Langsung ke konten utama

Kuil Shoulin di Rebo



Mencoba untuk menikmati suasana alam di Sungailiat menjadi hal yang menyenangkan. Tentu saja tujuan utama adalah daerah kawasan pantai timurnya yang memanjang dari dari pantai Rebo hingga Matras. Bila pada hari libur, kawasan tersebut dikunjungi oleh beragam masyarakat sedari muda mudi hingga anak-anak dan orang tua. Sungailiat seperti daerah lainya di pulau Bangka memang menawarkan pantai yang eksotik.


Karena dekat dan sedikitnya pilihan tempat wisata, pantai di pulau Bangka jadi favorit untuk menghabiskan waktu senggang. Acara kunjungan bisa berupa bakar-bakar ikan, dalam istilah nya barbeque, dengan ikan kembung atau kerisi yang jadi menu utama. Lantas dipadu padankan dengan saos atau sekedar garam cabai. Sederhana memang, namun bila dikonsumsi di tepi pantai, menu itu tak terbayangkan lezatnya ditambah lagi dengan bersama teman atau keluarga.

Untuk para pengunjung, selain mengunjungi tempat yang sudah ada, sebenarnya masih ada tempat atau titik pantai yang masih tersembunyi. Dari kawasan pantai timur Sungailiat tersebut, tidak setiap orang sudah menjajaki titik demi titik pantainya. Bila anda berjalan dari titik pantai pesona, ada sebenarnya jalan tikus dan jumlahnya lumayan banyak untuk dimasuki. Kita kadang kala tidak akan tahu seperti apa nanti. Namun hal ini yang bikin penasaran. Seperti menebak-nebak sambil berharap menemukan pantai yang eksotik.



Bila beruntung, anda akan menemukan lokasi sempit, namun meminjam kata, ia amazing dan fascinating. Akan ada sebuah pantai kecil, diapit bebatuan granit sana sini seolah menutupi. Ada rumput seperti permadani menjalar dan merambat di tanah membentuk selimut hijau. Pohon khas pantai berduri itu tumbuh diantaranya. Duduk diatas rumput, tak perlu alas, karena dijamin bersih dan alami. Sedang panorama didepan, biru laut membawa angin pantai sepoi-sepoi. Bikin segar hati, kata seorang teman.

Kawasan pantai arah timur Sungailiat, ditandai dengan bukit berhijau di sebelah. Jalanan pun mendaki kadang menurun. Berbelok atau lurus saja. Berkendara pagi atau sore hari sangat menyenangkan. Anda bisa membayangkan sendiri tentunya

Itu mungkin mengapa, dibangun sebuah kuil Shoulin di puncak bukit di kawasan itu. Selain tempat beribadah nanti, adanya rencana jalan lingkar timur memberikan akses bagi wisatawan untuk berkunjung. Ini yang diplot sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Daerah. Namun untuk saat ini kuil yang dibangun hasil urunan sejumlah pengusaha dan pemerintah tersebut belum lah rampung seratus persen.

Jika memperhatikan sekilas, ia akan sangat megah. Menghadap ke laut lepas agak menjorong ke depan. Tinggi dan gagah diharapkan. Meski begitu, tempat ini sudah dijadikan destinasi bagi warga sekitar. Untuk duduk santai di halaman depan sambil melihat panorama alam tentu mengasikkan. Semoga nanti ia menjadi ikon kawasan ini pada masa depan.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.