Rabu, 10 Desember 2014

Ternyata ini Buktinya, Kemat atau Pelet ala Bangka diterapkan di Amerika

>
Here the video as my final assignment for the story telling course. An old black magic incantation to grab woman love. In Indonesia, it is a shaman work. He will give the spray that had been spelled to a man who desperate and fail in love. In Bangka Belitung, it was called Kemat Cast Nahid, Azumi, Eduardo, "Shaman", Kana Music Backsound PremiumMusic__Instrumental_Version__-_Cinematic_Desperate_Hopeless_Emotional_Documentary_Drama_Movie_Grand_Piano_Theme_Soundtrack_007 PremiumMusic__Instrumental_Version__-_Cinematic_Thrilling_Suspenseful_Mysterious_Documentary_Movie_Grand_Piano_Theme_Soundtrack_005 Roger_Subirana_Mata_-_The_Ghost Story board and Directed : Iksander
  • i

Rabu, 12 November 2014

Love is Fun

>




A story about a girl who has some boys want to win her hearth.
The equipment I use :
Nikon D90 + 18-55 mm lens
Music background
Rust_salavatov_-_Happy_brute_guitar
Tamara_Laurel_-_Sweet
TimMcMorris_-_On_Top_Of_The_World

story and directed by Iksan
  • i

Time to Kill- Suspense Movie

>




Time to Kill is a short movie about a friend who kill her close friend because of the jealousness. Thanks for the team.

Music backsound :
Roger_Subirana_Mata_-_The_Ghost
PremiumMusic__Instrumental_Version__-_Cinematic_Thrilling_Suspenseful_Mysterious_Documentary
Graphs_Grooves_-_Smooth_Horror
213101__soundsexciting__5-super-dramatic-stings

directed by Iksan 2014
  • i

Minggu, 09 November 2014

Orang Bangka di Arkansas ketika Musim Fall

>


Sekarang Sembilan November 2014 untuk bercerita bahwa Fall (musim gugur) benar ku rasa setelah empat bulan lamanya di negeri paman Sam. Saya mulai merasakan dinginnya hari meski matahari bersinar terang dan langit membiru. Bagi saya, matahari dan biru identik dengan peluh keringat dan keringat. Disini, saya mulai melapisi kaos dengan baju lengan panjang serta jaket. Saya mulai melihat bagaimana pepohonan mulai menguning kemudian merah kecoklatan dan akhirnya satu persatu jatuh berguguran. Pohon meranggas tinggal cabang-cabangnya seperti jari-jari manusia merentang di latar biru langit.


Malamnya apalagi, dinginnya menusuk tulang. Bagi pelajar yang sering pulang malam karena betah berlama-lama di perpustakaan-memang karena mengerjakan tugas segunung itu-cuaca dingin terkadang menyiksa. Maklumlah selama ini tinggal dan besar di daerah tropis, Bangka yang tak terbiasa hawa dingin yang kadang berbicara seolah-olah mengeluarkan uap itu. 

  • i

Selasa, 21 Oktober 2014

my foreign friend

>





My second short movie that is about a friendship of two international students. A moment they met for the first time. Many thanks to Nahid H T and Yosuke K for their good performance in the video.

  • i

Rabu, 01 Oktober 2014

Red Wallet ; the Lonely Man

>

The video is my first silent film and also my first movie I make. Red
Wallet is the story of the lonely man after being left by his
girlfriend. The story is made as the assignment of the Visual Story
Telling Course.



Video taken by Nikon D90 & 18-105 mm f 3,5-5,6

Edited by Adobe Premiere. Backsound music from

Laluna- Selepas Kau Pergi

Dewa-Pupus

India-Never Say Good Bye



  • i

Selasa, 30 September 2014

Benarkah Jurnalisme Indonesia telah mati?

>

Pilpres dan Pileg telah usai. Kini kita punya Jokowi JK dan ratusan anggota DPR yang akan segera bertugas untuk lima tahun kedepan. Seharusnya perang tak lagi ada. Yang ada adalah kedamaian dan meminjam istilah ABG sekarang-Move ON. Perang memang tak ada lagi, namun baranya masih dipelihara. Media arus utama kita begitu sibuknya memelihara bara itu dengan tujuan yang patut dipertanyakan.


Politik tetaplah politik dalam pengeritan sempitnya,perebutan kekuasaan. Seyogyanyalah agenda utama itu tetap disana bukan di meja redaksi. Redaksi berita seharusnya berkutat pada pemenuhan narasi fakta bagi publik bukan terlibat sebagai partisan atau supporter. Jurnalisme seharusnya dikembalikan pada akar sejarahnya, kritik pada dominasi mayoritas berpihak pada minoritas. Agenda utamanya adalah kebenaran. 


