Kamis, 31 Desember 2009

Pantai Bangka Belitung

>Sejumlah pantai yang ada di bangka belitung,seperti penyusuk dan teluk limau









  • i

Minggu, 13 Desember 2009

My "Work" part II

>"...Tangan-tangan kasar itu akan menanamnya dalam lubang galian. Membiarkannya beberapa saat, disiram lalu dirawat. Hingga beberapa waktu kemudian, racun-racun akan keluar dari moncong pipa besi itu, begitulah, rumput tumbuh diantara anakan Kelapa Sawit itu dibunuh dengan efektif.

Ketika ia membesar, sedikit demi sedikit lapang yang dulunya terang benderang itu akan mulai menutup diri. Bayang-bayang pelepah sawit beserta batangnya berjejer dalam ratusan itu tak membiarkan cahaya masuk bebas. Yang terjadi kemudian, tanah berubah lembab.

Ketika itu terjadi, tak akan ada lagi manusia bercebo dan tangan-tangan gahar pemegang parang panjang. Mereka digantikan truk dan para pemetik yang jumlahnya tak seberapa. Dan begitulah sejak panen pertama, untuk dua puluh tahun kemudian.

Mereka yang bercebo akan kembali pada asal, berharap pada nasib. Sambil meringkih di gubuk tua di sudut sana, mengingat ceritera sebagai penguasa tanah, membayang lada dan alar keladi juga kulat itu. Jauh disudut rumah bukan di sudut tanah lapang dulu.

Perasaan itu dimiliki Robinson Crusoe, terjauh dari peradaban. Kembali pada titik terendah, melangkah tanpa pasti, mencakar tanah pasir pantai. Untuk beberapa waktu, naik ke bukit melihat ke udara, atau menatap lautan nun jauh di titik horizon. Ia tahu dirinya bukan makhluk pertama bumi. Ia modern dalam abad modern. Berpunya peradaban kini. Namun sesuatu yang tiba-tiba merubahnya. Terpaksa dijarak pada peradaban.

Tapi mereka bukan Crusoe, yang terjauh karena takdir, namun karena buah tangan mereka, hasrat sesaat. Mereka sendiri penyebab atas semua rasa sesal itu. Mencakar bukan berharap melainkan kehilangan harap. "
  • i

foto Teluk Uber

>here are some pics, from Teluk Uber. a nice small bay located in Sungailiat.







  • i

Sabtu, 05 Desember 2009

Teluk Uber; An Exotic One in Bangka Belitung

>Sebagai sebuah provinsi kepulauan, Bangka Belitung kaya akan objek wisata bahari, terutama objek wisata pantai. Hal yang wajar untuk provinsi dengan panjang pantai 1.200 km ini. Tanpa menafikan keberadaan objek wisata lainnya, pantai dengan aneka ragam bentuknya telah menjadi andalan dalam hal ihwal pengembangan kepariwisataan di bumi Laskar Pelangi. Parai Tenggiri, Penyusuk, Pasir Padi, Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, ataupun Teluk Bingga telah terkenal dan menjadi tujuan wisata utama wisatawan asing maupun lokal.

Salah satu pantai yang ramai dikunjungi adalah pantai Teluk Uber. Seperti pantai-pantai lainnya di sepanjang pantai timur pulau Bangka, Teluk Uber terletak lebih kurang 17 km dari Kota Sungailiat dan memiliki luas 25 Ha, berbentuk teluk yang dibatasi oleh gugusan batu-batuan di sebelah kanan dan kiri. Bebatuan ini mengapit lebih kurang 300 m pasir putih yang empuk dengan riak gelombang yang lembut.






Kekhasan pantai ini adalah bentuknya pantainya yang lebar dan menjorok ke daratan. Karenanya disebut teluk. Belum diketahui pasti, kenapa disebut dengan Uber. Bila melihat asal kata, Uber dalam bahasa Bangka berarti kejar. Penamaan ini bisa jadi untuk menggambarkan gelombang laut yang saling bekejaran. Sebab ketika gelombang masuk ke teluk, ia seakan menyempit, dan berebutan masuk ke daratan. Uber, seperti gelombang yang dauber-uber atau dikejar-kejar.

