Langsung ke konten utama

Pemuda Bangka dirikan HIMPA PUCUK IDAT

Peduli Lingkungan
Pemuda Bangka bentuk HIMPA Pucuk Idat


Sebanyak 40 muda mudi yang merupakan siswa siswi SMP, SMA/ SMK serta mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Bangka melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Tanjung Belayar desa Rambak Kecamatan Sungailiat pada minggu (17/1) kemarin. Selain bersih-bersih pantai, mereka juga melaksanakan kegiatan penghijauan lahan kosong di tepi pantai dengan menanam sekitar 100 batang pohon jenis Pinus, Pinang dan Kelapa.
Kegiatan tersebut adalah puncak dari kemah “Pengukuhan Pengurus Himpunan Pencinta Alam (HIMPA) Pucuk Idat” yang berlangsung pada Sabtu Minggu (16-17/1) kemarin. Bertempat di pantai Tanjung Belayar Rambak Sungailiat, para peserta yang berasal dari sejumlah sekolah dan PT tersebut dikukuhkan sebagai pengurus dalam organisasi yang baru dibentuk tersebut. Dalam susunan inti, Anshori Muslim,S.S.,M.Si didaulat sebagai Pembina, dan Alamsyah dikukuhkan sebagai Ketua HIPMA Pucuk Idat.





Menurut Alamsyah, selaku ketua, HIPMA didirikan dengan maksud untuk menghimpun pemuda agar secara bersama-sama peduli dan mau melestarikan lingkungan. Selain itu, pembentukannya juga bertujuan mendukung program pemerintah kabupaten Bangka dalam mempertahankan Adipura serta ikut mendukung program Visit Babel Archi yang baru saja digulirkan tahun ini.

HIMPA Pucuk Idat merupakan organisasi kepemudaan yang telah sah berbadan hukum. Untuk saat ini kesekretariatan dipusatkan di Jl. Senang Hati 5 Sungailiat. Kehadirannya diharapkan mampu membentuk kader-kader muda yang peduli pada pelestarian lingkungan. Sebab, diharapkan nanti para pengurus yang telah dilantik agar dapat membentuk kegiatan pencinta alam atau sejenis di sekolah masing-masing.




“ Berbeda dengan organisasi sejenis, HIMPA Pucuk Idat hadir dengan tekad untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, keanggotaannya terbuka untuk umum, jadi siapa saja boleh bergabung asal punya visi dan misi untuk melestarikan lingkungan.” ungkap Alam.

Alam juga mengharapkan agar pemerintah dapat mendukung sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. “Meskipun baru terbentuk, HIMPA Pucuk Idat berkomitmen untuk langsung terjun ke lapangan membenahi lingkungan minimal sebulan sekali,” tukasnya. (Penulis/ Wakil Ketua Bidang Humas HIMPA Pucuk Idat)

Komentar

denil mengatakan…
mang lagi nanem ape ik di syu ,btw mcm mne kbr pulau kite di sinu...agi bnyk dk urg gw ti.salam kngen kek pulau bangka
bloggerbangka mengatakan…
pulau kite bulong2 lah gik e, biar lah sering ade penghijauan, heee....Ti tetep ade e..ni lah sumber ekonomi e, pulang se ke Bnk...kite bangun bangka. aok urang ni nanem kelapo kek cemara
Anonim mengatakan…
Aslmkm,slamet pagi mang?kite bjumpa agi..dak bosen kan mang?hehe..
Btw ,bleh tnya dk,,
mamang/bpak slaen di bangka sering ke luar pulau dak. Men sering di mane ge amang sering bersingga,dan ape tujuan e..
Q jd prihtin kek kondisi pulau kite,q takut tengglem d air kulong ti.hehe
Anonim mengatakan…
Sore mang,ape kbr bangka suat ne,ada kemajuan ape dk dari sebelum e.

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.