Minggu, 28 Maret 2010

Festival Ceria Imlek

>Berikut kutipan berita dari Bangka Pos. Mengenai festival ceria imlek yang baru diadakan kemarin. sumber foto dari aksansanjaya.

Festival Ceria Imlek Ceria 2010, hari ini (Sabtu, 27/2) malam, digelar di Air Kenanga, Sungailiat.Perayaaan Festival Ceria Imlek Ceria 2010 ini akan digelar di antaranya berupa replika naga sepanjang 300 meter, dengan kulit yang ditutupi 20 ribu kue keranjang.



“Kegiatan dalam rangka Imlek ini merupakan agenda pariwisata yang ada di Kabupaten Bangka,” ujar Asep Setiawan, Kabag Humas dan Protokol Setda Bangka kepada Bangka Pos Group, kemarin.

Asep mengatakan, festival Ceria Imlek ini, rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. Selain itu, kegiatan Festival Ceria Imlek ini akan dilakukan pencatatan rekor MURI terhadap replika naga sepanjang 300 meter, dimana terdapat 20 ribu kue keranjang, yang akan menjadi bagian dari kulit naga.

“Pembuatan replika naga dengan diameter 1,7 dan 2 meter serta kue keranjang ini menghabiskan dana sekitar Rp 149 juta,” ujarnya.Dilaksanakannya kegiatan ini, kata Asep, tentunya untuk melestarikan budaya yang ada di Bangka, sehingga antara pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung dalam pelestarian budaya.
“Kue ini akan dibagikan langsung kepada masyarakat selesai pencatatan rekor MURI itu. Kita berharap agenda ini akan meningkatkan daya tarik pariwisata di Kabupaten Bangka,” ucapnya.





Ia menambahkan, sebelum dilasanakannya pembukaan fastival Ceria Imlek, Sabtu (27/2) sore, akan dilakukan peresmian kelenteng Dharma Bakti yang ada di depan Bioskap Fajar Sungailiat.“Kelenteng tertua ini akan menjadi cagar budaya di Kabupaten Bangka,” ungkap Asep.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan ada parade seni budaya yang disuguhkan khusus untuk bapak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, dengan mengkolaborasikan sanggar seni budaya yang ada di Kabupaten Bangka dan juga grup-grup barongsai.



“Ada juga nyayian mandarin dan melayu, yang dikolaborasikan dalam satu paket, yakni pagelaran seni budaya daerah. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan pesta kembang api dan penampilan artis ibukota,” tutur Asep, sembari menyatakan antusias dan dukungan masyarakat dalam mendukung kegiatan Ceria Imlek ini sangatlah besar.
“Sementara support dari Kabupaten dan provinsi hanya sekitar 30 persenan,” ujarnya. (sas)
  • i

Selasa, 23 Maret 2010

Ribuan Warga Pesta Durian

>Acara semacam sedekah kampung, dengan mengadakan sedekah durian di desa air mesu pangkalan baru Bangka tengah, berikut foto hasil hunting bersama rekan2 FBI dan berita yang diambil (permisi) dari http://www.bangkapos.com

BELUM lama usai ditumpuk di sepanjang jalan Desa Airmesu menuju kawasan Bukit Trenggiling, belasan ribu buah durian yang dipersiapkan untuk sedekah durian habis diperebutkan, Minggu (24/1) petang.
Siapa saja, tua, muda, anak-anak, pria atau wanita boleh mengambil. Ada yang sekaligus ‘melarikan’ empat durian, malah ada yang lebih banyak lagi. Di pinggir-pinggir jalan, durian itu dibelah menggunakan parang secara bergantian, lalu disantap beramai-ramai oleh ribuan orang.

Mereka datang dari berbagai daerah di pulau Bangka, utamanya Bangka Tengah dan Pangkalpinang. Ada yang sengaja datang untuk makan durian gratis yang digelar masyarakat Desa Airmesu. Banyak pula dari warga yang kebetulan sedang melintasi jalan desa itu, lalu berhenti melihat keramaian. Mereka diminta turun dari kendaraan untuk bersama-sama menikmati buah berduri yang sedang membanjiri pelosok desa di Pulau Bangka.




Dalam tempo tak lebih dari satu setengah jam mulai sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh durian yang jumlahnya pastinya tak terhitung lagi itu tinggal biji dan kulit berserakan di sepanjang jalan dan pekarangan rumah warga.
Pesta durian di Airmesu ini terbilang unik karena baru pertamakali digelar di Pulau Bangka.

