Minggu, 18 Desember 2011

Foto Bagus yang Bikin Penasaran

>
sample model bangka belitung :-D
Semakin bagus..semakin bersemangat, ini kata kawan fotografer. Rasanya makin tak puas bila dapat yang bagus. Jadi ingat kalimat one shoot one kill. Satu jepretan bagus mengandaskan segalanya. Satu jepretan sebagai pamungkas, kurang lebihnya.

Bicara foto bagus memang tiada habisnya. Sebab ukuran bagus pun bisa relatif. Selain relative, ia pun berjenjang pula. Jadi tak heran, dalam kelas fotografi dibagi dalam kelas basic hingga advance itu. Untuk menegaskan bahwa sebuah foto adalah dunia tersendiri. Rimba fotografi tampaknya tiada habis ditelurusi.


Namun, teman lain bilang, sebenarnya foto tak bisa terpisah dari konsep seni. Ada istilah bahwa foto ada The Art of Seeing. Ini ada benarnya pula. Untuk lebih jauhnya bicara seni adalah sebuah perulangan dari yang sudah-sudah. Nah loh.

utopia concert at THR Bangka


Pendapat ini ibarat filsafat lebih dalam maknanya. 


Namun bagi saya, dunia ini baru tepi nya saja yang diinjak. Belum beranjak ke daratan di depan pun hutan belantara dikejauhan itu. Meski telah berbilang tahun menggelutinya. Itu pun tak cukup, jika mentor semacam Salim Dawila, atau Deddy Baros itu bicara tentang jaman ketika mereka mengenal analog di masa kecilnya.


Fotografi ibarat berlari. Tujuannya sederhana bagaimana menciptakan sebuah foto yang bagus dan diterima oleh semua orang. Pesan bisa nyampai dan tepat sasaran. Ada beragam foto bagus, namun tak semua foto itu bagus bagi saya atau orang lain. Bagusnya dalam kategori tertentu saja. Saya kira persepsi manusia memang tak bisa sama. 


Pemahaman saya foto akan semakin bagus ketika semakin banyak orang bisa menilainya secara  positif. Semakin ia disukai dan dimaknai positif maka akan semakin bagus ia. 


Ketika berlari itu, tak jarang akan menjumpai cabang lain. Itu menggambarkan jenis foto itu sendiri. Mungkin kita akan memilih cabang makro suatu ketika. Atau fashion. Bisa jadi nanti focus ke Still life. Atau jadi landscaper sejati. Untuk pemula, awalnya bisa rakus. Segala hal dicoba.


Menginjak makin jauh. Orang mungkin akan menemukan cabang kesukaannya. Dan itu sah-sah saja. Sebab dengan begitula tukang foto akan dikenal. Nama-nama semacam Darwis Triadi atau Yadi Yassin ataupun Dedy Baros dikenal dari salah satu cabang saja.


Saya pikir saya akan tetap berlari. Saat ini saya mau berbelok ke cabang-cabang lain. One day, saya akan lebih segmented. Mudah-mudahan semakin bagus foto itu nantinya.IMHO loh….(aksansanjaya)

Flora in Action


  • i
Posting Komentar