Rabu, 27 Februari 2013

Agar tidak jadi Komunitas yang Galau

>
Januari Februari ini, ada dua kegiatan besar yang saya ikuti. Tentunya Besar menurut ukuran saya, lumayan untuk kategori tingkat kabupaten. Kegiatan itu sama-sama peringatan hari lahirnya (Milad) organisasi atau komunitas yang saya ikuti. Pertama adalah milad ketiga dari Komunitas Fotografer Sungailiat (Komfos) dan milad keempat Himpunan Pecinta Alam Pucuk Idat (Himpa Pucuk Idat)

Keduanya organisasi lokal tingkat kabupaten. Kalau untuk mencoba menyejajarkannya dengan istilah birokrasinya. Keduanya organisasi yang biasa saja tidak dikenal secara luas semacam KNPI, Partai Politik atau LSM terkenal lainnya. Namun tidak jadi soal. Bagi saya kedua organisasi ini sifatnya emosional. 

Saya suka fotografi. Dunia ini memberikan saya pengalaman yang berbeda. Ada dunia seni yang baru. Sebuah ketrampilan baru tentang gambar dan cahaya. Dunia yang memberikan tantangan baru setiap waktunya.

  • i

Selasa, 26 Februari 2013

Komunitas Fotografer Sungailiat-Komfos, Siapa Kami ?

>

Tiga tahun yang lalu, tepatnya 16 Januari 2010, sejumlah fotografer di Sungailiat melakukan hunting (kegiatan foto bersama) untuk pertama kalinya. Mereka yang sebagian besar adalah fotografer komersial (kawinan) berkumpul dan bersepakat untuk bersama membentuk wadah yang dinamakan, Fotografer Bangka. Tercatat nama seperti Bintang Olym, Defri Light Art, Yosse Rizal, Maulana Able, Andi Wigam dan Rino adalah yang pertama mempelopori komunitas ini di Sungailiat.

Sejak saat itu, kelompok pencinta fotografi ini rutin melakukan pertemuan-pertemuan dengan membahas teknik-teknik fotografi. Beberapa fotografer mulai ikut serta dalam kegiatan hunting bersama maupun pertemuan. Tercatat nama seperti TaufikHidayat, aksansanjaya, Andry Ho, Dian Firmansyah, Ari Ekot, Elvianto Boti, Billy Blues dan sejumlah nama lainnya. 

  • i

Selasa, 12 Februari 2013

Pucuk Idat masih eksis !!!

>

HimpunanPecinta Alam Pucuk Idat tak jadi hangat-hangat tahi ayam. Nyatanya masih berkibar benderanya. Apalagi menginjak Minggu,17 Februari depan. Himpa Pucuk Idat berumur empat tahun. Sebuah konsistensi dan eksistensi yang jelas, meski dibayangi gelap terang aktifitas.

Bermula Januari 2009 lampau, Himpunan Pecinta Alam Pucuk Idat (HPPI) resmi berdiri. Ditandai secara legal lewat akta notaris bernomor 217/2009/PN.SGT. Serta sebuah kemah pertama di kawasan pantai Rambak. Kemah Diksar sekaligus rekruitmen anggota baru. Jadi permulaan untuk sebuah gerakan kecil bagi lingkungan di kabupaten Bangka.

  • i