Jumat, 19 April 2013

On my Way at Lingkar Timur

>
On my Way to Lingkar TImur


Lingkar Timur, sebuah nama rute jalan baru menghubungkan kota Pangkalpinang hingga kota Sungailiat. Rute ini berada di sebelah timur pulau Bangka. Makanya disebut lingkar Timur. Alasan melingkar, bisa jadi karena ia menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Pangkalpinang dan Sungailiat. Nantinya, pejalan atau pengemudi dari Air Itam Semabung dapat langsung terus ke Pantai Tikus atau Pesona Sungailiat dalam satu arah. Lurus saja dan melewati dua jembatan, Baturusa II dan III (Insya Allah).

Tentu saja detail yang berhubungan dengan fakta dan data statistik seperti berapa luas, panjang, nama jembatan, jenis bahan dan materi aspal itu tidak ditampilkan. Karena kekurangan bahan. Saya menganjurkan untuk mengecek ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung, karena mereka yang punya gawean ini. Namun yang saya dengar, konon biayanya menelan hingga 70an Milyar rupiah.


Begini, yang saya ingin kemukakan disini bukan jalanya. Namun dampak antropologisnya. Pembukaan jalan ini ternyata membuka kehidupan baru. Ada gerak kehidupan tercipta disekitaran jalan ini. Ada mereka yang memancing secara teratur. Ada yang melimbang timah. Ada yang membuat Rumah Sakit Provinsi. Jalan membuka mata rantai kehidupan. Ada kolong tercipta.

Saya ingin menampilkan apa yang saya lihat, beberapa foto berikut tidak cukup mewakili semuanya. Namun cukuplah kiranya membawa kita pada imaji, bahwa jalan adalah sebuah infrastruktur yang memicu dampak sosial dan budaya. Ada pertukaran ide dan gagasan baru. Ada ekonomi dibangun. Dan atas semuanya, ia memberi kita nafas baru. Pada sebuah ujung Timur pulau Bangka.
Pemancing ikan Betok di rawa Pinggir jalan

Anjing sunyi

Menanggok Udang

Pantai Air Anyer

Rumah Sakit Umum Bung Karno, baru dibangun namun tidak tahu kapan beroperasi

Keluarga Pelimbang

Kolong IMaji

Pendulang timah



  • i
Posting Komentar