Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Terlalu banyak Bicara dan Seremoni

Saya teringat pada lagu Harry Mukti, yang kira-kira syairnya berbunyi, “jangan banyak kata ketika karam di hati..hanya satu kata…bla- bla…”. Ini untuk menggambarkan tabiat kita di bumi Serumpun Sebalai yang suka berseminar, berkumpul berkeluh kesah. Yang dikeluh kesahkan tak lain tak bukan, kondisi alam kita yang makin hari makin trengginas.

Trengginas karena ekses dari penambangan timah. Bentuk muka pulau ini jelas berkubang-kubang, jika dari atas melihat. Persis seperti kawah-kawah kecil di permukaan bulan. Diandai-andaikan,seperti itu meski saya belum pernah pergi ke bulan.

Saya juga tak harus berilustrasi seperti apa muka pulau ini, sebab deskripsi mengenai hal ini centang perenang diantara kita.

Persis seperti Harry Mukti tadi, gara-gara kondisi ini kita seperti orang panik, yang berteriak-teriak. Namun tak mengejar jambret yang kadung menghilang di balik gang sana. Kita lebih suka bernostalgia mengenai kelekak. Namun tak berniat mencangkul tanah.
Orang-orang pintar, tentu tahu baga…