Senin, 30 November 2015

Lolos Beasiswa Fulbright dengan 4 Langkah Mudah ini !

>


Web ini bisa jadi salah satu yang anda baca diantara ratusan situs senada seputar “cara dapat beasiswa studi luar negeri” yang telah anda jelajahi. Baiklah, saya tidak akan berpanjang kata. Saya akan berbagi apa yang sebaiknya anda lakukan pada persiapan awal saja. Adapun mengenai teknis mengisi formulir, membuat personal statement dan studi objektif bisa dengan mudah anda temukan di web-web yang lain.


Umum kita ketahui bahwa ketika berkenaan dengan duit, ada batasan. Itulah kenapa, pelamar akan diseleksi ketat sesuai dengan kuota dari pemberi beasiswa. Kedua, pihak sponsor tentu saja akan menyeleksi berdasarkan indikator tertentu, misalnya prestasi, gender, geografis atau pekerjaan sang pelamar. ketiga, bisa jadi jurusan yang kita ambil akan berpengaruh pada penilaian. Ilmu yang jarang dan unik bisa jadi pertimbangan untuk diberikan beasiswa.  Saya rasa, hal-hal diatas umum sudah diketahui oleh siapa saja.

  • i

Lake Dardanelle Russellville Arkansas

>
Sunset at Lake Dardanelle. 

Ini kedua kalinya saya bercerita tentang suasana Fall, musim gugur di Amriki. Tetapi kali ini saya akan posting saja foto-foto alam sekitaran danau Dardanelle di Russellville, kota kecil dimana saya tinggal. Sejarahnya, konstruksi pembangun dimulai dengan pembangunan sebuah dam Dardanelle tahun 1964 oleh korps insinyur militer Amerika.

“In 1964, construction was completed on the Dardanelle Dam, located near the river crossing between Dardanelle and Russellville. Lake Dardanelle was created in 1965. Construction on the lock and powerhouse was completed in 1969. The dam, built by the U.S. Army Corps of Engineers, was part of the McClellan-Kerr navigation project that made the Arkansas River navigable to commercial vessels,” dikutip dari ensiklopedia arkansas.
  • i

Minggu, 25 Oktober 2015

Orang Kampung Kenanga Jalan-jalan ke Arkansas Amerika

>

Petit Jean Mountain Overlook

Syahdan pada abad ke-18, seorang pemudi kelahiran Perancis kaget ketika tahu tunangannya akan berangkat meninggalkannya guna tugas negara eksplorasi teritori Louisiana (saat itu Amriki masih koloni-koloni eropa). Si pemudi memotong rambutnya lalu berpura menjadi seorang lelaki muda dan berhasil ikut dalam tugas dimaksud sebagai Cabin Boy (penjaga kabin_maksudnya kira-kira). 

Lalu pada suatu ketika, rombongan itu berhasil mencapai area pegunungan. Si lelaki muda tersebut mendadak sakit parah. Cerita itu berakhir tragis, si pemudi dalam ajalnya membuka kamuflasenya kepada sang tunangan. Dia meninggal dan dikuburkan diatas gunung itu, tidak atas namanya. Beliau dimakamkan dalam nama yang diberikan kepadanya ketika di kapal dalam perjalanan tugas, “Little John”, atau “Petit Jean” dalam aksen Perancis, atau bahasa Indonesia kita, John Kecil.

  • i

Cara Sedekah di Media Sosial

>
Smartphone Addiction_photo Illustration 

Kedua kalinya saya bisa menyaksikan fall di Amriki, yang artinya sudah setahun lebih saya ada di sini. Itu artinya juga, ini adalah semester akhir saya kuliah di Arkansas Tech University, Arkansas (rencananya looh). Seperti tahun kemarin, dedaunan sudah menguning dan mulai berjatuhan. Panas tidak sepanas Summer yang aje gilee meskipun, panas nya Bangka tetaplah numero uno, sebab cuman di Bangka, you bakal ngerasa panas sampai ke otak (seett dah).  