Pasir pantai putih dan landai, luasnya sekitar lima sampai 10 meter. Lalu memanjang hingga ke sisi dibatasi batuan dan pepohonan hijau. Untuk sampai ke pantai, jalan menurun sejak dari portal masuk. Di dataran landai ini, akan tampak pohon nyiur setinggi belasan meter sebagai peneduh lokasi.

Di Pantai Teluk Uber ini juga sudah berdiri sebuah hotel dengan 10 kamar di sisi kiri portal masuk. Lokasinya berada di dataran tinggi sehingga, bagi pengunjung akan dapat memandang pantai dan lautnya di sela-sela jendela. Selain itu berdiri pula cafeteria yang terletak di sudut kiri dari arah masuk, lokasinya seolah tersembunyi di bawah perbukitan, sedang di sisi kiri depan, tampak perbukitan batu dan pepohonan sebagai batas pantai ini. Di depan, para pengunjung akan melihat kumpulan perahu nelayan yang bersandar.




Minggu lalu, penulis sengaja menyambangi keindahan pantai ini. Meski telah kerap kali menjumpai teluk Uber, namun keeksotikannya tetap menggoda mata. Sekedar melepas lelah dari kepenatan kerja dan rutinitas harian, angin laut dan gelombang pantai serasa penyejuk diri. Sengaja membawa kamera, seperti biasa perlengkapan utama yang selalu dibawa ketika hendak plesir ke tempat seperti ini. Apalagi, cuaca cerah dengan kontur langit biru dan berawan sangat jarang untuk bulan-bulan akhir di tahun ini.


Pesona Teluk Uber dan Rambak

Di matahari sebelum posisi puncak, berkendara dengan kendaraan roda dua jadi perjalanan yang menyenangkan. Untuk menjangkau teluk Uber, diperlukan waktu sekitar lima belas menit dengan kecepatan sedang. Tak perlu buru-buru, perjalanan harus dinikmati agar terasa menyenangkan.

Dari arah Kota Sungailiat, rute dimulai dengan berbelok kiri kearah pelabuhan, selepas itu akan menemui perempatan. Belok kiri dan langsung gas saja hingga ke tujuan yang jaraknya cuma belasan kilometer itu. Anda akan melewati desa Rambak, lalu Jelitik.
Belum sampai ke Uber, penulis membelokkan rute ke kiri di jalan tanah merah. Simpangan ini ada di desa Rambak. Maksud hati ingin mampir dahulu ke pantai Rambak. Dengar-dengar pantai ini juga menawarkan pemandangan yang tak kalah menariknya dengan pantai-pantai terkenal.

Jalan tanah merah ini tampaknya baru selesai ditimbuni. Hal ini menunjukkan bahwa ada perhatian dari pemerintah akan objek wisata ini. Rute lurus saja, mengikuti hingga sepuluh menit berselang, kita akan menjumpai deretan pohon kelapa. Dari celah-celah batang dan pelepah itu akan mula terlihat biru laut menghampar jauh. Angin tropis mula menerpa wajah.

Benarlah ketika mencapai pantai, kita akan melihat hamparan pasir putih memanjang. Pepohonan di tepi pantai jarang cuma ditumbuhi rerumputan yang seperti permadani. Kata orang, ini lokasi yang pas untuk camping. Kekhasan pantai ini terletak pada kontur bebatuan yang bergerombol. Tidak berserak. Di sebelah kiri pandang, ada formasi batuan yang memanjang ke laut. Pada hari tertentu, banyak yang memanfaatkan lokasi ini untuk memancing.