Dua hari dua malam, durian di Bukit Tenggiling, Gunung Teve -sebutan warga terhadap Gunung Mangkol- dan sekitarnya yang terkenal dengan sentra duriannya, sengaja ditahan. Durian itu tidak boleh dijual untuk mensukseskan hajatan desa. Oleh panitia acara, belasan ribu butir durian yang terkumpul dari pemilik kebun, dibeli dengan harga pada kisaran Rp 3.000 per butir.

Durian ukuran kecil hingga besar itu lalu diangkut dan ditumpuk di tengah jalan desa menuju Bukit Tenggiling sepanjang sekitar 300 meter. Satu tumpukan berisi puluhan durian. Bau khas yang keluar dari buah itu pun menyebar di sepanjang jalan desa.

Rencana semula, makan durian dilakukan bersama Bupati Bangka Tengah, H Abu Hanifah. Namun karena hujan dan banyaknya warga yang datang, makan bersama durian batal dilakukan. Saking tak sabarnya, warga langsung berebut mengambil sesukanya. Malah, hujan deras yang mengguyur Desa Airmesu sore itu, tidak dihiraukan lagi.
Di tengah riuh rendah warga berebut mengambil dan membelah buah durian, tak sadar lagi jalan desa pun macet total. Bupati yang datang beberapa saat kemudian, lalu makan di sebuah tenda yang disediakan panitia.




“Acara kita set santap duriannya dilakukan bersama Pak Bupati, tapi bagaimana lagi, orang sudah sebanyak itu. Tapi syukurlah, artinya antusias masyarakat sangat tinggi,” ujar seorang panitia sedekah durian kepada Bangka Pos Group, di Desa Airmesu.

Ketua Panitia Sedekah Durian Desa Airmesu, Elman Sugino Sastra menjelaskan, latar belakang acara ini tidak terlepas dari image Desa Airmesu sebagai penghasil durian.

“Sedekah ini salah satu wujud syukur atas melimpahnya hasil durian di desa kita tahun ini,” kata Sas, sapaan akrabnya.

Sebelas butir durian itu, hanya yang dipajang di pinggir jalan. Belum termasuk di rumah penduduk yang disiapkan khusus untuk sanak keluarga, kerabat dan teman-teman yang berkunjung pada hari itu. “Kita akan gelar acara serupa setiap musim durian. Nanti kita berencana mengundang MURI (Museum Rekor Indonesia--red) agar masuk rekor makan durian secara massal,” harap Sas.

Icon Wisata



Anggota Komisi B DPRD Bangka Tengah, Zamhari yang hadir pada kesempatan itu mendukung sepenuhnya acara makan durian bersama tersebut. Malah ia berharap dijadikan salah satu icon pariwisata Bangka Tengah, khususnya kuliner karena baru pertama kali digelar di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Momen ini sangat bagus, bisa dijadikan wisata kuliner khususnya buah-buahan, apalagi Airmesu yang dekat dengan Kota Pangkalpinang, wajar kalau harus mempersiapkan diri menjadi tujuan wisata. Belum lagi, adanya tiga hotel berbintang, peluang ini harus benar-benar dipikirkan pemda,” katanya seraya mengingatkan jangan lupakan fasilitas infrastruktur yang masih kurang.

Bupati Bangka Tengah, H Abu Hanifah juga menginginkan Bangka Tengah menjadi sentra buah-buahan di Babel. Untuk mendukungnya, Pemkab Bangka Tengah memberikan bantuan bibit rambutan, duku dan mangga. Saat ini Pemkab setempat juga sedang mempersiapkan pembibitan 10 ribu batang sukun. (slm/wan/ source : www.bangkapos.com)
  • i

Minggu, 21 Maret 2010

Low Light

>Malam2, mencoba melukis malam dengan low light...ini di depan rumah semoga bisa menjadi penghibur mata..







  • i

Kamis, 18 Maret 2010

Teluk Uber, Pantai Indah Sungailiat

>Seperti pantai-pantai lainnya di sepanjang pantai timur pulau Bangka, Pantai Teluk Uber ang terletak lebih kurang 17 km dari Kota Sungailiat dan memiliki luas 25 Ha, berbentuk teluk yang dibatasi oleh gugusan batu-batuan di sebelah kanan dan kiri. Bebatuan ini mengapit lebih kurang 300 m pasir putih yang empuk dengan riak gelombang yang lembut.
Di Pantai Teluk Uber ini juga sudah berdiri sebuah hotel dengan 10 kamar yang merupakan satu-satunya fasilitas yang terdapat di kawasan ini.

Dikala hari libur,pengunjung dari berbagai macam daerah yang ada di Bangka Belitung ramai menikmati keindahan alam di teluk ini. airnya jernih sangat cocok untuk mandi dan berenang. Pantai ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata yang menyegarkan.







  • i