Baiklah saudara, saya ingin mengungkapkan bahwa dalam hidup, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, tak bisa diputar sehingga begitu ia berharga. Seperti Fall kedua kali ini, sebuah waktu yang melaju tanpa menoleh lagi (aisssh). Fall mengingatkan saya usia bertambah, dan sebuah pertanyaan : seberapa banyak saya bermanfaat sejauh ini.
  • i

Selasa, 29 September 2015

Reaching of My American Dream

>

Reaching of My American Dream. The 30 minutes story of Muslim in the US for the final project of video documentary. This documentary is about the importance of education in our life. It will reveal the struggle for Muslim students to pursue their dream by studying in the U.S. Framing by the American Dream, this will conclude the thesis that, the Muslim value has strong relation with the values of American Dream.

Detail Project 
I had already thought about this topic. Initially, I thought I would made a documentary about Muslim students in US. I consulted this topic to my colleague. Then, he advised me that the topic was too shallow. I realized that I need a framing for this story. Therefore, I thought American Dream could be a nice and hittable framing. To combine American Dream by freedom of expression with the values in Islamic as religion.

  • i

Inspired by Moon Cake Festival; Internationalizing Nganggung Bangka

>
under the Hindsman Tower Arkansas Tech

Yesterday, the International students from China held Moon-cake Festival as a part of Mid_autumn Festival. The celebration took place under the Hindsman Tower of the Arkansas Tech University in Russellville Arkansas. There, the event organizer’s officials provided the guest with a lot of cakes with different kind of flavor as well as some kind of tea. The event actually matched with the supermoon phenomenon recognized with its red color.

Wikipedia said that “The Mid-Autumn Festival is a harvest festival celebrated by ethnic Chinese and Vietnamese people.[1][2] The festival is held on the 15th day of the eighth month in the Chinese Han calendar and Vietnamese calendar (within 15 days of the autumnal equinox), on the night of the full moon between early September to early October of the Gregorian calendar.

I joined the celebration which started from 18 PM to 20 PM. Besides cakes and tea services, many students were crafting the lantern. Small lantern that made from paper and decorated with self painting. Some students were writing Kanji_chinesee letter on the surface of the lantern. For finishing, the students put small electric lamp inside the lantern. I suggest it replaced the fire as it used to be commonly put inside by the people from the ancient time.
  • i

Minggu, 30 Agustus 2015

Tips Foto Malam Hari dengan Lensa Kit (standar)

>


Foto panggung umumnya berupa pemotretan solois, grup band atau seni pertunjukan lainnya yang lagi beraksi di sebuah panggung. Umumnya gelaran ini pada malam hari yang tentu saja pencahayaan pada objek bergantung pada lampu-lampu di atas panggung. Ada macam-macam lampu dengan kekuatan yang bermacam pula. Namun pada gelaran yang professional, setidaknya penataan lampunya sudah memadai dan maksimal. Maksimal dalam arti kata, pencahayaan bisa diatur, focus cahaya bisa disesuaikan, ada permainan warna-warna cahaya dsb.


Saya tidak hendak membahas tentang lampu ini. Namun, saya ingin mencoba sharing tips bagaimana memaksimalkan pemotretan aksi panggung dimaksud. Deskripsi tentang lampu diatas sebagai pengantar bahwa, pencahayaan sangatlah penting dalam kesuksesan eksekusi sang fotografer. Apalagi sang fotografer bermodal kamera DSLR pemula dengan lensa kit. Adapun flash (lampu blits) dan lensa bukaan besar belumlah ia miliki. 

Lantas bagaimanakah memaksimalkan kamera sehingga didapat hasil yang maksimal.
  • i

Baru Tahu ini loh Lima Alasan Berkunjung ke Pantai Teluk Uber Bangka Belitung

>
Pantai Teluk Uber Pantai Bangka di Provinsi Bangka Belitung

Berhubung sedang summer di Amerika Serikat, saya jadi teringat dengan pantai di Bangka Belitung. Maklumlah Bangka Belitung memang dikenal dengan kualitas pantainya yang aduhai. Sebagai sebuah provinsi kepulauan, Bangka Belitung kaya akan objek wisata bahari, terutama objek wisata pantai. Hal yang wajar untuk provinsi dengan panjang pantai 1.200 km ini. Tanpa menafikan keberadaan objek wisata lainnya, pantai dengan aneka ragam bentuknya telah menjadi andalan dalam hal ihwal pengembangan spot wisata Laskar Pelangi. Memang harus diakui, Bangka Belitung kaya akan pantai indahnya seperti Parai Tenggiri, Pantai Penyusuk, Pantai Pasir Padi, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, ataupun Teluk Bingga telah terkenal dan menjadi tujuan wisata utama wisatawan asing maupun lokal dari pulau Bangka atau Belitung.