Selain itu, hamparan pasir putih seperti tak bertepi bila melihat ke sisi kanan. Bila ditambah dengan langit biru dan berawan, pemandangan akan lebih yahud lagi. Puas, menekan shutter dan mengatur setting kamera, beberapa objek menawan sukses direkam. Penulis melanjutkan ke Uber. Tujuan utama hunting.

Menjumpai Uber, cukup melewati ujung desa ini. Tak berapa jauh.Belokan sebelah kiri, serta adanya plang nama akan memberitahu para pengunjung agar berbelok kiri jika hendak mengunjungi Uber. Pantai ini berada di bawah perbukitan, dengan pohon kelapa yang menjadi peneduh alami.

Jika lapar, selain cafeteria, akan ada pondok kecil yang menjual, makanan khas Bangka semacam tahu kuah tau co, ikan bakar kerisi atau kembung, dan aneka kerupuk serta minuman dingin. Sambil menikmati hidangan, duduk santai di bawah rindang pepohonan akan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bagi yang ingin menghilangkan kepenatan, tempat ini menjadi obat mujarab. Murah meriah namun menawarkan keceriaan. Jangan lupa juga, untuk membayar karcis dua ribu rupiah di portal sebelumnya.(Aksansanjaya)
  • i

Rabu, 11 November 2009

Part of My "Work"

>
...Mengkirai ternyata tak tidur, ia beranjak keluar. Decit kayu alas pondok berbunyi kecil namun lembut. Langkah kakinya menjauh lima meter dari pondok. Selinting rokok dibakar dengan korek api yang tinggal sebatang itu. Dalam gelap, bara rokonya seperti Medi. Hantu bola Cina yang terbang kesana-kemari. Namun ini tak terbang dan berukuran kecil. Warna nyalanya kontras dengan hitam.

Wajahnya ditengadahkan ke atas. Tampak memandang bintang dalam ragam formasi itu. Rasi bintang yang berupa itu seakan magnit tersendiri bagi Mengkirai. Kalau boleh disebut, ia adalah astronom atau astrolog senior sejak masa yang lalu.

Pengamatannya terhadap bintang entah mengapa memang sejak masih kanak. Ia sejak berumur 10 tahun memang betah berlama-lama memandang langit malam. Kesukaannya tak diherankan urang kampong. Mereka tahu hal itu, meski kadang tak mengerti apa maksud dari semuanya. Ia bukan nelayan samudera sana, namun petani.

Menguap untuk beberapa kali, matanya mulai menutup dengan sendirinya. Ketidak sinkronan ini adalah tanda untuk tidur kawan. Yang diberi tanda, tetap tak beranjak, membelakangi pondok, ia malah menggerakkan kaki kanan ke depan, lalu kiri, lalu bergantian dalam kecepatan setengah berlari menuju bukit depan, dimana garis-garis hitam meluas sepandangan mata. Ladang sawah menguning ketika ditimpa sinar malam seperti itu...
  • i

Selasa, 20 Oktober 2009

On Indonesian Independence Day

>Indonesia now at 64th day. Every Year, there will be annual celebrating, a carnaval on the main street at cities in Indonesia, Gerak Jalan, Panjat Pinang, and other fun games were held in a week.

Here, I capture some of moments, on shiny day, a carnaval was held in Pangkalpinang street, there were many caravans and atributes in any themes.








  • i

Kamis, 08 Oktober 2009

bangkanet: Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010

>bangkanet: Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010
  • i

Peran Blog untuk Visit Babel Archi 2010

>Sukses Babel Archi 2010 lewat Blogging


Indonesia pada tahun 2011 nanti ditargetkan sebagai tahun kunjungan wisata. Sekitar 6,1 juta pelancong diharapkan berkunjung ke negeri ini. Bangka Belitung pun tak ketinggalan. Meski terbilang provinsi belia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berinisiatif mencanangkan program kunjungan wisata, lantas muncullah program Visit Babel Archi 2010.

