Langsung ke konten utama

Bukan Elegi

Kita berpendar suatu masa
Lepas setahun sejak pertama merona di dinding lusuh,
serta kursi lapuk hampir patah
Dunia dilingkupi awan biru bergumpal itu,
Pernah mencari pasti di debur Batu Dinding
Yah, lepas setahun ketika kita bersemu merah
Saling Berbalas…

Kita berjibaku dalam asa yang tersenggal
Seterusnya merintih dalam jarak,
Menjadi petualang di udara lembab tengah malam

Syahdan dalam drama monolog, Kita adalah aku dan bayangan
Bersemi diantara karang…jauh dari hiruk rumput laut dan tiram
Dalam diam…kita yang bersuka


Pernah kita berjarak diam, memilih rentang takdir masing
Kemudian berpura untuk acuh,
Meski kelabat bayang tetap kita nanti diwaktu yang jarang

Waktu menduakan, namun ia menyatukan
Dimana aku dan kamu menantang matahari pagi bulan ini
Untuk sesuatu yang jauh dari terma itu

Lalu kembali terdiam, mencoba meraba hati
Bicara pelan namun takut...diam yang menyakitkan...
Kita menahan rasa yang berat sambil menakar diri
Semacam perih...serasa luka sejuta kali

Tidak...bukan untuk perih atau elegi kali ini
Bukan perihal tercampakkan di jurang itu
Bukan tentang perjamuan terakhir, lepas itu mati

Ini untuk cinta yang bersarang...ia samar yang kadang memutih
Ia yang kita bela, namun dengan cara yang salah,
Seandai butir pasir laut itu, menderai halus...pelan...
Hampa ketika lewat angin laut yang bawa ia lari sedari pagi

Ini bukan sesaat, ini tentang kegelisahan masa depan,
Bukan tentang hampa terbawa angin pagi,
Aku menyayangimu, kala pertama mencari jemari di sore yang basah
Sebuah asa untuk lepas dan terbang kemana kita suka...berdua
. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.