Ingatan saya teringat pada pantai Teluk Uber di Sungailiat Kabupaten Bangka. Sebuah Pantai yang dekat dengan kota dan indah tentu saja. Meskipun pernah saya bahas di postingan sebelumnya, namun tulisan kali ini mencoba untuk menggugah hati anda untuk berkunjung ke pantai indah Bangka Belitung ini. Ini loh ternyata lima alasan untuk mengunjungi pantai Bangka yang terkenal ini.
  • i

Yogya Bike Rendezvous; antara Parade Hedonisme dan Rasa Kebangsaan

>
Meskipun Yogya Bike Rendezvous (YBR) jauh ada di Yogyakarta, namun perkara penghadangan Elanto Wijoyono pada serombongan bikers Motor Gede (Moge) itu menarik respon orang kebanyakan secara luas. Jika diperhatikan secara online, komentar dan kritikan pedas-terutama di media sosial-terhadap acara tahunan YBR itu mengemuka seiring serangan balik dan konferensi pers oleh panitia dilakukan untuk meng”clearkan” peristiwa sesungguhnya.

Saya fikir bagi masyarakat awam bermodal ekonomi pas-pas-an, apa yang dilakukan Elanto W sangat pas dengan suasana bathin yang mereka rasakan saat ini. Hidup ditengah korupsi yang seolah tak habis-habisnya, dan si kaya makin kaya sedangkan si miskin makin trengginas ditimpa kesusahan tiada hari. Saya melihat ada nuansa kecemburuan sosial dan rasa kesal yang bukan sehari dua, ia terkesan menahun dan kronis.

  • i

Minggu, 26 Juli 2015

Apakah Koran akan Bertahan Hidup ?

>
Well, this question might become our first concern related with the high penetration of internet and social media. This is what I am thinking about it.



This is a very interesting question about the future of printed copy facing the digital era. It is true that the media landscape has been changed by the internet and the advance communication technology. It started when younger readers are now easier getting any information by accessing it with their smartphone without paying for a print newspaper at the gas station. Therefore, the media organization has been extending their medium with going online included the community newspaper. The ultimate goal is reaching the young readers while getting more profit by a subscriber.

  • i

Rabu, 17 Juni 2015

Orang Bangka Jalan-jalan ke Nevada dan California Amerika Serikat

>
suasana di pier 39 san fransisco
Ada sejumlah hal yang menarik dari trip lima hari ke Nevada dan California minggu lalu. Saya akan ceritakan pengalaman jalan-jalan itu sebagai bahan inspirasi bagi pembuat kebijakan perwisataan terutama di Bangka Belitung, provinsi yang katanya negeri Laskar Pelangi ini. Cerita ini tidak bermaksud “ngambok” (sombongkan diri) namun sebagai maksud berbagi pandangan tentang mengelola spot wisata.


Pertama, Suku Indian Hualapai yang bertugas sebagai pelaksana lapangan bagi kunjungan wisatawan ke Grand Canyon. Kita tidak bisa seenaknya datang dan menepi di pinggir jurang itu tanpa berhenti dulu di pos utama. Mobil pribadi dan bus wisatawan akan parkir di gedung pusat ini, lantas membeli tiket tur. Tiketnya bervariasi tergantung pada jumlah spot yang dikunjungi. Ada spot “western culture”, “skywalk” dan “mountain view”. Jika ambil paket yang skywalk itu kita kena charge $80. Jika kita tak ambil paket jalan-jalan di jembatan melingkar terbuat dari kaca itu, cukup bayar sekitar $60.

  • i

Minggu, 03 Mei 2015

Spring, sebuah kegilaan kecil dari Tuhan

>

Sekarang Spring, diawali Maret hingga Mei sebagai penutup untuk menuju musim panasa (summer). Ia menandakan pohon-pohon akan kembali hijau, bertunas dan mekar segala bunga-bunga. Spring seolah menegaskan bahwa keindahan sebuah kelahiran. Awal dari sebuah siklus tumbuh kembang alam.

