Selasa, 31 Desember 2013

Fotografer yang Baik Jauhi 6 Asumsi Salah Fotografi berikut ini !

>

Tulisan ini tidak untuk menciptakan labilisasi hati gara-gara salah satu asumsi atau persepsi ini ada di anda. Jangan merasa saya kemudian terkesan sok-sok_an terkesan paling jago foto. Jujur saja saya orang biasa saja yang hobi foto, dan bersusaha untuk belajar dan selalu belajar. Agar foto yang saya hasilkan tepat pada sasaran dalam artian diterima dalam konteksnya. Misalnya, foto di perayaan pernikahan mampu memuaskan pelanggan saya, atau foto tersebut dapat dimuat di harian lokal, karena memenuhi syarat jurnalistik. Tulisan ini semata lahir, dari pengalaman pribadi sekaligus pergaulan dengan sesama rekan fotografer.


Persepsi pertama yang salah adalah “Semakin canggih gear maka semakin baik hasil foto”. Adalah benar jika saat ini, sejumlah brand terkenal mengeluarkan puluhan tipe dan jenis DSLR dengan keunggulan masing-masing. Ada ratusan lensa yang muncul dengan harga yang alang kepalang. Ada kemudian, pemilahan kelas-kelas user, seperti pemula, amatir dan professional. 

  • i

Rabu, 25 Desember 2013

Mendadak ber-Sajak

>
 
Menjadi Penyair ?

Saya suka menulis, dan telah mencoba pelbagai bentuk tulisan, apakah berita atau feature yang punya dimensi jurnalistik. Terkadang menulis nirfakta, seperti cerita pendek (sekali-hee), atau sajak dan puisi. Saya pada dasarnya belum memahami benar sajak dan puisi, kedua bentuk tulisan dari rana sastra ini.  

Yang pasti, ketika mood lagi hangat, muncul tulisan yang membuai atau ketika hati sedang tertekan, penyalurannya bisa lewat sajak yang garang. Tidak bermaksud untuk berlebai ria, saya hanya mencoba jujur pada diri sendiri, bahwa sebagai manusia, kita pada dasarnya mencintai keindahan termasuk pada bahasa.


  • i