Senin, 19 September 2011

Indonesia ku

>
Sebelumnya, saya ingin menghaturkan terimakasih telah menyempatkan diri berkunjunga ke Blog sederhana ini. Tanpa bermaksud membuatnya tak berarti, namun blog ini jelas belum member banyak bagi pembaca, begitulah saya menganggapnya. Namun, seraya berharap, kepingan informasi di dalamnya ini dapat memberi anda seupil pengetahuan dalam samudara informasi dunia maya ini.

Saya juga hendak berucap, Minal A’idin wal Fa’idzin, Mohon dimaafkan salah kata dan salah ucap, semoga kita semua diberikan keluasan dari saling memberi manfaat. Ini masih berada di bulan Syawal, dan sekitar dua minggu lewat dari lebaran di awal bulan tadi. Jadi nuansa dan suasananya masih berlebaran. Di tempat saya, selama kue dan minuman masih ada di meja ruang tamu, masih berlebaran artinya.
kebebasan apa untuk mereka nanti??


senyum kebebasan juga keletihan

tulisannya ada yang salah ga ni

barongsai jumping

ada benarnya juga representasi ini

bahkan ia pun menikmati kebebasannya

wajah semu

just smilee

mudah-mudahan indonesia bisa melesar

Selain ramadhan, dan lebaran, kita juga memperingati kemerdekaan. 17 Agustus-an dimaknai masih dengan kemeriahan tahunan, pawai baris berbaris dan karnaval. Dua macam ini menu utama ketika 17- an ditambah racikannya panjat pinang, makan krupuk, upacara bendera. Lengkaplah sudah arti 17- an, tidak ada itu, tidak terasa bahwa kita sudah 66 tahun sudah merdeka. Kita memang Negara warna warni.

Ada yang menarik, ketika bicara karnaval, dibandingkan baris berbaris, karnaval lebih seru. Tidak homogen seperti baris berbaris, yang berseragam sama. Namun, karnaval lebih warna warni dan kaya bentuk dan rupa. Ragam model orang, bangunan, sepeda hias dengan warna yang penuh memberi senang mata. Sejumlah konsep mengenai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini semacam kasus Gayus sampai konsep kebhinekaan ditampilkan dalam visualisasi. 

Bahkan yang lucu dan konyol menjadi daya tarik tersendiri. Itu lah karnaval, lebih variatif, sebuah hiburan jalanan mengusung tema kemerdekaan. Meski kadangkala ia melebar hingga politik. Namun masyarakat awam jelas terlihat sumringah dan bahagia dapat melihat ritual tahunan ini. (aksansanjaya)
  • i
Posting Komentar