Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2009

Tanjung Pesona Beach (continued)

still about Tanjung Pesona, here are the other pictures....come and enjoy our wonderful places at Sumatera, Bangka Belitung Islands





Tanjung Pesona Beach

Tanjung Pesona located at Sungailiat, Bangka Belitung Province in Indonesia. It is a small cape with wide and long sand extend at each its side.One of famous tourism spot and familiar to local habit. I captured some scenes for you all. Perhaps one day, you may come and enjoy a tropical ambience.









Mas Nadir, Office Boy...Berkebun Yuuuk!!

Perawakannya sedang, tidak terlalu tinggi sebab di bawah seratus enam puluh sentimeter. Berkulit gelap dan berjenggot. Suka membaca apa saja dari tema politik hingga pertanian. Mungkin karena sering membaca ini yang bikin Nadir tergerak hatinya memanfaatkan lahan kosong di belakang kantor Rektorat UBB. Terlebih motto hidupnya itu, “Kerjakanlah selagi ada waktu, Jangan ditunda-tunda”.

Minggu lalu, ladang sawi nya dipanen beramai-ramai. Ada sekitar sepuluh petak tanah yang diuruk memanjang sekitar satu hingga dua meter. Petak inilah yang menghasilkan sawi siap panen dengan panjang rata-rata tiga puluh centimeter.

“ Kira-kira hampir enam minggu lah,” ujarnya. Enam minggu itu lama masa semai hingga panen. Mengaku membeli bibit dari eceran tak sampai lima ribu rupiah. Bibit tersebut ia semai di sebuah petak di sudut lahan. Jelang beberapa hari, tunas muda tumbuh. Berikutnya, semaian tadi menetap di sejumlah petak tanah yang telah siap.



“Perawatannya tidak terlalu rumit, asal rajin menyiram pa…

Ada Kuda Lumping di Jalan Merdeka

For Few weeks ago, a malay fes held in Bangka Belitung. It succed to show other side of Bangka Belitung culture. Some events like Dancing, singing, and fashion made it boisterous around merdeka field.

This is also as part of supports from local official to promote BABEL ARCHI 2010. A strategic plans issued by Eko Maulana Ali as Governor.

Then at the end of festival, contingent of such culture parade along Merdeka street. Below, you may see, some pic about kuda lumping, and mini marching band.





Oleh-oleh dari Penyak

Minggu, 12 Juli Lalu selepas dari undangan nikah Safiri, one of collegue in UBB. Menyempatkan diri berhenti di sebuah jalan raya Koba (Bangka Tengah). memang sengaja membawa kamera Nikon D60.

Alhasil, penyak yang geografis adalah sebuah daerah Pantai jadi letak yang strategis untuk capture satu dua scenes yang menarik.

Foto dilakukan pada siang hari, jam 12 lewat. terang karena langit biru. Pantai yang lagi surut.

berikut tiga foto Pantai Penyak.




Perimping dan Air terjun tak bernama 2

Air Terjun tengah Hutan

Sabtu (27/06) lalu perjalanan ternyata tak berhenti di Perimping. Dengar-dengar dari masyarakat sekitar, katanya ada air terjun di tempat tak jauh dari Perimping. Tak ada nama, cuma disebut air terjun saja. Rasa penasaran mulai mengusik.

Kepalang tanggung, perjalanan dilanjutkan. Agak bingung juga, lokasi persis si air terjun. Disamping baru pertama tahu. Dukungan Informasi dan data nihil. Untunglah ditengah perjalanan, dalam laju kendaraan tak tentu rimba. Disebuah hutan selepas sebuah dusun, bertemu dengan perempuan lokal.

“Tu di ujong kampong, ade tuko yang lah tutop, ade simpang disebelah, tinggel masuk bai lah teros,” Jelas si Ibu. Sempat lirik-lirik antar teman, tanda tidak tahu.

“Jauh dak Bik ?,” tanya teman
“ Ade lah o, rasa ko,” jawabnya.






Akhirnya sempat tertolong setelah ada anak muda yang ikut membantu. Dia berasal dari desa sekitar. Si Perempuan ternyata mengenalnya juga. Benarlah, setelah lewati sejumlah dusun di depan, kami menjumpai sebuah dusu…

Perimping dan Air terjun tak bernama

Perimping, kata ini awam di telinga anda, bisa juga terasa asing. Menyebut sebuah jembatan tua penghubung Belinyu -Mentok - Pangkalpinang. Ada dua jembatan bernama Perimping sebenarnya. Perimping muda dan tua. Bila dilihat dari kondisi real atau tampak mata, ada benarnya. Rupanya kombinasi ini lah yang menarik. Lebih menarik lagi pemandangannya yang aduhai. Berlatar gunung maras serta ditambah paket rimbun hutan dan sungai, jembatan ini jadi spot wisata minggu sore bagi masyarakat sekitar.

Jembatan tua kontras dengan megahnya si saudara muda. Konon dibuat pada masa penjajahan Belanda. Umurnya sekitar seabad kurang duapuluh. Kusam terkesan vintage. Tapi kekohonannya tetap terasa, meski pagar besi bercat kuning karatan dan ada yang telah bengkok. Dulu untuk melewatinya, mobil harus antri dan saling mengalah.

Pada 1929 silam, Perimping dibangun oleh Belanda. Merentang panjangnya sejauh 204 meter. Ia memotong daerah aliran sungai Perimping. Sempit jarak antara. Lebarnya tiga meter, yang c…