Inventarisasi potensi wisata pun gencar dilakukan. Promosi melalui media massa juga digiatkan. Sekarang masyarakat awam boleh jadi sangat mengenal istilah Visit Babel Archi 2010. Sebuah program yang memang dan sengaja diposisikan untuk menggalakkan kepariwisataan di negeri Laskar Pelangi ini.

Target wisatawan tentu saja tidak terbatas untuk orang Indonesia saja. Mendatangkan wisatawan dari segala penjuru dunia adalah target idealnya. Maka ketika berbicara perihal promosi, selayaknyalah promosi itu menggunakan media yang mampu menyampaikan informasi secara massif dan efektif tanpa batasan geografis dan waktu.

Pilihan media promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi, yakni internet lalu jadi pilihan utama. Pemerintah daerah pun lantas berbenah dengan meluncurkan situs resmi semacam http://www.pemprovbabel.ac.id atau http://www.visitbangkabelitung.com/ serta sederet situs-situs pemerintah daerah tingkat II lainnya. Kehadirannya selain sebagai situs informasi daerah, juga sebagai sumber informasi program Babel Archi tersebut. Makanya, tak heran konten/ muatan isi situs sebagian berupa informasi materi kepariwisataan, dari mulai tempat wisata, cinderamata hingga akomodasi penginapan.

Ternyata ihwal mempromosikan daerah tak hanya dilakukan oleh situs resmi tersebut. Sebab jika anda mengklik, kata Bangka, Bangka Belitung, atau kata-kata lain bertema sama, kita akan menemui sejumlah situs lain yang menawarkan ragam informasi tentang segala hal dari provinsi ini. Termasuk potensi wisatanya, dari mulai foto tempat wisata hingga ragam kulinernya.

Sumber informasi ini sebagian besar berbentuk web blog, atau kadang disingkat blog. Adanya penggiat blog (blogger) yang ternyata memusatkan perhatiannya dalam promosi Bangka Belitung merupakan fenomena tersendiri. Fenomena itu makin menggejala akhir-akhir ini. Meski tampaknya semacam “terlewatkan “ dalam perhatian awam.

Karenanya ketika mengatakan bahwa masyarakat belum mendukung sepenuhnya program Visit Babel Archi ternyata tak benar juga. Sebab ada individu bagian dari masyarakat yang menggiatkan diri dalam sebar menyebar potensi alam Bangka Belitung. Mereka adalah blogger dengan ragam tema seperti diatas, content_nya khas Bangka Belitung. Kehadirannya tak seperti media massa seperti koran atau media elektronik lain, namun eksis di sejumlah situs pencari, semacam google dan yahoo.
Pertanyaannya lalu, apakah blogger lokal mampu berperan dalam proses promosi potensi daerah sendiri, terutama potensi wisata Bangka Belitung ?, sejauh mana efektifitas blog sebagai media promosi ?, Apakah eksistensi para blogger Bangka Belitung ini dapat dianggap sebagai sebuah kekuatan (strength) meminjam istilah manajemen SWOT untuk mengukur kemampuan proses berpariwisata kita?
Internet adalah perkembangan teknologi yang memungkinkan manusia benrinteraksi secara cepat dan massif. Penggunanya yang mencapai angka 1,5 Milyar adalah pasar yang siap disuguhi ragam informasi. Untuk Indonesia sendiri , netter user mencapai 30 juta lebih. Sebuah angka yang mestinya bertambah untuk tahun-tahun mendatang berkat dukungan operator yang makin menguat. Penetrasi internet kini bahkan mencapai pedalaman Indonesia. Sebuah hal yang menggembirakan.
Blog singkatan dari “web blog” sebuah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan (posting) pada sebuah halaman web umum tersebut fungsinya sangatlah beragam dari area curhat-curhat hingga kampanye sebuah partai politik, dari bersifat personal hingga umum.
Bicara tentang blog, kita berbicara tentang perkembangannya yang luar biasa, tahun 2007 ada sekitar 300 ribu blogger yang eksis di Indonesia, menginjak akhir 2008, jumlah blogger yang terdeteksi sedikitnya 600 ribu orang. Predikasi bahwa hingga akhir 2009, ada sejuta blogger di Indonesia makin mendekati. Missal, sejak diakuisisi Google.com pada akhir 2002 lalu, Blogger.com milik PyraLab tersebut ternyata mengglobal dan perkembangannya seakan tak terbendung baik dari pengguna maupun fitur-fitur didalamnya.
Peningkatan jumlah ini seiring dengan kemudahan akses internet. Terlebih, tambahan kuantitas dari pengguna internet baru, yaitu kaum muda, turut memperbanyak angka pengguna blog. Rata-rata penggiat blog adalah kaum muda, yang memang tumbuh dari lingkungan dunia digital beserta devicenya. Mereka tumbuh menjadi digital massive, aktif menjelajahi blogosphere (dunia blog). Mereka adalah produsen sekaligus konsumen dalam aktivitas blogging ini.
Bicara blog, tentu tak hanya blogger.com, masih ada semacam wordpress.com atau multiply.com. Meski beragam, tapi semuanya sama yakni berhubungan tentang personal karakter. Sebab blog murni dibuat berdasarkan pribadi masing-masing. Fakta ini lalu menyadarkan kita bahwa informasi tidak semata-mata milik pelaku media massa resmi atau sebuah institusi berbadan hukum.
Bisa dipahami aktivitas nge_blog lantas melahirkan citizen journalism. Sebuah istilah untuk mengungkapkan betapa tiap-tiap pribadi berkemampuan sebagai produsen informasi bagi masyarakat luas. Tidak perlu berasal dari sebuah institusi, atau sebuah lembaga pemerintah maupun institusi swasta bonafid sekalipun. Citizen journalism, sebuah masa dimana setiap orang bisa menjadi penyampai informasi.

