Selasa, 26 Februari 2013

Komunitas Fotografer Sungailiat-Komfos, Siapa Kami ?

>

Tiga tahun yang lalu, tepatnya 16 Januari 2010, sejumlah fotografer di Sungailiat melakukan hunting (kegiatan foto bersama) untuk pertama kalinya. Mereka yang sebagian besar adalah fotografer komersial (kawinan) berkumpul dan bersepakat untuk bersama membentuk wadah yang dinamakan, Fotografer Bangka. Tercatat nama seperti Bintang Olym, Defri Light Art, Yosse Rizal, Maulana Able, Andi Wigam dan Rino adalah yang pertama mempelopori komunitas ini di Sungailiat.

Sejak saat itu, kelompok pencinta fotografi ini rutin melakukan pertemuan-pertemuan dengan membahas teknik-teknik fotografi. Beberapa fotografer mulai ikut serta dalam kegiatan hunting bersama maupun pertemuan. Tercatat nama seperti TaufikHidayat, aksansanjaya, Andry Ho, Dian Firmansyah, Ari Ekot, Elvianto Boti, Billy Blues dan sejumlah nama lainnya. 


Karena perkembangannya yang makin membesar, maka pada medio Juni tahun 2010, sekelompok pecinta fotografi ini menamai perkumpulan tersebut dengan sebutan “Komfos” yang merupakan akronim dari Komunitas Fotografer Sungailiat. Hari lahir komunitas ini pun ditetapkan pada tanggal 16 Januari 2010.

Beberapa nama kemudian bergabung dalam komunitas ini antara lain Excel Rose, HarryGaoel, Iie Fotograp, Achmad Riyadi, Pablo Indra Iskandar, Goesti d’photograph, dan sebagainya, total anggota Komfos kini mencapai 27 anggota, yang berlatar belakang pekerjaan bermacam-macam, dari mulai fotografer wedding, desainer, Bankir, Dosen, Mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil, dan lainnya.

Selain itu, Komfos juga membuat grup facebook sebagai wadah bagi fotografer Sungailiat dan penikmat foto yang berada di luar untuk saling bersilahturahmi dan saling meningkatkan kemampuan. Tercatat hingga saat ini total member yang tergabung dalam grup Komfos sebanyak 769 orang.

Menginjak usia tiga tahun ini, sejumlah pencapaian telah ditorehkan baik di bidang fotografi, bidang pendidikan bahkan amal. Kesemuanya adalah visi agar komunitas ini semakin bermanfaat bagi masyarakat umum khususnya masyarakat di Sungailiat. Sesuai dengan image positioning dari Komfos yakni Framing Your Mind, Bingkailah Pikiran mu !.

Tujuan
Kehadiran Komfos di bumi Sepintu Sedulang terutama Sungailiat bertujuan
a.      Sebagai wadah pemersatu fotografer-fotografer di kota Sungailiat.
b.      Memasyarakatkan dunia fotografi sebagai sebuah seni sekaligus ketrampilan.
c.      Mendukung program program pemerintah terutama dalam bidang pariwisata
d. Mendukung pendidikan dan memberi manfaat bagi sesama terutama dalam bidang kemanusiaan.

Identitas dan Sekretariat
Meskipun sebuah komunitas, namun Komfos tetap menerapkan prinsip manajemen dalam urusan-urusan administratif kegiatan, termasuk struktur organisasi, logo atau lambang serta alamat sekretariat. Ini untuk memudahkan dalam manajemen kegiatan, setidaknya ada person in charge dalam melancarkan kegiatan.

Struktur Organisasi Komfos dari 2011- 2013 adalah sebagai berikut
Ketua                          : Taufik Hidayat
Sekretaris Jenderal      : Yosse Rizal
Sekretaris                     : Aksansanjaya
Bendahara                  : Irwan Ramli
Anggota                     :

Logo Komfos adalah sebuah obyek atau ikon dari kota Sungailiat yakni Tugu Pahlawan yang berada persis di Gedung Juang Sungailiat. Obyek ini dipilih karena tugu ini melambangkan nilai-nilai perjuangan, kekompakan, kebersamaan dan semangat untuk bebas untuk berkreasi dan berimajinasi.

Warna merah berarti Berani, yang merupakan warna dasar Komfos. Untuk menunjukkan bahwa Komfos berani dalam berbuat kebajikan dan member maslahat bagi umat manusia. Akronim Komfos juga sering diplesetkan sama seperti komfos, pupuk buatan. Namun ini juga menjadi semacam penanda bahwa kehadiran Komfos dapat memberi dan melahirkan generasi yang mencintai dan mahir dalam bidang fotografi.

