Langsung ke konten utama

Objek wisata Tanjung Tadah

Feature wisata berikut ditulis oleh sahabat saya, Hadi Mahmudah, Mahasiswa UBB

Objek wisata alam pantai dan hutan ini terletak di desa Air Menduyung Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Untuk mencapai objek wisata alam Tanjung Tadah bisa melalui jalur darat dan jalur laut. Bepergian dari Pangkal Pinang ke desa Air Menduyung lewat jalur darat hanya membutuhkan waktu tempuh sekira 2,5 jam. Pengunjung bisa membawa kendaraan pribadi berupa mobil atau sepeda motor, karena dari simpang Pelanggas ke desa air menduyung belum tersedia angkutan umum.


Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang indah, dengan bebatuan yang besar, berwarna putih kehitaman dan tersusun rapi di sepanjang pantai. Diantara bebatuan itu ada sebuah gua kecil yang digunakan masyarakat setempat untuk ritual. Bebatuan ini sangat unik seperti dipahat dan disusun oleh alam dan juga hutan rimbanya yang masih alami.

Selain pantai, Hutan rimba di Air Menduyung juga menawarkan keindahan bagi pengunjung yang mempunyai jiwa petualang. Lokasi bisa dicapai melalui jalur darat. Sepeda motor adalah satu satunya alat transportasi yang bisa digunakan, karena rute merupakan jalan setapak atau lebih dikenal dengan jalan kebun. Perjalanan dengan sepeda motor ditempuh 20 menit melewati kebun rakyat dan hutan rimba. Setelah itu pengunjung harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 300 meter. Daerah yang akan dilewati berupa hutan bakau yang berlumpur.

Perjalanan menuju objek wisata tanjung tadah ini dapat dikatakan akan sangat berkesan. Karena untuk mencapai objek wisata tanjung tadah tersebut, pengunjung benar-benar disajikan panorama alam yang luar bisaa indahnya,disebelah kiri dari jalan setapak yang dilalui adalah daerah perkebunan rakyat yang sangat asri. Perkebunan rakyat itu didominasi oleh kebun lada dan kebun karet. Selain kebun karet dan kebun lada terdapat juga kebun sayur dan kebun ubi. Sebelah kanan dari kebun rakyat tersebut adalah hutan lindung yang sangat terjaga keasliannya.




Selama dalam perjalanan,pengunjung dapat menikmati teduhnya hutan rimba. Karena hutan ini masih alami dan masih banyak pohon yang besar-besar. Pohon tersebut berdiameter sekitar dua pelukan tangan orang dewasa dengan tinggi diatas 30 Meter. Pengunjung akan ditemani nyanyian burung-burung yang indah. Pengunjung juga akan menemukan berbagai tanaman yang sulit dijumpai seperti anggrek macan. selain itu di hutan ini masih terdapat berbagai macam hewan seperti rusa, monyet, pelanduk, berbagai burung dan lain-lain.

Selain jalur darat,pengunjung bisa melalui jalur laut melalui dermaga Air Menduyung.para nelayan akan mengantar pengunjung dengan perahu. Perahu tersebut bisaanya digunakan oleh nelayan untuk mencari nafkah. Perjalanan ke objek wisata alam tanjung tadah akan memakan waktu sekira 30 menit. Perjalanan dari dermaga akan menyusuri sungai air menduyung. Panorama hutan bakau akan berkesan bagi pengunjung. Setelah itu perjalanan akan melalui pantai menuju tempat objek wisata alam Tanjung Tadah.

Sebaiknya pengunjung melaporkan diri terlebih dahulu ke perangkat desa atau warga. Hal ini bertujuan agar ada warga yang menjadi pemandu dalam perjalanan ke objek wisata alam tersebut. Pengunjung bisa berkomunikasi melalui HP setiap saat karena sinyal di desa Air Menduyung sangat bagus.

Setelah puas seharian menikmati objek wisata alam di tanjung tadah, pengunjung bisa membawa oleh-oleh hasil laut, baik dari hasil memancing sendiri atau membeli dari nelayan setempat. Pengunjung bisa membeli oleh-oleh khas dari desa Air Menduyung. Oleh-oleh khas desa Air Menduyung seperti udang,kepiting,kerang dan ikan bisa dibeli dengan harga yang murah.Selain itu pengunjung juga bisa membeli madu asli dari warga. Karena selain penghasil udang, desa Air Menduyung juga penghasil madu asli yang diperoleh dari hutan Rimba.***
Penulis adalah anggota Kelompok ST 7 Air Menduyung KKN Angkatan V Universitas Bangka Belitung
Anggota : M Bukhary, Hadi Mahmudah, Saipul, Khoirunisa, Taufan Irdani, Tuti Septriyani, Muslimin, Rohayani, Obi Sanjaya, Winda Eriyani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.