Senin, 24 September 2012

Kemarau oh kemarau

>
 ilustrasi

Saya hitung-hitung hampir sepanjang empat bulan hingga saat ini, kemarau melanda Bangka Belitung. Di bulan ini, September, ada sekitar dua kali hujan. Termasuk kemarin,Sabtu (22 september), itu ketika saya berada di Jebus dan Parittiga. Dua Kecamatan yang terletak di Bangka Barat. Dua kali hujan tersebut terbilang langka. 

Saya rasa kemarau adalah hal yang biasa untuk iklim tropis seperti Indonesia ini. Musimnya cuma ada dua, musim hujan dan kemarau. Meski ditambah lagi dengan musim yang angin-anginan, musim yang sukar diprediksi. Musim Panca roba namanya. Ini untuk menggambarkan musim yang kerapkali berubah tiada menentu.

Kadang saya berfikir untuk musim terakhir ini bisa jadi karena kemalasan BadanMetreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu sendiri. Untuk hal-hal yang berubah-rubah, sukar diprediksi, jadi disebutkanlah generalis nya. Panca roba. Kenyataannya, bagi saya pancaroba itu sendiri sebenarnya musim hujan. Sebab seringkali hujan dibanding panasnya. Namun itu dulu. Sekarang BMKG tanggap dan informative.

  • i