Menilik sejumlah fakta diatas, penggiat Blog dalam kapasitasnya jelas sangat berperan dalam mensukseskan program Visit Babel Archi 2010. Hubungannya dengan promosi wisata Bangka Belitung jelas sangat terkait. Kemampuan blogger sebagai produsen informasi sekaligus konsumen hampir menyamai kemampuan sebuah web site resmi milik pemerintah. Sebuah blog bisa mengglobal dan jadi sumber informasi utama dalam dunia maya. Terlebih bila melihat trend pengguna internet yang makin meluas dan merata seperti diatas.
Salah satu yang membuatnya mengglobal adalah “hukum blogger” yakni perbanyak silaturahmi, akan mendatangkan rejeki, datangnya ilmu juga peningkatan trafik pengunjung. Hukum positif disini berlaku, siapa yang banyak membantu, dia juga akan banyak dibantu, siapa yang banyak memberi/ share dialah yang akan mendapat share dari orang lain. Lagian silahturahmi ciri khas orang Melayu seperti Bangka Belitung.

Sebuah web ataupun blog dipandang efektif jika mampu mendatangkan sebanyak mungkin pengunjung. Traffic Rank nya tinggi. Semakin tinggi pengunjung, jelas menunjukkan kemampuan blogger tersebut yang mumpuni. Semakin banyak yang membaca, jelas semakin banyak informasi yang tertanam di benak pengunjungnya.

Ketika seorang blogger meng_upload sebuah foto pantai Tanjung Pesona. Dalam dunia maya, foto tersebut punya seribu kesempatan untuk diakses oleh masyarakat dunia, saat itu juga dan kapan pun. Ketika sebuah feature tentang objek wisata di posting dalam sebuah blog, dia punya kesempatan yang sama untuk dibaca oleh semua orang dari belahan dunia manapun. Yang terjadi adalah penguatan informasi bahkan bisa adanya penambahan informasi.

