Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Benarkah Jurnalisme Indonesia telah mati?

Pilpres dan Pileg telah usai. Kini kita punya Jokowi JK dan ratusan anggota DPR yang akan segera bertugas untuk lima tahun kedepan. Seharusnya perang tak lagi ada. Yang ada adalah kedamaian dan meminjam istilah ABG sekarang-Move ON. Perang memang tak ada lagi, namun baranya masih dipelihara. Media arus utama kita begitu sibuknya memelihara bara itu dengan tujuan yang patut dipertanyakan.

Politik tetaplah politik dalam pengeritan sempitnya,perebutan kekuasaan. Seyogyanyalah agenda utama itu tetap disana bukan di meja redaksi. Redaksi berita seharusnya berkutat pada pemenuhan narasi fakta bagi publik bukan terlibat sebagai partisan atau supporter. Jurnalisme seharusnya dikembalikan pada akar sejarahnya, kritik pada dominasi mayoritas berpihak pada minoritas. Agenda utamanya adalah kebenaran. 

Namun, prilaku media beberapa tahun ini seperti kehilangan jati diri. Tak pelak ini mengundang tanya. Sejauh mana kemaslahatan publik menjadi prioritas ditengah keberpihakan media mainstream ini. Ten…