Langsung ke konten utama

Idang Rasjidi Syndicate hentakkan Jazz Kampung Kite



Idang Rasjidi

Seperti dikutip dari laman Bangka Pos, Dram... dram... tabuhan Rampak Gendang dari grup Pesona Wanggai yang diasuh Junaidi Rahim langsung membahana membuka Pergelaran Jazz on the Beach hari pertama di Marina Bay, Parai Beach Resort & Spa, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (23/11/2012) malam.

Aksi atraktif para pemuda tersebut langsung menyedot perhatian para penonton untuk berdatangan menyaksikan pertunjukan yang digelar secara gratis selama dua hari oleh CEO El John, Johnie Sugiarto itu di bawah monumen Elang Laut raksasa kebanggaannya.

Usai pembukaan tersebut, tiba giliran para pegawai Bank Sumsel Babel, yang tergabung dalam grup Pesira Band menghibur penonton dengan lagu 'Malam Biru' (Sandhy Sondoro), 'Esok Kan Masih Ada' (Utha Likumahuwa), 'If Ain't Got You (Alicia Keys). Meski sehari-hari berurusan dengan tabungan dan kredit pinjaman, para pegawai bank yang lolos audisi Jazz on the Beach ini mampu menunjukkan keahlian di atas rata-rata, riuh rendah pun menyambut setiap lagu yang disajikan.

Mulai panas dengan dua penampil sebelumnya, kini giliran Harapan 2 Ratu Bunga 2012, Ruth Karlita Linri bersama band pengiringnya, Raya Band ikut menyemarakkan Jazz on the Beach lewat lagu 'Prahara Cinta' yang dipopulerkan oleh vokalis Shelomitha. Perempuan yang akrab disapa Iyut ini, tampil lepas di hadapan kira-kira 300 penonton, tak tampak sedikit pun wajah grogi dari paras wajahnya.

Sesudahnya, penampilan yang paling dinanti akhirnya hadir di atas panggung Jazz on the Beach. Pemusik jazz ternama Idang Rasjidi yang memboyong bandnya, Idang Rasjidi Syndicate, tanpa basa-basi langsung memainkan beberapa komposisi musik yang mampu menjinakkan angin laut Marina Bay. Penampilan Idang bersama kedua puteranya, Saadu Shah Chaidar (bassis) dan Qadra Shakuhachi (drummer), semakin menjadi ketika lagu 'I Can Get Now' dari grup rok legendaris asal Inggris, Rolling Stone digelindingkan secara instumental beransemen jazz yang dibumbui interaksi penuh canda ala pemain keyboard kelahiran Lanun itu.

Idang paling bisa membuat penontonnya cair dalam suasana untuk melawan angin laut yang mengigit. Pria yang sudah 42 berkarya di musik jazz itu, beberapa kali mengajak penonton meniru teknik sketch berupa bunyi-bunyian alat musik yang keluar dari mulutnya. Di bawah komando Idang, adu keahlian sketch antara penonton yang duduk di sisi kiri dan sisi kanan amphi theater tak dapat dihindari.

"Coba kita nilai ya, kalau jelek teriakin huuu...," seru Idang disambut pekikan huuu dari penonton sebelah kanan kepada penonton di sebelah kiri. "Ini membuktikan kita mudah diadu domba. Sekarang kita jadi satu, kalau salah kelihatan salah semua. Jadi jangan sendiri-sendiri, jadi satu, Provinsi Bangka belitung paling aman," lanjutnya.

Sebuah memoar pribadi lantas disajikan Idang di susunan repertoar selanjutnya. "Izinkan saya untuk membawakan nomor lagu kesukaan Ayah saya Ahmad Rasjidi. Jadi setelah Ibu saya meninggal, kondisi kesehatan Ayah terus menurun, dan tiga hari sebelum dia meninggal dia masih mendengarkan lagu kesukaannya, 'Some Where Over The Rainbow'. Saya tanya 'Kenapa Ayah suka lagu ini, padahal Ibu sudah tidak ada', beliau jawab 'Saya percaya Ibumu ada di ujung pelangi, dan saya juga akan menuju ke sana'. Hadiri sekalian, ini dia 'Some Where Over The Rainbow," kenang Idang sambil menyilakan pemain terompetnya, Sastrani untuk menyanyikan lagu 'Some Where Over The Rainbow'.

Berikutnya, Idang mengenalkan vokalis belia, Yendri (19) asal Petaling, Kepulauan Bangka Belitung yang sudah dua tahun ini diasuh dan dididiknya untuk menunjukkan kemampuan menyanyikan lagu 'Tangisan Rindu' yang dicipta oleh Dian Kaseba, dan 'Dunia Cinta', sebelum pertunjukan dilanjutkan dengan kolaborasi antara Idang Rasjidi Syndicate bersama pemusik jazz kawakan Mus Mujiono di lagu 'Arti Kehidupan' dan 'Moody's Mood for Love' yang dipopulerkan legenda jazz dunia George Benson.

Tak terasa jarum jam telah menunjuk angka 23.00, Idang yang pada Sabtu (24/11/2012) harus bertolak ke Surabaya, Jawa Timur untuk bermain di Traffic Jazz Surabaya itu menutup aksi panggungnya dengan lagu 'Badai Pasti Berlalu' dan sebuah komposisi jazz klasik dari Rusia. "Terima kasih saya Idang Rasjidi bangga menjadi anak Bangka, saya 'The Son of Lanun'," seru Idang berpamitan. (dikutip dari Bangka pos)

Idang Rasjidi Syndicate

Sastrani Titaranti Dewantara

yendri belacan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.