Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Air Wafaq Tolak Bala ; Ritual Adat Rebo Kasan

Kumandang azan terdengar di pagi pukul 9 lewat, tidak biasanya dan janggal. Lepas dari itu suasana sempat hening sejenak, perlahan-lahan tetua itu beranjak menuju guci berhias daun kelapa. Ia  lalu merapalkan semacam mantera. Tak berapa lama, piring kecil beraksara arab itu dimasukan ke dalam guci berisi air.
Sejumlah panitia kemudian membagikan ketupat lepas kepada tamu udangan. Doa-doa tolak bala mulai dipanjatkan. Pada akhir doa, di hitungan ketiga kata amin. Serentak ujung daun ketupat itu ditarik bersama-sama. Satu ketupat lepas untuk dua orang.
Acara tak berhenti disitu, beramai kemudian orang mendatangi guci meminta airnya. Itulah air wafaq. Sebuah air yang dipercaya bisa menghalau bala. Ada yang membawa gelas, bekas botol minuman untuk menyimpan airnya.

Dibuai Pertiwi

Pertiwi ibarat buaian diri Dalam fajar memerah dan bakau berselimut embun Sebuah pagi,  dimana sungai seperti kawan bermain Biduk dikayuh seperaduan sungai Tak jengah seolah hidup adalah aliran itu… Keras namun lembut
Pertiwi ibarat Senyawa Ketika senja menjelang…Asap tanah bakar bersenandung Sebuah hari, perolehan diri dan pada tiap jengkal semai lada Nafas tiada terkira..tiada jengah, namun bahagia dalam hati Membawa bingkisan ke pondok, dan kami berebutan Pada segalanya…
Ia, gurun sahara itu…megah, atau pada semi, anggun daun warna warni Granit pada pantai..kokoh pada ombak, tiada tersungkur Elang  terbang tinggi, membawa ikan pada anak yang lapar Beringin, dahan yang kokoh itu…memberi teduh tiada terkira
Aku pasti merindui masa lalu, mengukur seberapa jauh jarak lapang Tentang petak lada, tentang kelekak..durian, Bicara tentang hidup sebenarnya, tak ada kata lelah
Aku pasti merindui masa lalu..tentang seseorang yang merangkul ku Bicara tentang dongeng..dan memancing bersama. Tentang memberi dan s…