Namun, prilaku media beberapa tahun ini seperti kehilangan jati diri. Tak pelak ini mengundang tanya. Sejauh mana kemaslahatan publik menjadi prioritas ditengah keberpihakan media mainstream ini. Tengoklah sejumlah teguran KPI kepada sejumlah televisi swasta kita karena liputan tak imbang dan cenderung partisan ketika menyiarkan tokoh politik pada kampanye kemarin. Hal yang kita ketahui tentu saja televisi ini memang dikuasai konglomerat yang sekaligus tokoh politik. 


Lantas masih adakah media arus utama yang jadi pijakan dalam memberikan narasi objektif itu. Saya ingat ada Tempo. Semasa belajar jurnalistik, saya pikir Tempo adalah terbaik. Mereka melewati dominasi Orde Baru dengan gagah. Itu tercatat dalam sejarah. Sama ketika kasus aneh pencemaran nama baik, Tomy Winata VS Tempo. Saya terasa mendidih ketika praktik jurnalistik dianggap bagian dari pencemaran nama baik.

  • i

Sabtu, 30 Agustus 2014

untuk Pelita pelita

>Jika angin bisa berkata, tempuhlah samudera biar ku bawa
peluk tuan meski sebentar, untuk pelita pelita penghuni rumah

Jika angin bisa berkata, terbanglah kami di puncak langit
kami bawa air mata tuan, pada lentik jemari berhimpitan

Cinta dititipkan pada ujung cemara
agar angin dari gunung bawa ia
pada mereka
yang bermain bersama

"For my angles, Hope you all be fine and always be cheer up, smile, grow healthier, Miss You all"
(aksansanjaya. Russelville. AR)
  • i

Begini Rasanya Tinggal di Amerika, 6 Minggu di Kansas University

>




Akhirnya, satu bulan lebih lewat, dan kami harus meninggalkan Lawrence, dimana Kansas University berada. Sebuah kota kecil dan universitas yang sama-sama indah dan megah.

Rasanya tak ingin berpisah ketika Rabu, 13 Agustus tiba, hari terakhir bagi kami sebagai peserta Pre Academic Program Kansas University. Sejak dimulai 29 Juni lalu, enam minggu lamanya 21 peserta dari berbagai negara digembleng dalam satu rasa dan satu asa, sehingga tak bisa dipungkiri kami terikat secara emosi satu sama lain. Sehingga ketika Rabu terakhir itu tiba, ada sedih terasa. Masing-masing akan terbang menuju universitasnya masing-masing yang tentu saja tersebar di seluruh kota di US.

  • i

Minggu, 27 Juli 2014

Berlebaran Tak Cukup Broadcast Pesan

>


Idul Fitri akan segera tiba dalam hitungan jam. Besok pagi keluarga dan handai taulan akan bergegas ke masjid, bersama ratusan orang lainnya. Wajah-wajah mereka ceria dan hati dipenuhi suka cita, bukan karena baju koko baru dan mukena baru itu, namun karena ada bahagia di satu Syawal. Yah, hari pertama selepas Ramadhan adalah tentang bergembira dan pemaafan pada segalanya.


Kita kemudian akan melupakan sejenak pertempuran Juli kemarin. Para orang tua akan duduk tegak, dan anak, menantu serta cucu akan membungkuk. Menengadahkan kedua telapak tangan, memohon maaf atas salah dan khilaf setahun lalu. Sanak keluarga akan datang berkunjung dan berjumpa seraya bertangisan. Sepupu jauh meski letih sehabis jet lag, akan tersenyum bahagia menjumpai orang tua dan keluarga. 


Sesudahnya, riuh rendah ruang keluarga dan dapur dipenuhi seperadik saudara datang bertamu, sembari membelah ketupat dan menakar rendang, menuang sup, mencicipi sambal bawang, memotong kecil lepat, menyendoki gulai ayam panas kemudian menyajikan dan melahapnya diatas meja bertaplak kain baru bermotif bunga kenanga. 

  • i

Senin, 07 Juli 2014

How to Live at Lawrence in Kansas

>
Ketika saya menulis cerita ini, saya sedang berada di Lawrence Kansas City, US. Sebuah tempat yang sangat jauh, sekitar 15000 km jauhnya dari Indonesia. Sebuah kota kecil yang indah, dimana Kansas University berada. Sejak 1 Juli lalu saya menginjakkan kaki ke negeri Paman SAM ini, terhitung sudah enam hari saya disini.
 
