Selasa, 20 Oktober 2009

On Indonesian Independence Day

>Indonesia now at 64th day. Every Year, there will be annual celebrating, a carnaval on the main street at cities in Indonesia, Gerak Jalan, Panjat Pinang, and other fun games were held in a week.

Here, I capture some of moments, on shiny day, a carnaval was held in Pangkalpinang street, there were many caravans and atributes in any themes.








  • i

Kamis, 08 Oktober 2009

bangkanet: Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010

>bangkanet: Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010
  • i

Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010

>Sukses Babel Archi 2010 lewat Blogging


Indonesia pada tahun 2011 nanti ditargetkan sebagai tahun kunjungan wisata. Sekitar 6,1 juta pelancong diharapkan berkunjung ke negeri ini. Bangka Belitung pun tak ketinggalan. Meski terbilang provinsi belia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berinisiatif mencanangkan program kunjungan wisata, lantas muncullah program Visit Babel Archi 2010.

Inventarisasi potensi wisata pun gencar dilakukan. Promosi melalui media massa juga digiatkan. Sekarang masyarakat awam boleh jadi sangat mengenal istilah Visit Babel Archi 2010. Sebuah program yang memang dan sengaja diposisikan untuk menggalakkan kepariwisataan di negeri Laskar Pelangi ini.

Target wisatawan tentu saja tidak terbatas untuk orang Indonesia saja. Mendatangkan wisatawan dari segala penjuru dunia adalah target idealnya. Maka ketika berbicara perihal promosi, selayaknyalah promosi itu menggunakan media yang mampu menyampaikan informasi secara massif dan efektif tanpa batasan geografis dan waktu.

Pilihan media promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi, yakni internet lalu jadi pilihan utama. Pemerintah daerah pun lantas berbenah dengan meluncurkan situs resmi semacam http://www.pemprovbabel.ac.id atau http://www.visitbangkabelitung.com/ serta sederet situs-situs pemerintah daerah tingkat II lainnya. Kehadirannya selain sebagai situs informasi daerah, juga sebagai sumber informasi program Babel Archi tersebut. Makanya, tak heran konten/ muatan isi situs sebagian berupa informasi materi kepariwisataan, dari mulai tempat wisata, cinderamata hingga akomodasi penginapan.

Ternyata ihwal mempromosikan daerah tak hanya dilakukan oleh situs resmi tersebut. Sebab jika anda mengklik, kata Bangka, Bangka Belitung, atau kata-kata lain bertema sama, kita akan menemui sejumlah situs lain yang menawarkan ragam informasi tentang segala hal dari provinsi ini. Termasuk potensi wisatanya, dari mulai foto tempat wisata hingga ragam kulinernya.

Sumber informasi ini sebagian besar berbentuk web blog, atau kadang disingkat blog. Adanya penggiat blog (blogger) yang ternyata memusatkan perhatiannya dalam promosi Bangka Belitung merupakan fenomena tersendiri. Fenomena itu makin menggejala akhir-akhir ini. Meski tampaknya semacam “terlewatkan “ dalam perhatian awam.

