Kamis, 31 Januari 2013

Jangan nonton Senetron !

>

Pagi dan sore ini, saya kebetulan lihat acara televisi, kebetulannnya lagi kedua-duanya sinetron, sinema elektronik. Yang mengherankan saya, sore ini lihat sinetron bertema sama dengan sinetron pagi tadi. Temanya anak yang durhaka, ada peran ibu yang terzhalimi oleh kelakukan anaknya. Lupa stasiun televisinya. Namun ini menjadi sebuah kebetulan yang menggelikan. Sekaligus keprihatinan tersendiri.

Bahwa ada dua sinetron yang hampir mirip jelas hampir-hampir mengelabui mata saya. Saya anggap itu pengulangan program seperti yang sudah-sudah. Namun setelah diperhatikan, pemerannya ternyata beda. Kemudian, antagonisnya yang satu adalah wanita yang mengelabui ibunya bahwa ia bekerja ternyata PSK. Dan satunya anak perempuannya yang jual sertifikat tanah rumah. Berbeda, namun hampir mirip. Ada kesamaan plot dan ritme emosi dari acara ini.

Menggelikan ternyata. Mengapa menggelikan?, jawabannya adalah betapa lawakan plot yang itu-itu semacam standar umum di kalangan sutradara atau penulis naskah ataupun produser nasional ini. Akibat dari plot standar itu adalah bentrok tema sinetron. Pemeran boleh beda, namun alur yang elu lagi elu lagi. Ini lawakan yang mirip srimulat itu. Gogon dan Asmuni yang tingkahnya itu-itu saja yang bikin lucu itu.

  • i

Selasa, 15 Januari 2013

Kampanye Hijau; Why not?

>
Himpunan Pecinta Alam Pucuk Idat
Dunia makin mengecil, internet memainkan perannya. Orang tak perlu biaya transportasi dan waktu berhari-hari agar informasi bisa sampai ke orang lain di benua sana. Semuanya bisa sekejap mata. Detik ini informasi diposting, detik kemudian ia dibaca online lewat gadget yang mobile.

Begitulah dunia kini. Sebuah kampung besar, Globalvillage. Jarak geografis tidak lagi terbaca jelas. Orang menjadi egaliter dan mandiri memilih dan mengemas pesan. Ada bentuk interaktif tersendiri. Ada sebuah kehebohan internal dan pengaruh-pengaruh pada diri sendiri. 

Internet melahirkan sistem komunikasi yang baru. Internet tak sama dengan bentuk komunikasi massa, ia malah lebih dari itu, ia mencakup interpersonal bahkan grup. Orang Bangka bilang, konsep Raup Abu, segala bentuk ada di dalamnya. 

  • i