Yah, Lawrence tak pernah saya dengar sebelumnya, adalah sebuah kota pendidikan, dimana sepertiga penduduknya adalah mahasiswa dari 80 ribuan total penduduknya. Kota kecil namun daerah midwest ini menawarkan rasa Amerika yang asli. Rumah-rumah dan tamannya memberikan flashback tentang film-film Koboi yang saya tonton dahulu. Belum lagi, hektar_an kebun jagung dan kentang terhampar luas disisi kiri kanan jalan, menegaskan lagi suasana ala barat yang liar yang kental kuda dan pistol serta topinya.


Kansas Union tempat orientasi mahasiswa di KU

  • i

Rabu, 04 Juni 2014

Padepokan Tiga Agama di Kaki bukit Rebo

>

Pemandangan Pagoda dari bawah
Padepokan ini bisa menjadi icon wisata baru di Sungailiat. Letaknya yang berada diatas perbukitan, membuatnya seolah menjulang ke angkasa. Diantara perbukitan Jalan Pantai Tikus Rebo – Sungailiat, warna merah tua atapnya kontras dengan hijau pepohonan. Ditambah jalan aspal menuju bangunan ini lebih rendah, sehingga pengunjung melihatnya makin megah dan gagah.


Ada yang menamakannya pagoda, kuil, kelenteng atau vihara. Sejauh ini belum ada informasi pasti mengenai nama bangunan ini. Informasi singkat, bangunan ini dibangun oleh yayasan beretnis Tiong hoa, Yayasan Bangka Jaya Lestari. Bangunan itu disebut Padepokan Kebudayaan Bangka dibangun sejak sekitar 2008 silam.  

  • i

Senin, 26 Mei 2014

96 orang Indonesia terima beasiswa "Fulbright"

>

Bersekolah keluar negeri tentu saja perlu persiapan. Persiapan biaya, mental, fisik serta seabrek proses administrasi dari apply universitas hingga bikin visa. Melelahkan memang, namun tiaptahun ada ratusan pelamar yang ingin kuliah di luar negeri, baik dengan biaya sendiri atau dengan beasiswa.


Kuliah di luar negeri, terutama ke Negara-negara maju semacam Jepang, Eropa dan Amerika menjadi semacam impian tersendiri bagi sebahagian pencari ilmu di Indonesia. Adalah fakta tersendiri bahwa Indonesia masih berada di posisi negara berkembang, dimana institusi pendidikannya tentu saja masih berkembang. 

  • i

Kamis, 22 Mei 2014

Two Thumbs Up for Teungku Sayyid Deqy

>

 
Korpus Mapur

I have been reading “Korpus Mapur dalam Islamisasi Bangka”, a book by Teungku Sayyid Deqy, an ordinary man from Belinyu, North Bangka that working as a staff of clinical center company in Pangkal pinang. His great works resulted in more 580 pages, full of raw information about myth, legend, oral stories, pictures, writen information or a lot of transcripts about early Islamization in Bangka.


I adore this man, his research inspired us not only about early research in Bangka but also his greatest motivation to write history, which less people would do it. Commonly, this kind of research wasted a lot of money, plus this long research took long time and physic endurance. His eight years research inspired us that great works need more consistency and comittment than as most people did as ussual.

  • i

Selasa, 08 April 2014

Kenapa susah cari kerja di Bangka ?

>
gara-gara susah cari kerja jadi ngiret kaleng. foto-koleksi pribadi
Pertanyaan mendasar bagi angkatan muda di Bangka Belitung adalah bekerja apa dan dimana. Angkatan muda yang saya maksudkan adalah mereka yang lulus Sekolah Menengah Atas atau Perguruan Tinggi. Mereka adalah fresh graduate dari puluhan SMA/SMK dan PT se Bangka, yang mengidamkan secepatnya mengkaryakan diri.


Tiap tahun diperkirakan ada ribuan SDM yang tersedia di Bangka Belitung. Bagi lulusan SMA/SMK ada yang lanjut kuliah ke luar daerah, meskipun kita tidak menutup mata, ada sebagiannya lagi yang lanjut kuliah di PT atau PTN di Bangka Belitung. Mereka yang kuliah di Bangka Belitung akan menambah lagi jumlah SDM potensial empat atau lima tahun kemudian.

Kemudian bagaimana dengan alumni PT/PTN di Bangka belitung. Mereka ini kemudian akan terpencar mencari lowongan kerja, berebutan antar mereka masing-masing. 