Karenanya ketika mengatakan bahwa masyarakat belum mendukung sepenuhnya program Visit Babel Archi ternyata tak benar juga. Sebab ada individu bagian dari masyarakat yang menggiatkan diri dalam sebar menyebar potensi alam Bangka Belitung. Mereka adalah blogger dengan ragam tema seperti diatas, content_nya khas Bangka Belitung. Kehadirannya tak seperti media massa seperti koran atau media elektronik lain, namun eksis di sejumlah situs pencari, semacam google dan yahoo.
Pertanyaannya lalu, apakah blogger lokal mampu berperan dalam proses promosi potensi daerah sendiri, terutama potensi wisata Bangka Belitung ?, sejauh mana efektifitas blog sebagai media promosi ?, Apakah eksistensi para blogger Bangka Belitung ini dapat dianggap sebagai sebuah kekuatan (strength) meminjam istilah manajemen SWOT untuk mengukur kemampuan proses berpariwisata kita?
Internet adalah perkembangan teknologi yang memungkinkan manusia benrinteraksi secara cepat dan massif. Penggunanya yang mencapai angka 1,5 Milyar adalah pasar yang siap disuguhi ragam informasi. Untuk Indonesia sendiri , netter user mencapai 30 juta lebih. Sebuah angka yang mestinya bertambah untuk tahun-tahun mendatang berkat dukungan operator yang makin menguat. Penetrasi internet kini bahkan mencapai pedalaman Indonesia. Sebuah hal yang menggembirakan.
Blog singkatan dari “web blog” sebuah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan (posting) pada sebuah halaman web umum tersebut fungsinya sangatlah beragam dari area curhat-curhat hingga kampanye sebuah partai politik, dari bersifat personal hingga umum.
Bicara tentang blog, kita berbicara tentang perkembangannya yang luar biasa, tahun 2007 ada sekitar 300 ribu blogger yang eksis di Indonesia, menginjak akhir 2008, jumlah blogger yang terdeteksi sedikitnya 600 ribu orang. Predikasi bahwa hingga akhir 2009, ada sejuta blogger di Indonesia makin mendekati. Missal, sejak diakuisisi Google.com pada akhir 2002 lalu, Blogger.com milik PyraLab tersebut ternyata mengglobal dan perkembangannya seakan tak terbendung baik dari pengguna maupun fitur-fitur didalamnya.
Peningkatan jumlah ini seiring dengan kemudahan akses internet. Terlebih, tambahan kuantitas dari pengguna internet baru, yaitu kaum muda, turut memperbanyak angka pengguna blog. Rata-rata penggiat blog adalah kaum muda, yang memang tumbuh dari lingkungan dunia digital beserta devicenya. Mereka tumbuh menjadi digital massive, aktif menjelajahi blogosphere (dunia blog). Mereka adalah produsen sekaligus konsumen dalam aktivitas blogging ini.
Bicara blog, tentu tak hanya blogger.com, masih ada semacam wordpress.com atau multiply.com. Meski beragam, tapi semuanya sama yakni berhubungan tentang personal karakter. Sebab blog murni dibuat berdasarkan pribadi masing-masing. Fakta ini lalu menyadarkan kita bahwa informasi tidak semata-mata milik pelaku media massa resmi atau sebuah institusi berbadan hukum.
Bisa dipahami aktivitas nge_blog lantas melahirkan citizen journalism. Sebuah istilah untuk mengungkapkan betapa tiap-tiap pribadi berkemampuan sebagai produsen informasi bagi masyarakat luas. Tidak perlu berasal dari sebuah institusi, atau sebuah lembaga pemerintah maupun institusi swasta bonafid sekalipun. Citizen journalism, sebuah masa dimana setiap orang bisa menjadi penyampai informasi.

Menilik sejumlah fakta diatas, penggiat Blog dalam kapasitasnya jelas sangat berperan dalam mensukseskan program Visit Babel Archi 2010. Hubungannya dengan promosi wisata Bangka Belitung jelas sangat terkait. Kemampuan blogger sebagai produsen informasi sekaligus konsumen hampir menyamai kemampuan sebuah web site resmi milik pemerintah. Sebuah blog bisa mengglobal dan jadi sumber informasi utama dalam dunia maya. Terlebih bila melihat trend pengguna internet yang makin meluas dan merata seperti diatas.
Salah satu yang membuatnya mengglobal adalah “hukum blogger” yakni perbanyak silaturahmi, akan mendatangkan rejeki, datangnya ilmu juga peningkatan trafik pengunjung. Hukum positif disini berlaku, siapa yang banyak membantu, dia juga akan banyak dibantu, siapa yang banyak memberi/ share dialah yang akan mendapat share dari orang lain. Lagian silahturahmi ciri khas orang Melayu seperti Bangka Belitung.

Sebuah web ataupun blog dipandang efektif jika mampu mendatangkan sebanyak mungkin pengunjung. Traffic Rank nya tinggi. Semakin tinggi pengunjung, jelas menunjukkan kemampuan blogger tersebut yang mumpuni. Semakin banyak yang membaca, jelas semakin banyak informasi yang tertanam di benak pengunjungnya.

Ketika seorang blogger meng_upload sebuah foto pantai Tanjung Pesona. Dalam dunia maya, foto tersebut punya seribu kesempatan untuk diakses oleh masyarakat dunia, saat itu juga dan kapan pun. Ketika sebuah feature tentang objek wisata di posting dalam sebuah blog, dia punya kesempatan yang sama untuk dibaca oleh semua orang dari belahan dunia manapun. Yang terjadi adalah penguatan informasi bahkan bisa adanya penambahan informasi.