Betapa tidak, bunga-bunga akan mekar, warnanya merekah ditimpa sinar matahari. Langit biru diselingi awan-awan mungil. Ia menjadi latar bagi peristiwa ini. Pepohonan akan kembali diselimuti hijau dedaunan. Warnanya tak hijau tua, namun hijau muda. Setelah sebelumnya serbuk hijau itu akan bertebaran ke segala arah. Membikin lapisan hijau tipis pada segala hal di bawahnya.
  • i

Sabtu, 18 April 2015

DC, Washington DC, akhirnya sampai juga

>



Menginjakkan kaki ke ibukota negara adidaya, Amerika Serikat terasa spesial. Kekhususan itu saya alami selama lima hari dan empat minggu, 8-12 April 2015 dalam agenda seminar pengayaan Fulbright. Menginap di hotel terbaik, Marriot hotel yang lokasinya berada dekat dengan Capitol Hill dan White House itu. Saking dekatnya, anda tinggal berjalan saja ke tempat itu selain tentu saja beragam museum yang tersebar di sekitarnya. Terasa spesial lagi untuk agenda kali ini, saya tak perlu bayar, sebab semuanya ditanggung sponsor terbaik. Program Fulbright memang tidak main-main dalam men_treat penerima beasiswanya.
  • i

Sabtu, 04 April 2015

Belajar dari Silver Dollar City; Live Show Budaya Cowboy Amerika

>

 
Horse Man

Spring break kemarin, saya bersama teman-teman mahasiswa internasional Arkansas Tech University travelling ke Branson Missouri. Perjalanan wisata dua hari satu malam itu ternyata cukup berkesan dan mampu mengusir tekanan selama perkuliahan semester Spring ini. 


Branson di negara bagian Missouri adalah sebuah kawasan wisata yang cukup terkenal di daerah selatan. Seperti dikutip dari Wikipedia,”Branson has long been a popular destination for vacationers from Missouri and neighboring areas. The collection of entertainment theaters along 76 Country Boulevard (and to a lesser extent along Shepherd of the Hills Expressway) including Dolly Parton's Dixie Stampede, has increased Branson's popularity as a tourist destination. Branson now draws visitors from all regions of the country, mostly by car or bus.”

  • i

Minggu, 15 Maret 2015

Selain Dangdut,You Tube buat Selera Musik lebih Bervariasi

>
Semenjak di US, konsistensi bermusik tampaknya berubah-ubah. Akhir-akhir ini, I often listen to Lionel Richie, sejumlah lagunya Stuck on You, Hello and Lady kini mengiringi siang dan malam. Beberapa bulan lalu, saya terus-terusan  mendengarkan AXL’s dengan dua lagu pamungkasnya itu, Andai Dapat Ku Undur Masa dan Aku lah Kekasihmu. AXL’s ini bukan vokalisnya Gun Roses itu loh, tapi ini band melayu asal Malaysia. Saya mendengarkannya siang malam, ketika di Perpustakaan kampus atau di malam-malam yang dingin di dorm ketika jelang tidur. Kehadiran You Tube benar-benar membuat pilihan lagu menjadi kaya dan bervariasi. Untung saja saya belum pudeng* dengarkan lagu-lagu Sunda.

Entahlah, ada banyak hal yang bisa jelaskan mengapa saya bisa suka lagu-lagu tertentu untuk waktu tertentu. Yang pertama tentu saja, You Tube membuatnya mungkin. Kecepatan internet di US tidak usah diragukan lagi, tak ada istilah ngadat dan lelet. So, hampir dipastikan, mencari hiburan murah meriah yah dengan ber You Tube ria itu. Tak perlu bayar duit itu ini. 

  • i

Sabtu, 07 Maret 2015

Orang Bangka ber-Winter Ria di Arkansas Amerika Serikat

>
 
Saya ketiak snow war
Apaaa...sebentar lagi Spring ?, itu artinya saya sebentar lagi melewati Winter di tahun 2014 ini. Tanpa sadar, saya akan melewati musim yang dingin dan beku. Sayang rasanya peristiwa Winter itu tidak saya ceritakan lewat diari publik ini. Ada sejumlah foto yang saya abadikan untuk melengkapi pengalaman ber-winter di negeri Paman Sam ini.