Sekretariat Komfos saat ini berada di :
Jl. Jeruk no.25 (blk puncak) Sungailiat Bangka
Telp.0813 9206 7015, fbgrup: komfos, blog: http://komfos.blogspot.com

Yang Kami Lakukan
Sejumlah kegiatan telah kami lakukan baik secara mandiri atau dengan bergabung dengan komunitas fotografer lainnya yang ada di Bangka Belitung. Beberapa kegiatan tersebut antara lain. 

a.     Hunting Bersama
hunting bersama di ikebana rebo
hunting konsep taman di polman



hunting di vihara bukit semut

Komfos seringkali melakukan acara hunting foto bersama. Baik secara full team atau tim kecil. Hunting bersama yang pernah dilakukan adalah Hunting foto konsep rekreasi di kawasan kampus Polman Negeri Babel di Air Kantung, Hunting foto internal komfos di Hutan Lindung dengan konsep casual, hunting foto konsep Mandarin style di Bukit Fathin San, Jamming bersama Komfos dan Sahabat Model (model binaan komfos) dan banyak lagi lainnya. 

Hunting dalam skala besar pernah kami adakan pada tahun 2009, dengan mengajak komunitas fotografer Bangka Belitung Islands (FBI), hunting yang berlokasi di Parai Beach Resort tersebut mengambil tema casual tropis. Kemudian, pada tahun 2011 dengan mengajak komunitas fotografer se Bangka Belitung, seperti FBI (Fotografer Bangka Islands), PPC (Pangkalpinang Photo Club), Photoholic, Kite (mentok).  Berlokasi di Pantai Ikebana Rebo Mang Kalo’. Acara ini mengambil konsep prewedding casual dan tradisional.

Kegiatan hunting ini memang semacam agenda wajib sebab hal ini merupakan ajang silahturahmi antar sesama anggota. Selain itu untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan anggota. Serta secara langsung memperkenalkan ke masyarakat mengenai kegiatan fotografi.

b.     Pameran Foto
pameran foto di acara hari jadi kota sungailiat
Komfos pernah melakukan pameran foto dalam acara pameran pembangunan untuk memperingati HUT Kota Sungailiat pada tahun 2010, sambutan kehadiran Komfos sangat positif oleh para pengunjung. Selanjutnya adalah pameran-pameran yang dilakukan di Tenda Merah. Namun tujuannya lebih kepada amal.
Media Facebook juga menjadi media untuk memamerkan karya-karya fotografer Komfos. Ini menjadi outlet maya untuk memamerkan karya Komfos di pergaulan global.

c.     Kegiatan Amal
bantuan koin untuk nadiva oleh komfos
1.       Malam amal Pers dan Komfos
Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional, pada 2011 lalu. Komfos bekerjasama dengan insan pers Sungailiat adakan pameran bertema amal untuk warga masyarakat yang mengalami kesulitan fisik dan ekonomi. Seorang nenek yang cacat di desa Labu dan orang tua bersama anak-anaknya di desa Rambak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dana yang terkumpul merupakan hasil penjualan foto karya fotografer anggota Komfos.

2.      Koin untuk Nadiva
Sebuah gerakan amal melalui facebook untuk membantu Nadiva, balita yang mengalami tumor di mata. Hasil sumbangan para donator kemudian disalurkan langsung ke Nadiva yang diterima perwakilan keluarganya di Mentok, Bangka Barat. Bantuan disalurkan langsung oleh tim Komfos.

3.      Charity for Ragil
Gerakan amal untuk membantu pengobatan Ragil seorang anak laki-laki kecil di Desa Rambak yang baru berusia tiga bulan namun tidak memiliki langit-langit sejak lahir. Komfos melakukan kegiatan melalui facebook grup. Dilanjutkan pula dengan kegiatan amal berupa pameran dimana dana pembelian foto disisihkan untuk Ragil.

Tentu saja menjelang umur yang ketiga ini, besar sekali harapan untuk dapat selalu memberi manfaat bagi masyarakat luar. Langkah kaki tidak berhenti di kegiatan ini, masih ada lagi kegiatan amal yang akan dilakukan di tahun-tahun mendatang. 

d.     Edukasi
workshop smk pelayaran dengan komfos
Hal yang juga menjadi perhatian dari Komfos adalah bagaimana memberikan edukasi bagi masyarakat umum mengenai dunia fotografi terutama pada generasi muda yakni pelajar. Sebab di usia ini, generasi muda merupakan potensi-potensi yang berbakat yang harus diberikan pengetahuan terutama di bidang fotografi. Sejumlah pelatihan yang pernah Komfos adakan :  

1.       Workshop di SMK Pelayaran
Komfos mengadakan workshop fotografi dasar untuk siswa-siswi SMK Pelayaran di Jelutung.  Pengenalan fotografi dan hal-hal dasar seperti arti foto dan jenisnya. Pesertanya adalah siswa dan siswi kelas multimedia.