Jangan heran apabila, penerimaan Pegawai Negeri Sipil menjadi lowongan kerja yang paling favorit. Jumlah kursinya bisa jadi satu sahaja, namun peminatnya ratusan. Ini dari lokal saja, belum yang dari luar daerah. 


Lowongan PNS cuma sekali setahun. Itu pun, jika beruntung ada lowongan kerja, kalau tidak, yah terpaksa gigit jari menanti keajaiban. Jika tak PNS, lowongan kerja yang tersedia ada pada perusahaan pembiayaan (leasing) yang kemunculannya seperti jamur di musim penghujan itu. 

  • i

Rabu, 12 Maret 2014

Mampir di Pantai Air Anyir

>
 
pondok aik anyerr

Pantai yang terletak di desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ini menawarkan pantai berpasir putih yang luas dan landai. Berjarak ±15 km dari kota Sungailiat dan 10 km dari Pangkalpinang, ia sering dikunjungi wisatawan lokal karena letaknya yang cukup dekat itu.


  • i

Senin, 24 Februari 2014

Why We Need Nature Lovers Organization

>


Indonesia produces 40 percent of the world’s tin[1]. Most of Indonesia’s tin production comes from Bangka Belitung Islands Province. Centuries of mining have changed Bangka’s soil function and left it in a critical state. The tin mining is conducted both on land and in the sea. The dredger exploitation has caused coral reefs to bleach[2] and anglers’catches have reduced to 20%.

This condition worsened after the public mining era, which started from 2000. Many farmers switch profession to tin miners. In addition, the mining management went out of control and disregarded the rules of environmentally friendly mining. The lacks of environmental awareness and unsupportive regional government policy have caused Bangka Belitung landscape to become more and more disordered. 
  • i

Selasa, 11 Februari 2014

Tanjung Tinggi Belitong

>




Kapan saat yang tepat berkunjung ke Tanjung Tinggi Belitong?, saat ini lah. Bulan lagi bersahabat, meski gelombang laut cukup kuat, namun cuaca biru dan penuh sinar matahari akan membuat visitasi kawan-kawan akan menjadi indah dan tak terlupakan.

Pantai Tanjung Tinggi akan menjadi jelas keindahannya ketika ditimpa sinar matahari berlatar langit biru itu. Saya akan menggambarkan Tanjung Tinggi sebagai sebuah pantai yang eksotik, seperti sepotong surga.

  • i

Rabu, 29 Januari 2014

Hijaunya Taman Kota Pangkalpinang

>  
Taman Kota Pangkalpinang

Taman Merdeka Pangkalpinang adalah sebuah taman kota peninggalan Belanda yang masih tersisa hingga kini. Keberadaanya sejak masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1814 Inggris menyerahkan pengelolaan pulau Bangka ke tangan Belanda berdasarkan Traktat London yang dilakukan oleh M. H Court yang mewakili Inggris dan K. Heynes yang mewakili Kerajaan Belanda. 
 

Pejabat Residen pertama Pangkalpinang adalah A.J.N Engelenberg. Belanda menjadikan Pangkalpinang sebagai ibukota keresidenan Bangka dengan Gedung Residen yang berdiri tepat didepan Taman Merdeka. Sudah semenjak dahulu lahan didepan Gedung Residen ini difungsikan sebagai alun-alun kota. 

  • i

Senin, 20 Januari 2014

Komfos, Tak Cukup Sekedar, untuk Jadi Besar

>
foto bersama dengan komunitas fotografer se Bangka Belitung pada Milad IV Komfos di Sungailiat


Tak terasa sudah empat tahun, Komunitas Fotografer Sungailiat (Komfos) hadir di kota Sungailiat. Didirikan pada 16 Januari 2010, direntang usia tersebut, telah banyak kegiatan yang telah dilakukan, apakah berbentuk sosial, pendidikan selain fotografi. Meskipun terbilang muda, namun semangat untuk makin berkarya tak padam dan terbukti pada awal tahun ini Komfos hadir dalam semangat baru lewat statement positioning, “Mandiri, Kreatif dan Berwawasan luas.”


Semangat itulah yang coba ditularkan pada Sabtu (18/1) kemarin, lewat seremoni Milad Keempat Komfos. Bertempat di Sekretariat baru di Ruko Air Ruai Sungailiat, Komfos peringati hari lahirnya dengan rangkaian kegiatan sederhana namun bermakna, yakni Workshop dasar “portrait” untuk pelajar tingkat SLTA se_Sungailiat dan Hunting bareng antar komunitas fotografer yang ada di Bangka.

  • i