to make a point that there is a need for the user to understand a Friendship Paradox before signing up for a Facebook account and interacting in a new network topography.

Since it was found in 2004, Facebook recently had reached 1.3 billion active users in 2014[1]. Thus it became one of the largest social media in the world. This enormous number was reached because Facebook had made it easier to connect with relatives, friends or new friends around the world. The interface was enriched with some easy tools for us to access. We do not need to wait some minutes longer just to add friends, to comment, to post text, picture or video. In turn, your online friends from around the world can response to these posting just in second.

  • i

Jumat, 09 Januari 2015

Sakitnya tuh disini; Ketika Foto dan Artikel Saya di Copas Illegal

>
LAMAN BLOG PLAGIAT DIMAKSUD
Beberapa hari lalu, saya browsing artikel saya tentang sejumlah pantai yang ada di Bangka. Saya mencarinya dengan mengetikkan keyword di mesin mencari google. Saya lalu tercengang dan flat ternyata ada juga toh yang copy dan paster artikel saya pada blog asing. Asing dalam artian bukan blog yang saya kelola, dan pemiliknya tidak saya kenal sama sekali. Asing dalam artian juga, saya merasa dirampok dan dicurangi ketika produk saya diakui milik orang lain.

  • i

Bukan tentang Jokowi atau KMP, ini tentang Saya dan Harapan

>
Well, sekarang sudah Januari 2014. Berdasarkan kalender Masehi ini, saya sudah sukses lewati tahun 2014 dengan sejumlah capaian-capaian tertentu. Saya tidak mau bilang berhasil atau gagal, sebab penyematan itu berarti final. Saya rasa tidak ada final, sebab sekali lagi, ini adalah sebuah proses. Capaian-capaian itu adalah langkah-langkah tertinggi yang bisa saya lakukan tentu saja. Yah, tertinggi yang bisa saya deskripsikan bagi segala hal selama tahun lalu.

Lantas pertanyaannya, apa capaian tertinggi dari kehidupan saya tahun lalu. Saya ingin berkata jujur kepada anda, tanpa ada maksud narsis atau menjuah-juah kepada anda. Saya cuma ingin menuliskannya untuk saya pribadi, sebagai catatan harian saya dalam online version nya. Jika nanti, anda beroleh manfaat, tentu saja saya merasa bersyukur dan berharap anda lebih dari saya.

  • i