Langsung ke konten utama

DESEMBER MALAM INI

Ada yang meminta menanggalkan periuk
Tempat kita menanak nasi
Lalu beranjak kita menuju peraduan
Tempat dimana bintang bercahaya putih kemilau
Menembus kelambu

Terdiam
Aku tak bisa bicara banyak karena leher tercekik
Mata ku memudar dalam pandang yang remang-remang
Dada seperti disesaki dan kulitku kering

Meranggas
Mengapa kau bilang ini indah ketika aku terkulai
Seperti hendak didatangi tukang kredit yang tersenyum malu diambang pintu
Seperti bersisi dengan Jack Dawson ketika bahtera itu retak dan tenggelam
Yang ternyata hanya mendapatkan beku

Sendiri
Bukan kata semata yang lewat dalam karnaval tiap tahun
Jika kemudian pasrah dalam kata riuh rendah itu
Sepi adalah pengecualian diantaranya
Teriakan kata tidak untuk sendiri meskipun sekedar karnaval yang jarang

Kelambu kita bergoyang lembut ketika angin barat menjelma dalam tangan halus
Kita kedinginan tapi tidak untuk menyepi lagi

Boleh kita haramkan saja kata-kata itu meracuni diri saja
Sebab ketika ia keluar dari konsep sepi, anakannya seribu busur terbang riuh rendah juga
Melayang layang dibawa angin barat, teman
Itu lah sebabnya malam ini
Mungkin

Engkau mengajakku menyepi tapi tidak untuk sedih
Ada cahaya kerlap kerlip diatas kita
Terang benderang
Paling tidak untuk musim tahun ini
Desember…akhir desember tahun ini.

DD Station,
After On Air yang lapar….
December 29th 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.