Langsung ke konten utama

Foto Bagus yang Bikin Penasaran

sample model bangka belitung :-D
Semakin bagus..semakin bersemangat, ini kata kawan fotografer. Rasanya makin tak puas bila dapat yang bagus. Jadi ingat kalimat one shoot one kill. Satu jepretan bagus mengandaskan segalanya. Satu jepretan sebagai pamungkas, kurang lebihnya.

Bicara foto bagus memang tiada habisnya. Sebab ukuran bagus pun bisa relatif. Selain relative, ia pun berjenjang pula. Jadi tak heran, dalam kelas fotografi dibagi dalam kelas basic hingga advance itu. Untuk menegaskan bahwa sebuah foto adalah dunia tersendiri. Rimba fotografi tampaknya tiada habis ditelurusi.


Namun, teman lain bilang, sebenarnya foto tak bisa terpisah dari konsep seni. Ada istilah bahwa foto ada The Art of Seeing. Ini ada benarnya pula. Untuk lebih jauhnya bicara seni adalah sebuah perulangan dari yang sudah-sudah. Nah loh.

utopia concert at THR Bangka


Pendapat ini ibarat filsafat lebih dalam maknanya. 


Namun bagi saya, dunia ini baru tepi nya saja yang diinjak. Belum beranjak ke daratan di depan pun hutan belantara dikejauhan itu. Meski telah berbilang tahun menggelutinya. Itu pun tak cukup, jika mentor semacam Salim Dawila, atau Deddy Baros itu bicara tentang jaman ketika mereka mengenal analog di masa kecilnya.


Fotografi ibarat berlari. Tujuannya sederhana bagaimana menciptakan sebuah foto yang bagus dan diterima oleh semua orang. Pesan bisa nyampai dan tepat sasaran. Ada beragam foto bagus, namun tak semua foto itu bagus bagi saya atau orang lain. Bagusnya dalam kategori tertentu saja. Saya kira persepsi manusia memang tak bisa sama. 


Pemahaman saya foto akan semakin bagus ketika semakin banyak orang bisa menilainya secara  positif. Semakin ia disukai dan dimaknai positif maka akan semakin bagus ia. 


Ketika berlari itu, tak jarang akan menjumpai cabang lain. Itu menggambarkan jenis foto itu sendiri. Mungkin kita akan memilih cabang makro suatu ketika. Atau fashion. Bisa jadi nanti focus ke Still life. Atau jadi landscaper sejati. Untuk pemula, awalnya bisa rakus. Segala hal dicoba.


Menginjak makin jauh. Orang mungkin akan menemukan cabang kesukaannya. Dan itu sah-sah saja. Sebab dengan begitula tukang foto akan dikenal. Nama-nama semacam Darwis Triadi atau Yadi Yassin ataupun Dedy Baros dikenal dari salah satu cabang saja.


Saya pikir saya akan tetap berlari. Saat ini saya mau berbelok ke cabang-cabang lain. One day, saya akan lebih segmented. Mudah-mudahan semakin bagus foto itu nantinya.IMHO loh….(aksansanjaya)

Flora in Action


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.