Lantas sejauh mana efektifitas sebuah blog dalam mempersuasi pengunjung. Dalam komunikasi, perubahan bisa dilihat dari tiga macam, yakni perubahan pengetahuan, perubahan sikap hingga ke perubahan prilaku. Idealnya perubahan ketiga yang diharapkan. Ini artinya bukan saja para pengunjung jadi tahu tentang potensi wisata Bangka Belitung, namun mereka jadi tergerak hati untuk datang berkunjung.

Bila ada ratusan blog berbicara tentang keindahan alam daerah ini, semisal Tanjung Penyusuk maka ratusan informasi tentang itu akan saling menunjang dalam membentuk imagi pengunjung. Kekuatan penetrasi semacam ini jelas akan sangat mendukung adanya perubahan prilaku seperti diharapkan. Blog kemudian jelas sangat efektif.

Sekedar sharing, ketika berbicara efektifitas, yang menjadi titik perhatian pertama adalah karakter utama blogger dalam menaikkan ranking blognya. Sebab pribadi penggiat blog berbeda-beda dalam memandang arti kehadiran blog buatannya. Jika rajin silahturahmi maka lalu lintas pengunjung akan tinggi. Jika rajin tukar menukar link juga mampu menaikkan trafik pengunjung. Istilah blogosphere, yakni kumpulan web blog juga muncul dari aktivitas ini.

Makin efektif lagi jika blogger memanfaatkan fitur yang terdapat dalam sebuah blog. Seperti fitur ruang komentar. Fitur ini memungkinkan pembaca bisa berinteraksi langsung dengan cara berkomentar, bertanya dan sejenisnya yang terdapat di bawah masing-masing posting. Hal yang yang membedakannya dengan situs web biasa. Jika situs web biasa lebih merupakan “arsip”, maka blog lebih merupakan “percakapan”.

“Percakapan” di sini bukan sekadar berarti interaktivitas blogger dan pembaca blog (blog reader) di ruang komentar, tapi juga berarti saling keterkaitan dan pertautan pranala (link) — thanks to fitur yang memungkinkan dilakukannya track-back, ping, feed dan seterusnya. Bisa dimungkinkan juga ada konsultasi mengenai kepariwisataan. Promosi personal bisa dibangun dari sini.

Kedua adalah penguatan materi dan segmentasi. Selain akan meningkatkan akuntabilitas, segmentasi juga akan memberi nilai lebih pada informasi yang diberikan. Semakin bisa dipercaya berita yang diposting maka akan lebih bernilai ia bagi pengunjung. Prinsip orisinalitas yang bukan asal kutip atau link dari blog lain juga semakin memperkaya informasi.

Segmentasi juga diperlukan untuk memberi fokus pada blog. Misal blog yang khusus bertema fotografi, cerita perjalanan, blog tentang aneka masakan kuliner, atau blog biro wisata, blok cerita perjalanan ke tempat wisata Bangka Belitung. Segmentasi juga memungkinkan adanya semacam “pembagian tugas”. Sekaligus menyeimbangkannya dengan kemampuan para blogger sendiri.

Ketiga adalah konsistensi dan kontinuitas. Faktor ini lebih kepada persoalan internal blogger sendiri. Persoalan apakah blog ini bertahan seumur jagung, karena ikut-ikutan atau cuma sekedar singgah dan mencoba pada akhirnya juga akan sia-sia. Namun jika memang giat dan benar-benar fokus pada pengembangan blog. Kehadirannya jelas akan memberi nilai tersendiri.

Konsistensi akan melahirkan upaya terus menerus agar blog yang telah dibuat mampu memberikan informasi atau materi yang tematik. Sehingga konten lalu bisa menjadi rujukan yang komunikatif bagi browser maya. Di sisi lain, yakni faktor kekerapan / kontinuitas juga menjadi penting untuk membuat blog agar mampu terus up date sehingga terus dikunjungi oleh pengunjungnya.

Terakhir adalah pada usaha penguatan peran blogger. Pembentukan komunitas blogger Bangka Belitung jadi opsi yang cukup strategis. Komunitas ini lah yang bisa menjadi pendukung situs pariwisata tersebut. Seperti ungkapan, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Ungkapan ini mensyaratkan perlunya kesadaran kolektif akan pentingnya nilai bersatu. Bersama-sama untuk mempromosikan potensi wisata sendiri.

