Senin, 25 Januari 2010

Kuil Shoulin di Rebo

>

Mencoba untuk menikmati suasana alam di Sungailiat menjadi hal yang menyenangkan. Tentu saja tujuan utama adalah daerah kawasan pantai timurnya yang memanjang dari dari pantai Rebo hingga Matras. Bila pada hari libur, kawasan tersebut dikunjungi oleh beragam masyarakat sedari muda mudi hingga anak-anak dan orang tua. Sungailiat seperti daerah lainya di pulau Bangka memang menawarkan pantai yang eksotik.


Karena dekat dan sedikitnya pilihan tempat wisata, pantai di pulau Bangka jadi favorit untuk menghabiskan waktu senggang. Acara kunjungan bisa berupa bakar-bakar ikan, dalam istilah nya barbeque, dengan ikan kembung atau kerisi yang jadi menu utama. Lantas dipadu padankan dengan saos atau sekedar garam cabai. Sederhana memang, namun bila dikonsumsi di tepi pantai, menu itu tak terbayangkan lezatnya ditambah lagi dengan bersama teman atau keluarga.

Untuk para pengunjung, selain mengunjungi tempat yang sudah ada, sebenarnya masih ada tempat atau titik pantai yang masih tersembunyi. Dari kawasan pantai timur Sungailiat tersebut, tidak setiap orang sudah menjajaki titik demi titik pantainya. Bila anda berjalan dari titik pantai pesona, ada sebenarnya jalan tikus dan jumlahnya lumayan banyak untuk dimasuki. Kita kadang kala tidak akan tahu seperti apa nanti. Namun hal ini yang bikin penasaran. Seperti menebak-nebak sambil berharap menemukan pantai yang eksotik.



Bila beruntung, anda akan menemukan lokasi sempit, namun meminjam kata, ia amazing dan fascinating. Akan ada sebuah pantai kecil, diapit bebatuan granit sana sini seolah menutupi. Ada rumput seperti permadani menjalar dan merambat di tanah membentuk selimut hijau. Pohon khas pantai berduri itu tumbuh diantaranya. Duduk diatas rumput, tak perlu alas, karena dijamin bersih dan alami. Sedang panorama didepan, biru laut membawa angin pantai sepoi-sepoi. Bikin segar hati, kata seorang teman.

Kawasan pantai arah timur Sungailiat, ditandai dengan bukit berhijau di sebelah. Jalanan pun mendaki kadang menurun. Berbelok atau lurus saja. Berkendara pagi atau sore hari sangat menyenangkan. Anda bisa membayangkan sendiri tentunya

Itu mungkin mengapa, dibangun sebuah kuil Shoulin di puncak bukit di kawasan itu. Selain tempat beribadah nanti, adanya rencana jalan lingkar timur memberikan akses bagi wisatawan untuk berkunjung. Ini yang diplot sebagai destinasi wisata oleh Pemerintah Daerah. Namun untuk saat ini kuil yang dibangun hasil urunan sejumlah pengusaha dan pemerintah tersebut belum lah rampung seratus persen.

Jika memperhatikan sekilas, ia akan sangat megah. Menghadap ke laut lepas agak menjorong ke depan. Tinggi dan gagah diharapkan. Meski begitu, tempat ini sudah dijadikan destinasi bagi warga sekitar. Untuk duduk santai di halaman depan sambil melihat panorama alam tentu mengasikkan. Semoga nanti ia menjadi ikon kawasan ini pada masa depan.***
  • i

Kamis, 07 Januari 2010

DESEMBER MALAM INI

>Ada yang meminta menanggalkan periuk
Tempat kita menanak nasi
Lalu beranjak kita menuju peraduan
Tempat dimana bintang bercahaya putih kemilau
Menembus kelambu

Terdiam
Aku tak bisa bicara banyak karena leher tercekik
Mata ku memudar dalam pandang yang remang-remang
Dada seperti disesaki dan kulitku kering

Meranggas
Mengapa kau bilang ini indah ketika aku terkulai
Seperti hendak didatangi tukang kredit yang tersenyum malu diambang pintu
Seperti bersisi dengan Jack Dawson ketika bahtera itu retak dan tenggelam
Yang ternyata hanya mendapatkan beku

Sendiri
Bukan kata semata yang lewat dalam karnaval tiap tahun
Jika kemudian pasrah dalam kata riuh rendah itu
Sepi adalah pengecualian diantaranya
Teriakan kata tidak untuk sendiri meskipun sekedar karnaval yang jarang

Kelambu kita bergoyang lembut ketika angin barat menjelma dalam tangan halus
Kita kedinginan tapi tidak untuk menyepi lagi

Boleh kita haramkan saja kata-kata itu meracuni diri saja
Sebab ketika ia keluar dari konsep sepi, anakannya seribu busur terbang riuh rendah juga
Melayang layang dibawa angin barat, teman
Itu lah sebabnya malam ini
Mungkin

Engkau mengajakku menyepi tapi tidak untuk sedih
Ada cahaya kerlap kerlip diatas kita
Terang benderang
Paling tidak untuk musim tahun ini
Desember…akhir desember tahun ini.

DD Station,
After On Air yang lapar….
December 29th 2009
  • i