Rabu, 08 September 2010

Kundi, Potret Dusun Pesisir yang Makmur

>Sebagai desa pesisir di Utara Bangka, Kundi hanyalah sebuah daerah pesisir antara yang berada di selat Bangka. Lebih tepat disebut kelurahan, sebab ada beberapa dusun didalamnya, diantaranya air menduyung, Lambu, Mandung. Untuk menuju ke desa ini, cuma satu jalur. Letaknya jauh menembus hutan lebat. Pantas bila disebut, desa terisolasi.

Bagi orang luar, mendengar kata isolasi, maka dipikiran, mereka berada digaris kemiskinan. Makan sehari sekali kadang tidak. Bersekolah pun tidak. Apalagi mempunyai rumah yang layak, yang ada dibenak kita mereka pastilah berumah dinding kulit kayu dan beratap ijuk. Namun, imaji ini sangat kontras ketika anda berbicara tentang dusun dalam konsep masyarakat Bangka Belitung.

Dusun bagi Bangka Belitung, merupakan penyebutan tempat saja. Dan sebagian dusun ini bagian besarnya, jauh dari kesan bawah diatas. Mereka punya rumah yang layak huni, tempat tinggal yang asri. Makan nasi, berlauk enak. Akses pendidikan yang mumpuni. Yang tak mereka punya adalah akses untuk hiburan. Kembali ke soal makan, lauk bisa jadi berlimpah apalagi untuk Kundi, yang berada di daerah pesisir.

Geografi Kundi yang berada di selat Bangka. Membuat laut sedikit dangkal, dan aliran sungai Musi menyebabkan laut keruh. Ini menjadi tempat tinggal yang cocok untuk udang dan kepiting. Hasil laut ini terkenal. Udang satang dalam ragam ukuran begitu menggoda mata.

Berdasarkan pengamatan, dusun atau desa di tempat ini tidak lah miskin-miskin amat hingga harus antri beras atau sembako dalam acara tertentu. Tidak seperti yang di tivi-tivi. Masyarakat Bangka Belitung tidak terbiasa dengan acara antri hingga pingsan itu. Bukan seperti itu memang sedari dulu.

Memang tak bisa dipungkiri, ada beberapa daerah yang boleh dikata sangat miskin. Namun semiskin-miskinnya penduduk Bangka Belitung, tak ada yang sampai menjadi pengemis atau gelandangan. Kalaupun ada, itu merupakan penduduk luar daerah yang sengaja datang ke Bangka.

Patutlah kita berbangga sebab, Bangka Belitung meski dihantam pertambangan sana sini, namun rakyatnya tetap tenang dan kondusif. Meskipun begitu, peran aktif elemen masyarakat tetap diperlukan bagaimana menjadikan daerah ini maju dan semakin berkembang.(aksansanjaya)





  • i
Posting Komentar