Selasa, 12 Februari 2013

Pucuk Idat masih eksis !!!

>

HimpunanPecinta Alam Pucuk Idat tak jadi hangat-hangat tahi ayam. Nyatanya masih berkibar benderanya. Apalagi menginjak Minggu,17 Februari depan. Himpa Pucuk Idat berumur empat tahun. Sebuah konsistensi dan eksistensi yang jelas, meski dibayangi gelap terang aktifitas.

Bermula Januari 2009 lampau, Himpunan Pecinta Alam Pucuk Idat (HPPI) resmi berdiri. Ditandai secara legal lewat akta notaris bernomor 217/2009/PN.SGT. Serta sebuah kemah pertama di kawasan pantai Rambak. Kemah Diksar sekaligus rekruitmen anggota baru. Jadi permulaan untuk sebuah gerakan kecil bagi lingkungan di kabupaten Bangka.


Lepas itu, gerakan penghijauan dan bersih-bersih lingkungan disegerakan. Ada bersih-bersih lingkungan Sri Menanti, bersih-bersih pantai dan penanaman bakau di Ikebana. Meski setelahnya Ia redup perlahan-lahan. Namun tak benar-benar mati. Jujur diakui adalah kurangnya sumber daya manusia. Sebab memang susah mencari orang yang sifatnya relawan. Bekerja tanpa dibayar.

spanduk acara
Bergabung di organisasi kecil semacam ini tiada imbalan materi, hanya kepuasan bathin ketika ada rasa berbagi tadi. Konsep berbagi semacam ini memang tak bisa ditemukan disembarang manusia, apalagi pada zaman hedonis semacam ini. Dimana kerja diasosikan pada fulus dan fulus. Oleh sebab itu, saking susahnya itu sedikit dari anak manusia yang mau ikhlas lahir bathin menyediakan waktu terutama pada gerakan lingkungan semacam ini. 

Begitulah, HPPI sempat meredup dan bikin nyala api itu mengecil tinggal bara. Namun Ia tak benar-benar mati. Sebab bara itu bisa sewaktu-waktu membakar.
Dan itulah yang terjadi di 17 Februari nanti. Sebuah hari yang tiba-tiba kami tersadar, bahwa organisasi ini berumur empat tahun. Derap yang menjauh dan jejak telah terukir. Meski pada bidang kecil di lingkungan Sungailiat.

Milad adalah bentuk pengulangan. Hari dimana harapan pernah disemburkan. Sebuah senyum hati. Sebuah angan-angan diri untuk hidup. Pucuk Idat ingin menyatakan diri lagi, pada komitmen dan konsistensi terhadap alam dan lingkungan Bangka.

HPPI, tidak maksud menyalahkan dan mencerca mereka. Sebab bentangan alam kita memang ditakdirkan tak beraturan sejak zaman Sriwijaya itu. Ketika kota Bandar berdiri megah di tepian sungai Menduk berhadap-hadapan dengan Sriwijaya di penghulu Musi.

HPPI hadir di Bangka, sebagai gerakan sosial non politik. Menyentil naluri kita bahwa lingkungan sehat adalah hak tiap manusia yang bermukim. Bahwa kita dan semuan berada pada sisi yang sama, sebuah dunia yang layak ditinggali. Ada ekosistem yang berjalan dan seimbang, ada ruang hidup yang besar.

HPPI akan ber-ultah Minggu ini, ada lomba Hasta Karya dan Presentasi Lingkungan.  Ada penamanan pohon di kawasan wisata Rambak. Tentunya ini menjadi langkah kesekian untuk seribu bahkan jutaan langkah kebaikan demi umat manusia terutama di Bangka. Semoga. (aksansanjaya)

  • i
Posting Komentar