Langsung ke konten utama

Padepokan Tiga Agama di Kaki bukit Rebo



Pemandangan Pagoda dari bawah
Padepokan ini bisa menjadi icon wisata baru di Sungailiat. Letaknya yang berada diatas perbukitan, membuatnya seolah menjulang ke angkasa. Diantara perbukitan Jalan Pantai Tikus Rebo – Sungailiat, warna merah tua atapnya kontras dengan hijau pepohonan. Ditambah jalan aspal menuju bangunan ini lebih rendah, sehingga pengunjung melihatnya makin megah dan gagah.


Ada yang menamakannya pagoda, kuil, kelenteng atau vihara. Sejauh ini belum ada informasi pasti mengenai nama bangunan ini. Informasi singkat, bangunan ini dibangun oleh yayasan beretnis Tiong hoa, Yayasan Bangka Jaya Lestari. Bangunan itu disebut Padepokan Kebudayaan Bangka dibangun sejak sekitar 2008 silam.  



Mungkin penamaan padepokan ini untuk menggambarkan keragaman esensi religi didalamnya, sebab di dalam gedung akan ditemui tiga patung Kung Fu Tze , Buddha Gautama  dan Lao Tzi, ketiganya adalah pendiri Khonghucu,Buddha, dan Tao.


Kini pembangunannya mencapai 95 persen, terdiri atas tiga lantai. Padepokan ini dihiasi ornamen bertema Tionghoa, relief patung naga pada pintu masuk. Relief bunga teratai pada lantai dan langit-langit. Ada permainan warna-warna cerah, merah pada tiang-tiang penyangga, warna kream dan coklat muda pada langit-langit. Padepokan ini kelilingnya bundar, dipagari beton bercorak berwarna putih. Sedang halaman luasnya diisi dengan paving blok, dan dipercantik dengan patung Buddha di pintu halaman.


Para pengunjung dapat menaiki tangga beton yang tersusun indah dengan lebar dua meter dari bawah, atau dapat pula menaiki kendaraan hingga ke atas, lewat jalan aspal yang tersedia. Padepokan ini lingkungannya tertata rapi dengan penataan rumput, bebatuan granit dan pohon yang alami dan estetis.


Selain, berada diperbukitan, letaknya yang menghadap laut Cina Selatan juga menjadi magnet bagi pelancong. Anda harus mengunjungi padepokan ini. Disarankan sore dan pagi hari, ketika cuaca tak begitu terik. (aksansanjaya) 

 
Padepokan tampak belakang
Alami diantara pemandangan lautan dan hijau pepohonan
Interior Padepokan didominasi tiang-tiang berwarna merah dihiasai lantai marmer


Pemandangan yang menghadap laut cina selatan


Penataan taman yang menarik



Komentar

pulau tidung mengatakan…
thanks min buat infonya
paket pulau tidung mengatakan…
thanks min buat infonya
Citra Rahman mengatakan…
Wow! Fotonya keren sekali! Saya baru pindah ke Pangkalpinang. Semoga bisa mengeksplor banyak Pulau Bangka selama tinggal di sini. Terima kasih, tulisannya bisa dijadikan wishlist nih. :)
bloggerbangka mengatakan…
trims citra rahman, semoga bisa menikmati alam dan budaya bangka belitung, tulisan di blognya juga keren2, sangat

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.