Langsung ke konten utama

Plesir ke Pulau Nangka

aN aDVENtuRE to NANGKA

Pulau ini dibandingkan dengan pulau lain yang ada di Kabupaten Bangka Tengah lebih panjang enam kilometer, terletak di Kecamatan Sungai Selan antara pulau Bangka dan Pulau Sumatera. Pulau Nangka ini dihuni oleh 70 kepala Keluarga, dengan panorama pasir putih dan bebatuan yang indah juga banyaknya burung- burung yang beraneka ragam, bagi yang ingin berkunjung bisa mengunakan perahu atau spetboat dari desa Sungai Selan 2,5 jam atau lewat Dusun Tanjung Tedung Kecamatan Sungai Selan 20 Menit mengunakan perahu atau spetboat. Selain Nangka, ada dua pulau lagi, yakni pulau Gadung dan pulau Lampu

Bisa dibayangkan, bagaimana perahu adalah sarana transportasi yang sangat krusial untuk penduduk ini. Beberapa tahun lalu, masyarakat Nangka sudah bisa menikmati energy listrik karena dibantu solar cell dari pemprov. Umumnya penduduk bermatapencaharian nelayan. Pada tiap rumah berdinding papan, akan ditemui jaring dan bubung nelayan yang digantung di depan teras-teras. Beberapa penduduk juga ketika ditemui, sedang merangkai nilon menjadi jaring atau pukat.





Selepas Nangka, perjalanan kami lanjutkan namun mendung telah menggelayuti perjalanan. Untuk mencapai pulau selanjutnya, kelompok kecil sebanyak 30 orang ini berperahu memakan waktu sekitar 20 menit. Ketika jarak makin mendekat, gerimis yang tadi kini berubah hujan. Perlengkapan kamera menjadi target penyelamatan. Bagi yang mempunyai tas anti air, hal ini tak jadi masalah. Namun bagi yang ala kadarnya, kardus dan plastik kresek menjadi sambaran.

Mencapai Gadung, kami berleha sejenak melepas lelah selepas berlari dari beting. Perahu tak mampu mencapai darat, terpaksa berlari diatas pasir beting, sebelumnya menerjang ketinggian air selutut dalam jarak 100 meter. Gadung ini tidak didiami oleh penduduk. Pulaunya kecil, sekitar seluas dua kali lapangan bola.


Pulau ini menawarkan ragam landscape yang menawan. Ada semacam teluk kecil yang terletak di sebelah pulau kecil ini. Dengan pasir putih, dan dedaunan hijau, akan menambah pesona bagi pengunjung. Belum lagi beting, yang terhampar luas memanjang hingga menjorok sekitar 25 meter ke laut lepas. Beting, untuk menyebut pasir laut yang membentuk daratan sementara. Kalau untuk saat ini, bisa jadi akan terbentuk formasi lain. Hal ini mungkin disebabkan pengaruh gelombang laut.





Menginjak sore hari, kami bergegas ke pulau Lampu. Dalam cuaca mendung, selepas hujan, matahari sore tampak sekilas dibalik awan hitan. Ini menjadi background pulau Lampu, dan membentuk imaji tersendiri. Lampu disebut karena ada mercu suar. Merupakan peninggalan zaman Belanda. Ada beberapa rumah penjaga didirikan. Sebagian besi penopang atap atau terali, tampak berkarat, dan rumah papan beberapa tak bergenteng lagi. Menandakan jejak masa silam ini tidak berfungsi lagi. Untuk menuju ke lokasi, pengunjung harus naik bukit terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat, cukup menguras energy namun memberikan sensasi yang asik. (aksansanjaya)

Komentar

Mustika mengatakan…
wah cantik sekali gambar pulau nya pasti menarik sekali bisa wisata dan menenangkan diri di sana

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.