Langsung ke konten utama

On my Way at Lingkar Timur


On my Way to Lingkar TImur


Lingkar Timur, sebuah nama rute jalan baru menghubungkan kota Pangkalpinang hingga kota Sungailiat. Rute ini berada di sebelah timur pulau Bangka. Makanya disebut lingkar Timur. Alasan melingkar, bisa jadi karena ia menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Pangkalpinang dan Sungailiat. Nantinya, pejalan atau pengemudi dari Air Itam Semabung dapat langsung terus ke Pantai Tikus atau Pesona Sungailiat dalam satu arah. Lurus saja dan melewati dua jembatan, Baturusa II dan III (Insya Allah).

Tentu saja detail yang berhubungan dengan fakta dan data statistik seperti berapa luas, panjang, nama jembatan, jenis bahan dan materi aspal itu tidak ditampilkan. Karena kekurangan bahan. Saya menganjurkan untuk mengecek ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung, karena mereka yang punya gawean ini. Namun yang saya dengar, konon biayanya menelan hingga 70an Milyar rupiah.


Begini, yang saya ingin kemukakan disini bukan jalanya. Namun dampak antropologisnya. Pembukaan jalan ini ternyata membuka kehidupan baru. Ada gerak kehidupan tercipta disekitaran jalan ini. Ada mereka yang memancing secara teratur. Ada yang melimbang timah. Ada yang membuat Rumah Sakit Provinsi. Jalan membuka mata rantai kehidupan. Ada kolong tercipta.

Saya ingin menampilkan apa yang saya lihat, beberapa foto berikut tidak cukup mewakili semuanya. Namun cukuplah kiranya membawa kita pada imaji, bahwa jalan adalah sebuah infrastruktur yang memicu dampak sosial dan budaya. Ada pertukaran ide dan gagasan baru. Ada ekonomi dibangun. Dan atas semuanya, ia memberi kita nafas baru. Pada sebuah ujung Timur pulau Bangka.
Pemancing ikan Betok di rawa Pinggir jalan

Anjing sunyi

Menanggok Udang

Pantai Air Anyer

Rumah Sakit Umum Bung Karno, baru dibangun namun tidak tahu kapan beroperasi

Keluarga Pelimbang

Kolong IMaji

Pendulang timah



Komentar

Rizal mengatakan…
Ini bagus sekali. Apa yang bang Aksan lakukan untuk mempromosikan Bangka Belitung sangat bagus.

Melalui cerita tentang Jalan lingkar timur... perspektif yang menarik. Ini seolah ngeliat Bangka dari sudut yang lain.

Maju terus Bang. Promosiken negeri kite lebih kenceng lagi keseluruh pejuru nusantara.
Anonim mengatakan…
Aaaa, iya betul pas akhir taun 2012 kemarin ke Bangka, diajak lewat lingkar timur buat menghindari kemacetan taun baru Islam. Jalannya seru, lurus doang bagus sih, tapi agak sedikit gersang :)
bloggerbangka mengatakan…
trims buat bung Rizal, amiin, mudah2an bisa terus update dan bermanfaat bagi semua
bloggerbangka mengatakan…
@marianbita, iya bener banget, maklum masih baru dibangun jalan nya, nanti kalau berkunjung, kontak2 yah...

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.