Lantas sejauh mana efektifitas sebuah blog dalam mempersuasi pengunjung. Dalam komunikasi, perubahan bisa dilihat dari tiga macam, yakni perubahan pengetahuan, perubahan sikap hingga ke perubahan prilaku. Idealnya perubahan ketiga yang diharapkan. Ini artinya bukan saja para pengunjung jadi tahu tentang potensi wisata Bangka Belitung, namun mereka jadi tergerak hati untuk datang berkunjung.

Bila ada ratusan blog berbicara tentang keindahan alam daerah ini, semisal Tanjung Penyusuk maka ratusan informasi tentang itu akan saling menunjang dalam membentuk imagi pengunjung. Kekuatan penetrasi semacam ini jelas akan sangat mendukung adanya perubahan prilaku seperti diharapkan. Blog kemudian jelas sangat efektif.

Sekedar sharing, ketika berbicara efektifitas, yang menjadi titik perhatian pertama adalah karakter utama blogger dalam menaikkan ranking blognya. Sebab pribadi penggiat blog berbeda-beda dalam memandang arti kehadiran blog buatannya. Jika rajin silahturahmi maka lalu lintas pengunjung akan tinggi. Jika rajin tukar menukar link juga mampu menaikkan trafik pengunjung. Istilah blogosphere, yakni kumpulan web blog juga muncul dari aktivitas ini.

Makin efektif lagi jika blogger memanfaatkan fitur yang terdapat dalam sebuah blog. Seperti fitur ruang komentar. Fitur ini memungkinkan pembaca bisa berinteraksi langsung dengan cara berkomentar, bertanya dan sejenisnya yang terdapat di bawah masing-masing posting. Hal yang yang membedakannya dengan situs web biasa. Jika situs web biasa lebih merupakan “arsip”, maka blog lebih merupakan “percakapan”.

“Percakapan” di sini bukan sekadar berarti interaktivitas blogger dan pembaca blog (blog reader) di ruang komentar, tapi juga berarti saling keterkaitan dan pertautan pranala (link) — thanks to fitur yang memungkinkan dilakukannya track-back, ping, feed dan seterusnya. Bisa dimungkinkan juga ada konsultasi mengenai kepariwisataan. Promosi personal bisa dibangun dari sini.

Kedua adalah penguatan materi dan segmentasi. Selain akan meningkatkan akuntabilitas, segmentasi juga akan memberi nilai lebih pada informasi yang diberikan. Semakin bisa dipercaya berita yang diposting maka akan lebih bernilai ia bagi pengunjung. Prinsip orisinalitas yang bukan asal kutip atau link dari blog lain juga semakin memperkaya informasi.

Segmentasi juga diperlukan untuk memberi fokus pada blog. Misal blog yang khusus bertema fotografi, cerita perjalanan, blog tentang aneka masakan kuliner, atau blog biro wisata, blok cerita perjalanan ke tempat wisata Bangka Belitung. Segmentasi juga memungkinkan adanya semacam “pembagian tugas”. Sekaligus menyeimbangkannya dengan kemampuan para blogger sendiri.

Ketiga adalah konsistensi dan kontinuitas. Faktor ini lebih kepada persoalan internal blogger sendiri. Persoalan apakah blog ini bertahan seumur jagung, karena ikut-ikutan atau cuma sekedar singgah dan mencoba pada akhirnya juga akan sia-sia. Namun jika memang giat dan benar-benar fokus pada pengembangan blog. Kehadirannya jelas akan memberi nilai tersendiri.

Konsistensi akan melahirkan upaya terus menerus agar blog yang telah dibuat mampu memberikan informasi atau materi yang tematik. Sehingga konten lalu bisa menjadi rujukan yang komunikatif bagi browser maya. Di sisi lain, yakni faktor kekerapan / kontinuitas juga menjadi penting untuk membuat blog agar mampu terus up date sehingga terus dikunjungi oleh pengunjungnya.

Terakhir adalah pada usaha penguatan peran blogger. Pembentukan komunitas blogger Bangka Belitung jadi opsi yang cukup strategis. Komunitas ini lah yang bisa menjadi pendukung situs pariwisata tersebut. Seperti ungkapan, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Ungkapan ini mensyaratkan perlunya kesadaran kolektif akan pentingnya nilai bersatu. Bersama-sama untuk mempromosikan potensi wisata sendiri.

Banyak hal untuk membuat blog lebih bernilai dan efektif. Sebab kunci keberhasilan sebuah blog adalah statisitik pengunjung yang makin meningkat. Data itu lalu yang menjadi indikator seberapa jauh blog itu berperan sebagai sumber informasi bagi orang lain.