2.       Workshop Fotografi Dasar di Polman Timah
Ini merupakan workshop yang bertujuan mengenalkan dunia fotografi sebagai bagian dunia pers. Komfos juga mengadakan pelatihan desain dan pengenalan nilai-nilai jurnalistik. Pesertanya berasal dari  mahasiswa Polman sendiri yang tergabung dalam pers kampus.

Workshop ini merupakan workshop fotografi yang bertema strobis sebagai teknik fotografi yang memanfaatkan lampu flash secara off shoe. Peserta dalam kegiatan ini antara lain para fotografer dari berbagai komunitas dan sejumlah mahasiswa dari Stisipol P.12 Bangka.

e.     Liputan Agenda dan Budaya
liputan di acara cong rebut oleh komfos
Kegiatan ini merupakan murni keinginan dari Komfos untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan budaya serta agenda dari Pemerintah Daerah atau institusi swasta lainnya.
Komfos selalu hadir dalam festival atau agenda budaya pemerintah seperti peringatan 1 Muharram, Sembayang Rebut dan Kubur, Adat Nuju Jerami, Rebo Kasan, Ritual adat Mandi Belimau, Festival Imlek, Karnaval dan pawai 17 Agustus, dan sebagainya.
Ini merupakan wujud dari keinginan Komfos untuk menjadi bagian dari warga masyarakat Sepintu Sedulang yang peduli dan mau membangun daerah sendiri lewat karya fotografi.
Harapan
Menapak Tiga Tahun keberadaanya di tengah masyarakat, banyak hal telah dilakukan dan ini merupakan capaian tersendiri bagi Komfos.  Sebab memang tak mudah bagi sebuah komunitas, yang ikatan keanggotaanya dibangun berdasarkan kekeluargaan dan kesamaan hobi untuk selalu satu dalam sejumlah kegiatan yang terbilang banyak.

Namun, tidak terasa dalam perjalanannya, Komfos mampu membuktikan eksistensi dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat lain. Sebuah komunitas yang bukan cuma untuk hura-hura dan penyaluran hobi bagi anggotanya saja, namun telah memberi pengaruh yang positif bagi masyarakat lain.

Di usia ketiga tahun ini, tentu saja Komfos belum maksimal dan masih banyak belajar untuk semakin lebih baik. Dan itulah harapannya ke depan, agar Komfos bisa memberi banyak kepada anggota dan juga masyarakat luas terutama Sungailiat.

Nilai-nilai seperti kekeluargaan, kekompakan, musyawarah dan toleransi menjadi dasar acuan dalam melakukan kerja-kerja komunitas. Kaderisasi juga menjadi harapan di tahun ini, agar komunitas menjadi besar secara kuantitas dan juga kualitas dengan lebih sering mengadakan pelatihan-pelatihan fotografi.

Tentu saja kegiatan-kegiatan Pendidikan dan Amal menjadi amalan tersendiri bagi Komfos sebagai wujud sumbangsih tersendiri bagi masyarakat. Selain itu mampu juga melahirkan fotografer-fotografer yang me-nasional bahkan meng-internasional adalah harapan terdalam dari adanya komunitas ini.

Kepada pihak pemerintah daerah juga, Komfos mengharapkan agar ada akses dan perhatian kepada Komfos. Sebab tujuan komunitas ini juga mendukung program pemerintah. Semoga di tahun ini dan mendatang akan lebih banyak kerjasama terutama di bidang fotografi.

Bagaimana jadi Anggota
Untuk menjadi anggota Komfos sangat mudah. Persoalan seperti belum punya kamera DSLR bukan hambatan bergabung dalam komunitas. Sebab alat merupakan pendukung dari seorang fotografer.

Setiap orang dapat masuk menjadi anggota secara otomatis ketika yang bersangkutan ikut serta dalam hunting bersama, kegiatan-kegiatan atau pertemuan-pertemuan rutin yang diadakan oleh Komfos.

Agenda hunting biasanya mendadak oleh tim kecil atau bisa full team ketika Komfos melakukan kegiatan besar. Anggota dapat bergabung dan mengasah ketrampilan fotografinya.

Sifat keanggotaan cair dan tidak ada paksaan. Tidak ada istilah fotografer senior atau junior, atau master atau sifu. Semuanya sama belajar sebab dunia fotografi laksana samudera yang luas dan kompleks. ***



  • i
Posting Komentar