Banyak hal untuk membuat blog lebih bernilai dan efektif. Sebab kunci keberhasilan sebuah blog adalah statisitik pengunjung yang makin meningkat. Data itu lalu yang menjadi indikator seberapa jauh blog itu berperan sebagai sumber informasi bagi orang lain.

Meski seringkali blog dibuat dengan tujuan, yang beragam sedari unjuk diri, media promosi hingga mencari keuntungan dengan bergabung dengan grup penjualan seperti google adsense, atau sejenisnya. Namun terlepas dari motifnya, kemunculan blog mengenai promosi wisata Bangka Belitung, sepatutnya lah menjadi sebuah kebanggaan bagi daerah. Meski minoritas, sebab pengguna internet di wilayah sendiri yang masih terbatas namun bukan menjadi sebuah halangan.

Pantai-pantai eksotik di wilayah Bangka Belitung banyak dipublish dalam blogger lokal, seperti contoh di multiply dan blogspot. Begitu pula dengan sejumlah tempat wisata, aneka masakan kuliner, adat istiadat, atau potensi wisata lainnya. Informasi bisa dikemas dengan beragam cara. Dari pengalaman pribadi hingga sebagai seorang pemburu berita. Pemerintah sepatutnya bangga dengan kemunculan blog yang mengemas kekayaan alam wisata Bangka ini.

Pemerintah juga tak berarti lepas tangan.. Modal mentah ini sebenarnya bisa dikerahkan sebagai salah poin dalam elemen strength pada pola manajemen SWOT. Berbicara tentang peran lebih lanjut, Pemerintah juga bisa mengadakan kompetisi blog Bangka, atau semacamnya. Yang bertujuan selain memotivasi para blogger lokal juga memperkuat penetrasi informasi secara tidak langsung.

Kata Sandra Ball_Rokeach dan Melvin De Fleur dalam Dependency Theory_nya, semakin seseorang tergantung pada sebuah media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting utnuk orang itu. Ada hubungan yang integral antara pengunjung dengan blog. Ketika pengunjung merasa bahwa sebuah blog mampu memberikan informasi yang bernilai maka ia “berlangganan erat” dengan blog tersebut.

Dengan tidak bermaksud meniadakan peran elemen atau institusi yang lain, Penulis yakin kehadiran blog dalam tema kepariwisataan dapat menjadi penguat sekaligus bahkan garda depan dalam usaha mensukseskan program Visit Babel Archi 2010 secara global. ***

dimuat di harian Babelpos edisi tanggal 7-8 Oktober 2009.
  • i

Rabu, 07 Oktober 2009

Fashion Melayu Bangka Belitung

>Cual as Local Wisdom

Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Untuk kain hasil tenun selama 3-4 bulan berbahan dasar sutra, harga itu masuk akal. Motifnya beragam, dari Bebek dan K.Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, K.Setangkai dan K.Rukem, Bebek Setaman, K.Rukem Berantai dan K.Setaman, K.Gajah besar dan K.Gajah kecil, Kucing tidur, Bebek-bebekan, Naga bertarung hingga yang terkenal motif Kembang Kenanga.

Sempat dianggap kuno selepas kemerdekaan Republik Indonesia, Cual, kain tradisional masyarakat Bangka Belitung kembali dilirik, naik pamor bahkan dibajak. Usianya tua, hampir seabad lebih. Dulunya, dipergunakan sebagai pakaian kebesaran di kalangan bangsawan, pakaian pengantin, pakaian yang dipakai pada hari kebesaran dan acara adat lainnya.

Proses tenun dan pembuatannya sangat rumit. Bahan-bahannya pun terbilang mahal, sebab ada corak benang emas seberat 18 karat yang diikatkan di kainnya. Bagi yang terampil perlu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan satu produk kain. Lain bagi pemula yang perlu satu bulan, untuk hasil tenun kain seukuran dua meter.

