Langsung ke konten utama

Indonesia; Sebuah Maha Karya Tuhan


raja ampat
  Menikmati Indonesia bisa dimulai dari Sumatera, menikmati semilir angin Danau Toba. Danau terbesar di Indonesia. Lepas itu, menikmati kelok 88 dan ngarai Sianok yang terkenal itu. Tentu saja tak lupa mencicipi gulai daging, salah satu makanan terlezat di dunia, Rendang. Kemudian menyusuri jajaran bukit Barisan. Ia yang berbaris memanjang itu mengantarkan kita singgah di Jembatan Ampera. Membelah sungai Musi hingga membagi Palembang, jadi seberang Hilir dan Hulu itu. Kulinernya, adonan sagu dengan ikan Belida, Empek-empek yang disajikan dengan kuah.
Meminjam kata Bondan Winarno, Empek-empek maknyuss. Pantang dilewatkan.

Ingin melihat Gajah dan Orang Utan?, hampiri Jambi, Bengkulu dan Lampung. Tiga kawasan itu punya fauna yang langka. Ada bunga Raflesia Arnoldi, bunga yang terbesar.
Dan jejak langkah di Sumatera berakhir di Lampung. Melihat keceriaan anak laut berebutan koin uang dari jalur penyeberangan Bakaheuni Merak itu sembari menatap kemegahan anak Gunung Krakatau aktif.
Bila sempat, kunjungi Laskar Pelangi, Bangka Belitung tawarkan pesona alam pantai tiada duanya. Bebatuan granit raksasa seolah muncul dari air yang jernih. Membentuk landscape alam menarik hati.
Di Jawa, Jakarta punya tempat bagi pelancong-pelancong macam gaya. Ingin fashion, elektronik ini pusatnya. Atau ingin suasana yang sejuk, lewati Bogor dengan perkebunan teh nya itu. Suasana alamnya itu bikin Kebun Raya Bogor selalu menyemut dikala libur. Ada Bandung, sebuah “kota mode”. Banyak seniman muncul disini. Alamnya khas pegunungan. Tangkuban Perahu tawarkan pesona tersendiri. Menikmati bajigur atau bandrek saat kemping di kawasan Ranca Opas dijamin bikin ketagihan.
Lepas itu, kunjungi Yogya, kota Pelajar kaya budaya Jawa. Ada Istana Sultan dan candi-candi. Ada pula gunung-gunung indah. Bromo salah satunya, melihat suku Tengger adakan Kasada. Melempar sesaji ke kawah Bromo. Ia yang diwaktu sunrise, memberikan magnitude alam luar biasa. Bagi fotografer, Bromo adalah wajib dikunjungi.  
Dan Bali adalah surganya wisatawan, keindahannya perpaduan budaya dan alam. Semacam candu bagi seluruh dunia. Ia bahkan terkenal dari kata Indonesia. Bali dalam banyak referensi, adalah salah satu maha karya alam. Tiada sangsi.
Perjalanan boleh dilanjutkan ke Borneo atau Kalimantan. Hutan tropis menghijau membentuk permadani. Masyarakat Dayaknya akan mengantarkan kita menyusuri sungai Kapuas itu. Bila beruntung melihat orang Utan bercanda ria di sela pepohonan raksasa. Sulawesi, ada ragam fauna. Ada pantai losari. Duduk santai menikmati sunrise pinggir kota.  Suku Bugis dengan tabiat dekat dengan laut. Laksana sanak saudara itu.
Semakin ke Timur, pesona alam semakin eksotis. Ada Komodo, yang tersisa dari masa prasejarah, reptile langka yang cuma ada di pulau Komodo, flores.
Ke Papua, ada suku-suku pada tiap lembahnya. Hutan Tropis dan perbukitan itu membuat mereka akrab pada alam. Dan yang maha karya itu salah satunya adalah, Raja Ampat, sebuah gugusan pulau kapur yang seolah muncul dan memagari lautan itu. Ia eksotis alang kepalang.
Menyusuri Indonesia, ibaratnya menyusuri taman surga. Ia kaya pesona alam, masyarakat serta budayanya. Tak akan cukup waktu menuliskan dalam paragraph sebuah novel. Sebab tiap keunikan punya cerita seribu satu malam. Indah tiada berperi. Pada tiap-tiap budayanya menyimpan sejarah dan cerita masa lalu. Entitas yang unik dan menarik. Tiap-tiap flora dan fauna memberikan identitas sejarah alam.
Indonesia adalah maha karya Tuhan. Seperti itulah ungkapannya tanpa keraguan.**
Source of Photos here from other web site, just click and u will be directly go to its source
Danau Toba

Borobudur temple

Belitong island

Mount Bromo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.