Kamis, 07 Januari 2010

DESEMBER MALAM INI

>Ada yang meminta menanggalkan periuk
Tempat kita menanak nasi
Lalu beranjak kita menuju peraduan
Tempat dimana bintang bercahaya putih kemilau
Menembus kelambu

Terdiam
Aku tak bisa bicara banyak karena leher tercekik
Mata ku memudar dalam pandang yang remang-remang
Dada seperti disesaki dan kulitku kering

Meranggas
Mengapa kau bilang ini indah ketika aku terkulai
Seperti hendak didatangi tukang kredit yang tersenyum malu diambang pintu
Seperti bersisi dengan Jack Dawson ketika bahtera itu retak dan tenggelam
Yang ternyata hanya mendapatkan beku

Sendiri
Bukan kata semata yang lewat dalam karnaval tiap tahun
Jika kemudian pasrah dalam kata riuh rendah itu
Sepi adalah pengecualian diantaranya
Teriakan kata tidak untuk sendiri meskipun sekedar karnaval yang jarang

Kelambu kita bergoyang lembut ketika angin barat menjelma dalam tangan halus
Kita kedinginan tapi tidak untuk menyepi lagi

Boleh kita haramkan saja kata-kata itu meracuni diri saja
Sebab ketika ia keluar dari konsep sepi, anakannya seribu busur terbang riuh rendah juga
Melayang layang dibawa angin barat, teman
Itu lah sebabnya malam ini
Mungkin

Engkau mengajakku menyepi tapi tidak untuk sedih
Ada cahaya kerlap kerlip diatas kita
Terang benderang
Paling tidak untuk musim tahun ini
Desember…akhir desember tahun ini.

DD Station,
After On Air yang lapar….
December 29th 2009
  • i
Posting Komentar