Langsung ke konten utama

Sabut Kelapa, Riwayat mu

Menyebut sabut kelapa (Cocos nucifera) , tergambarkan kulit buah yang sehari-hari ditumpuk di belakang rumah. Nyaris dianggap sampah, yang kemudian dibakar. Namun sesuatu yang kecil dan sederhana sejatinya penentu untuk hal yang lebih besar.





Perajin  menjualnya seratus ribu per karung, sekitar seratus ikat sabut kelapa di dalamnya. Sabut-sabut kelapa ini hasil dari pembuatan kopra. Kulit buah ini tak dibiarkan begitu saja, sebab perajin lain akan memungutnya. Yang terkadang dibeli seharga 50 ribu untuk 14 arko. Lalu mereka rendam selama tiga bulan. kulit itu lalu akan berubah warna menjadi hitam dan bau. Masa setelah tiga bulan itu lah, ia akan diangkut dari air. Lalu siap untuk di pukul-pukul. Menjadi sabut kelapa.

Haja Nurhasanah, wanita 42 tahun ini kelahiran Madura. Pernah jadi TKW di Arab Saudi, Janda setelah menikah dua kali. Baru empat bulan ia menekuni pekerjaan ini. Ia tidak membeli kulit kelapa, namun ia ambil saja dari perajin kopra yang kebetulan saudara dengan nya. Rendamannya berjarak sekitar satu kilo dari rumahnya.

Hajah, merasa bahagia-tampak dari keramahannya dan kesederhanaannya. “saya bisa bahasa arab, jawa, banjar, semua saya ladeni, kecuali bahasa Bangka,’ ujarnya. Maklum ia baru di Bangka. 

Sabut-sabut hasil pukulannya, dijemur hingga kering. kemudian dipilin dalam ikatan seharga seribu rupiah. Dikumpulkan sebanyak mungkin hingga satu karung. Begitu seterusnya. Kalau ia kuat, pendapatannya bisa capai setengah juta per minggu.

Mereka tak bikin sapu atau sikat, nanti ada tauke yang yang datang, lalu membeli bekarung-karung sabut kelapa asal Gg Bintang kawasan Rambak Sungailiat ini. Proses selanjutnya ada di tangan perajin lain. Mereka adalah salah satu rantai produksi dari produk yang bernama sapu dan sikat, juga produk anakan yang lain. (aksansanjaya)

Komentar

Afif Amrullah mengatakan…
pertama, hasil jepretannya keren banget!
kedua, di kampung saya, sabut kelapa atau sambuk (dalam bahasa Bali) selain digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, juga dijadikan bahan bakar utama warung ikan bakar, karena biayanya lebih murah meski asapnya luar biasa. hehehe
bloggerbangka mengatakan…
trims bung afif komennnya, mencoba belajar moto ni.

memang kelapa adalah tanaman umum di indonesia, pemanfaatanya pun beragama. saya rasa kelapa tanaman yang akrab serta intim dalam budaya orang indonesia.
trims sudah berkunjung mas http://afifamru.blogspot.com/

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.