Situs Informasi wisata pantai Bangka Belitung, info budaya adat istiadat masyarakat bangka belitung, serta model hijaber bangka, Pantai Bangka, Pantai Belitung, Model Bangka, Model Belitung, Pantai Bangka Belitung, Wisata Bangka Belitung,foto Bangka, foto belitung, gadis bangka, gadis belitung gadis bangka belitung, kuliner bangka, kuliner belitung, kuliner bangka belitung, pantai keren bangka, matras, pasir padi, fotografer bangka, fotografer belitung, fotografer bangka belitung

Stop Bueng Antu




Dalam ragam fenomena dunia ghaib, konsep Bueng Antu memang kurang dikenal luas. Ini pendapat personal saja, sebab referensi mengenai konsep “Bueng Antu” ini tidak begitu familiar bagi masyarakat awam. Mungkin praktisi dunia ghaib saja yang intim dengan makna, Bueng Antu atau Buang Hantu ini.


Hantu kok dibuang, yah ini memang benar dan jadi fenomena mistik yang lumrah dalam masyarakat Bangka Belitung. Jangan heran dan galau sebab ini hal yang biasa. 


Membuang hantu atau jin piaraan bisa dimulai ketika dukun-dukun di kampung hendak pensiun pada suatu masa. Tentunya ketika pensiun inginnya aman dan bersih dari kewajiban ritual magis itu. Semisal bakar kemenyan malam jumat atau membawa ketan hitam di tengah kebun. Alasan lainnya karena para dukun sudah tua, ketika usia dirasa-rasa tinggal hitungan jari, atau ketika ada niat hendak berangkat Haji. 

Share:

Lima Alat Komunikasi paling Penting


Hidup itu bersosialisasi. Karena sebagai homo sapiens kita itu socius. Tak bisa hidup sendiri. Bayangkan bagaimana akhirnya Adam itu dilengkapi hidupnya dengan hadirnya Hawa. Ini alasan sederhana bahwa, dapat berhubungan dengan orang selain diri sendiri adalah sebuah kebutuhan. Sama dengan makan dan minum. 


Lewat asumsi itulah, kita perlu berkomunikasi. Komunikasi secara sederhana diartikan sebagai proses mengirimkan pesan kepada orang lain. Melalui komunikasi pula proses bersosialisasi bisa dilakukan. Melalui proses saling berkirim dan bertukar pesan/ informasi itu lahirlah kesepakatan, perubahan sikap dan nilai atau pertambahan ilmu pengetahuan. Hal- hal semacam inilah yang mendorong kemunculan peradaban baru. Kebudayaan kita memang dipengaruhi cara kita berkomunikasi.



Nah, dari proses komunikasi itu tentunya dibutuhkan medium/ alat untuk mengirimkan pesan. Sebab tidak selamanya komunikasi bersifat langsung dan person to person. Bagaimana dengan mereka atau seseorang yang jaraknya jauh, atau tersebar di beberapa wilayah yang tak mudah dijangkau dalam sehari atau dua hari. Atau karena kesibukan kita yang tidak memungkinkan untuk menyampaikan pesan secara langsung, face to face itu.
Share:

KONTEN POPULER

ARSIP TULISAN

Recent Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

GOOGLE

ABOUT AKSANSANJAYA

Foto saya

saya pemerhati sosial budaya bangka belitung, suka fotografi dan travelling, selain itu senang berkawan dan berbagi informasi lewat tulisan.

TEMAN

Arsip Blog

Pages