Ada empat musim yang berlaku di US yakni Summer, Fall, Winter dan Spring. Siklusnya akan memakan jangka waktu kurang lebih tiga bulan. Winter dimulai sekitar Desember 2014 lalu hingga Februari 2015, setelah sebelumnya di awali Fall sejak September-November lalu. Sebelumnya juga saya lewati Summer yang panas sejak saya tiba di US, Juli hingga Agustus. Kurang lebih ada tiga bulan untuk keempat musim itu. Jadi, saya ceritanya sebentar lagi akan memulai Spring di Maret hingga Mei nanti.
  • i

Sabtu, 14 Februari 2015

Joged-joged Valentine Day dan Seks Bebas di Amerika

>

Valentine Day sebagai hari kasih sayang yang katanya sedunia itu tak menjadi momen istimewa bagi saya. Ia adalah sesuatu yang asing dan menjijikan. Prilaku yang akan menjerumukan pada perzinahan. Begitulah pikiran saya, setidaknya beberapa jam yang lalu. Tadi, saya baru saja menghadiri Valentine Day di kampus, dan saya tak menemukan pria dan lelaki melakukan perzinahan bebas. Ada apa ini, bukankah Valentine Day itu dosa.


Jujur saja, saya tak pernah merayakannya dan tak berniat untuk memikirkannya. Saya ingat selama lima tahun menjadi penyiar, saya tak pernah mengembar-gemborkan hari besar pasangan itu. Ketika teman-teman penyiar menyebut-nyebut selama jam siarannya dan sms request lagunya disertai selamat hari valentine itu, saya kebalikannya, sengaja mendiamkannya. Begitulah, hingga kini, saya tak akrab dengan konsep hari berkasih sayang itu.

  • i

Kamis, 29 Januari 2015

Knowing Friendship Paradox to Engage with Facebook

>
Social Media User-illustration photo


Here is my essay about Friendship Paradox in Facebook's network typography. I want to make a point that there is a need for the user to understand a Friendship Paradox before signing up for a Facebook account and interacting in a new network topography.

Since it was found in 2004, Facebook recently had reached 1.3 billion active users in 2014[1]. Thus it became one of the largest social media in the world. This enormous number was reached because Facebook had made it easier to connect with relatives, friends or new friends around the world. The interface was enriched with some easy tools for us to access. We do not need to wait some minutes longer just to add friends, to comment, to post text, picture or video. In turn, your online friends from around the world can response to these posting just in second.

  • i

Jumat, 09 Januari 2015

Sakitnya tuh disini; Ketika Foto dan Artikel Saya di Copas Illegal

>
LAMAN BLOG PLAGIAT DIMAKSUD
Beberapa hari lalu, saya browsing artikel saya tentang sejumlah pantai yang ada di Bangka. Saya mencarinya dengan mengetikkan keyword di mesin mencari google. Saya lalu tercengang dan flat ternyata ada juga toh yang copy dan paster artikel saya pada blog asing. Asing dalam artian bukan blog yang saya kelola, dan pemiliknya tidak saya kenal sama sekali. Asing dalam artian juga, saya merasa dirampok dan dicurangi ketika produk saya diakui milik orang lain.

  • i

Bukan tentang Jokowi atau KMP, ini tentang Saya dan Harapan

>
Well, sekarang sudah Januari 2014. Berdasarkan kalender Masehi ini, saya sudah sukses lewati tahun 2014 dengan sejumlah capaian-capaian tertentu. Saya tidak mau bilang berhasil atau gagal, sebab penyematan itu berarti final. Saya rasa tidak ada final, sebab sekali lagi, ini adalah sebuah proses. Capaian-capaian itu adalah langkah-langkah tertinggi yang bisa saya lakukan tentu saja. Yah, tertinggi yang bisa saya deskripsikan bagi segala hal selama tahun lalu.

Lantas pertanyaannya, apa capaian tertinggi dari kehidupan saya tahun lalu. Saya ingin berkata jujur kepada anda, tanpa ada maksud narsis atau menjuah-juah kepada anda. Saya cuma ingin menuliskannya untuk saya pribadi, sebagai catatan harian saya dalam online version nya. Jika nanti, anda beroleh manfaat, tentu saja saya merasa bersyukur dan berharap anda lebih dari saya.

  • i