Meski seringkali blog dibuat dengan tujuan, yang beragam sedari unjuk diri, media promosi hingga mencari keuntungan dengan bergabung dengan grup penjualan seperti google adsense, atau sejenisnya. Namun terlepas dari motifnya, kemunculan blog mengenai promosi wisata Bangka Belitung, sepatutnya lah menjadi sebuah kebanggaan bagi daerah. Meski minoritas, sebab pengguna internet di wilayah sendiri yang masih terbatas namun bukan menjadi sebuah halangan.

Pantai-pantai eksotik di wilayah Bangka Belitung banyak dipublish dalam blogger lokal, seperti contoh di multiply dan blogspot. Begitu pula dengan sejumlah tempat wisata, aneka masakan kuliner, adat istiadat, atau potensi wisata lainnya. Informasi bisa dikemas dengan beragam cara. Dari pengalaman pribadi hingga sebagai seorang pemburu berita. Pemerintah sepatutnya bangga dengan kemunculan blog yang mengemas kekayaan alam wisata Bangka ini.

Pemerintah juga tak berarti lepas tangan.. Modal mentah ini sebenarnya bisa dikerahkan sebagai salah poin dalam elemen strength pada pola manajemen SWOT. Berbicara tentang peran lebih lanjut, Pemerintah juga bisa mengadakan kompetisi blog Bangka, atau semacamnya. Yang bertujuan selain memotivasi para blogger lokal juga memperkuat penetrasi informasi secara tidak langsung.

Kata Sandra Ball_Rokeach dan Melvin De Fleur dalam Dependency Theory_nya, semakin seseorang tergantung pada sebuah media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting utnuk orang itu. Ada hubungan yang integral antara pengunjung dengan blog. Ketika pengunjung merasa bahwa sebuah blog mampu memberikan informasi yang bernilai maka ia “berlangganan erat” dengan blog tersebut.

Dengan tidak bermaksud meniadakan peran elemen atau institusi yang lain, Penulis yakin kehadiran blog dalam tema kepariwisataan dapat menjadi penguat sekaligus bahkan garda depan dalam usaha mensukseskan program Visit Babel Archi 2010 secara global. ***

dimuat di harian Babelpos edisi tanggal 7-8 Oktober 2009.
  • i

Rabu, 07 Oktober 2009

Fashion Melayu Bangka Belitung

>Cual as Local Wisdom

Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Untuk kain hasil tenun selama 3-4 bulan berbahan dasar sutra, harga itu masuk akal. Motifnya beragam, dari Bebek dan K.Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, K.Setangkai dan K.Rukem, Bebek Setaman, K.Rukem Berantai dan K.Setaman, K.Gajah besar dan K.Gajah kecil, Kucing tidur, Bebek-bebekan, Naga bertarung hingga yang terkenal motif Kembang Kenanga.

Sempat dianggap kuno selepas kemerdekaan Republik Indonesia, Cual, kain tradisional masyarakat Bangka Belitung kembali dilirik, naik pamor bahkan dibajak. Usianya tua, hampir seabad lebih. Dulunya, dipergunakan sebagai pakaian kebesaran di kalangan bangsawan, pakaian pengantin, pakaian yang dipakai pada hari kebesaran dan acara adat lainnya.

Proses tenun dan pembuatannya sangat rumit. Bahan-bahannya pun terbilang mahal, sebab ada corak benang emas seberat 18 karat yang diikatkan di kainnya. Bagi yang terampil perlu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan satu produk kain. Lain bagi pemula yang perlu satu bulan, untuk hasil tenun kain seukuran dua meter.

Bahkan untuk kualitas satu (sehelai benang pakan) berbahan baku sutra tanpa campuran dibutuhkan waktu pengerjaan satu hingga empat bulan. Selain sutra, perajin juga mempergunakan bahan dasar polyster, sutra campur katun, serta kayu dan benang emas.

Cual, warisan leluhur orang melayu pada dasarnya adalah kain tenun seperti songket, Bewarna cerah dan menyala khas kain tradisional melayu. Terkadang mirip dengan kain songket Palembang. Namun Cual lebih luwes, halus dan memiliki banyak lengkungan serta selalu dihiasi motif flora dan fauna. Warna celupan benangnya bahkan tidak akan berubah. Motif gambar bunga mawar, teratai, nanas, burung, ikan, kupu-kupu itu akan timbul dari kejauhan bila dipandang.

