Langsung ke konten utama

Kids Of Nation

Saya tak tahu bahwa pada 23 Juli kemarin adalah hari Anak Nasional. Namun tanpa sengaja, hari minggu pada 24 Juli, saya hunting bareng. Temanya HI. Lokasi nya ditentukan dari Air Hanyut hingga Matras. Berdua dengan teman, kami bermotor mencari obyek bidikan yang pas.
fosil perahu nelayan di kp nelayan sungailiat



Sore hari sekitar jam 3.30, langit kota Sungailiat berawan penuh.  Kadang menjadi gelap, sebab awan tampak mendung menutupi sinar matahari. Ketika lewat di daerah kampong pasir. Kami Cuma menemukan dermaga tua yang ada dua tiga kapal. Tak menemukan manusia. Hasil foto terasa hambar. We need something strong, giving good impact.

Itulah kami memutuskan ke kampong Nelayan, sebuah kampong yang berada di tepi kota Sungailiat. Dekat ia dengan pasar Sungailiat. Dan sepanjang jalan yang penuh gang itu, obyek2 foto HI tiada habisnya. Dari anak-anak bersepeda, bermain bola, berlari dan sebagainya. Orang-orang yang duduk, bergosip, rumah tua kayu. Air dan perlatan memancing. 

Dan kami memutuskan ke dermaga. Ke sebuah tempat dimana di kejauhan kami  lihat bangkai perahu nelayan teronggok terbenam air laut. Kerangkanya menyembul dari air laut, seperti fosil. Ini menarik. Itulah lalu, saya menemukan anak-anak ini. Tepatnya dua beradik yang menunggu mandi.

Ibunya beberapa kali memanggil untuk mandi, namun mereka asik dengan penutup fiber itu. berdayung-dayung di air. Air yang menggenangi sebagian rumah mereka. Tiang-tiang kayu rumah berjejer di area itu. didepannya, fosil perahu ambruk di terangi cahaya sore. Matahari bersinar merah, bulat dan pasti.

Sedang dua beradik itu asik dan semakin asik bercanda. Mereka riang, dan saya seolah menemukan bahagia tersendiri. Sesuatu yang coba saya ambil sebagian lewat foto ini. 

Saya pun berkesimpulan, mereka cuma anak-anak, akan seperti apa mereka nanti, adalah seperti halnya dunia yang sedang kita buat sekarang. Baik saat ini, baiklah mereka nanti. (aksansanjaya)

dua beradik

bermain kayuh sampan

berlari karena malu

mengambil penutup fiber

diatas dermaga

the four some

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.