Seiring perkembangan teknologi, selain ditenun, ia juga dicetak. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Maklum trend batik Cual, tidak saja bersenandung di lokal, namun sudah meng_internasional pula. Kini beberapa motifnya bahkan ada telah dimodifikasi dibajak oleh beberapa industri kain dan garmen. Motif-motif itu kemudian diproduksi massal melalui teknologi printing, bukan ditenun seperti aslinya.

Motif bajakan itu sempat beredar di Jakarta dan kota besar lainnya. Alhasil perajin lokal Bangka Belitung pun tak bisa berkutik. Outlet perajin pun sempat mengalami penurunan omzet. Ditambah lagi dengan tiada Hak Paten membuat persaingan makin tidak menentu. Namun trend orisinalitas, kembali pada tenun asli membuat keadaan itu tidak berlangsung lama. Orang ternyata lebih suka pada kain yang ditenun.

Untuk menghindari pencurian motif serta pembajakannya, sejumlah perajin lokal lalu mengurus hak paten. Perajin lokal seperti Koperasi Tenun Cual Maslina Yazid misalnya telah mematenkan motif Kembang Kenanga, Bebek dan K.Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, K.Setangkai dan K.Rukem, Bebek Setaman, K.Rukem Berantai dan K. Setaman. Berkat keindahan motif tersebut, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pun sempat membeli kain cual motif kuno karya perajin asal Bangka ini pada kesempatan pameran di Jakarta beberapa waktu silam.


Soal harga kain tenun cual sangat bervariatif tergantung kualitas dari kain tersebut dan jumlah benang yang digunakan. Untuk kualitas nomor satu biasanya menggunakan satu helai benang sehingga pengerjaannya lebih lama namun kualitas yang dihasilkan sangat memuaskan yaitu kain lebih halus. Untuk kualitas kain tenun nomor satu harga yang ditawarkan mulai dari Rp.7 juta hingga Rp.18 juta sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp.2,5 juta hingga Rp.5 juta ke atas, untuk kelas nomor tiga harga berkisar Rp.1,2 juta sampai Rp.1,8 juta.

Orang Bangka kini tampaknya mulai sadar akan warisan budaya ini. Menurut Gubernur, Kerajinan kain cual merupakan simbol kebudayaan Melayu di Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan. "Kerajinan kain cual ini adalah kebudayaan lama yang merupakan simbol Melayu yang harus dilestarikan menjadi kerajinan khas masyarakat `Serumpun sebalai ini`," kata Gubernur Babel, Eko Maulana Ali suatu ketika.

Harus ada kesadaran yang tinggi dalam melestarikan budaya, adat melayu dan simbolnya. Menurutnya, kerajinan khas Babel seperti kerajinan kain cual saat ini sudah dikenal masyarakat baik secara nasional dan internasional sehingga pengembangan kerajinan cual harus mendapat perhatian bersama. "Kerajinan kain cual ini perlu dilestarikan sebagai kerajinan rakyat yang sudah membudaya secara temurun di Babel," ujarnya.

"Kain cual Babel telah dikenal dan digunakan desainer-desainer ternama nasional bahkan wisatawan luar negeri pecinta kain pun tidak sedikit menyatakan ketertarikan kain cual Babel sehingga kerajinan kain cual Babel harus terus di dukung agar dapat semakin maju dan berkembang," katanya lagi.

Untuk itulah tak heran bila pada Oktober 2008 silam, desainer ternama Oscar Lawalata bersedia membantu dalam pembuatan desain baru bernuansa moderen pada kain cual khas Bangka Belitung. menurut Oscar, desain kain cual hasil peninggalan nenek moyang dulu sudah sangat bagus, namun seiring perjalanan waktu perlu ada kreasi-kreasi baru sesuai selera orang sekarang. (Iksan/ UP/ANT/ KL/BPos)
  • i

Sabtu, 03 Oktober 2009

CUAL BANGKA

>Cual as local wisdom
Bangka Belitung Heritque Unique

Batik nowadays has been a formal dresscode in Indonesia, perhaps internationally too. Came from Indonesian as a local wisdom. The Indonesian culture enrich global culture.

Bangka Belitung also has its own batik, its named CUAL. as other provinces, which have its own motif.

Below, i upload, some models who put Cual on their beautiful pose. enjoy it. [how getting collection, just contact me!]





  • i