Bahkan untuk kualitas satu (sehelai benang pakan) berbahan baku sutra tanpa campuran dibutuhkan waktu pengerjaan satu hingga empat bulan. Selain sutra, perajin juga mempergunakan bahan dasar polyster, sutra campur katun, serta kayu dan benang emas.

Cual, warisan leluhur orang melayu pada dasarnya adalah kain tenun seperti songket, Bewarna cerah dan menyala khas kain tradisional melayu. Terkadang mirip dengan kain songket Palembang. Namun Cual lebih luwes, halus dan memiliki banyak lengkungan serta selalu dihiasi motif flora dan fauna. Warna celupan benangnya bahkan tidak akan berubah. Motif gambar bunga mawar, teratai, nanas, burung, ikan, kupu-kupu itu akan timbul dari kejauhan bila dipandang.

Seiring perkembangan teknologi, selain ditenun, ia juga dicetak. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Maklum trend batik Cual, tidak saja bersenandung di lokal, namun sudah meng_internasional pula. Kini beberapa motifnya bahkan ada telah dimodifikasi dibajak oleh beberapa industri kain dan garmen. Motif-motif itu kemudian diproduksi massal melalui teknologi printing, bukan ditenun seperti aslinya.

Motif bajakan itu sempat beredar di Jakarta dan kota besar lainnya. Alhasil perajin lokal Bangka Belitung pun tak bisa berkutik. Outlet perajin pun sempat mengalami penurunan omzet. Ditambah lagi dengan tiada Hak Paten membuat persaingan makin tidak menentu. Namun trend orisinalitas, kembali pada tenun asli membuat keadaan itu tidak berlangsung lama. Orang ternyata lebih suka pada kain yang ditenun.

Untuk menghindari pencurian motif serta pembajakannya, sejumlah perajin lokal lalu mengurus hak paten. Perajin lokal seperti Koperasi Tenun Cual Maslina Yazid misalnya telah mematenkan motif Kembang Kenanga, Bebek dan K.Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, K.Setangkai dan K.Rukem, Bebek Setaman, K.Rukem Berantai dan K. Setaman. Berkat keindahan motif tersebut, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pun sempat membeli kain cual motif kuno karya perajin asal Bangka ini pada kesempatan pameran di Jakarta beberapa waktu silam.


Soal harga kain tenun cual sangat bervariatif tergantung kualitas dari kain tersebut dan jumlah benang yang digunakan. Untuk kualitas nomor satu biasanya menggunakan satu helai benang sehingga pengerjaannya lebih lama namun kualitas yang dihasilkan sangat memuaskan yaitu kain lebih halus. Untuk kualitas kain tenun nomor satu harga yang ditawarkan mulai dari Rp.7 juta hingga Rp.18 juta sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp.2,5 juta hingga Rp.5 juta ke atas, untuk kelas nomor tiga harga berkisar Rp.1,2 juta sampai Rp.1,8 juta.

Orang Bangka kini tampaknya mulai sadar akan warisan budaya ini. Menurut Gubernur, Kerajinan kain cual merupakan simbol kebudayaan Melayu di Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan. "Kerajinan kain cual ini adalah kebudayaan lama yang merupakan simbol Melayu yang harus dilestarikan menjadi kerajinan khas masyarakat `Serumpun sebalai ini`," kata Gubernur Babel, Eko Maulana Ali suatu ketika.

Harus ada kesadaran yang tinggi dalam melestarikan budaya, adat melayu dan simbolnya. Menurutnya, kerajinan khas Babel seperti kerajinan kain cual saat ini sudah dikenal masyarakat baik secara nasional dan internasional sehingga pengembangan kerajinan cual harus mendapat perhatian bersama. "Kerajinan kain cual ini perlu dilestarikan sebagai kerajinan rakyat yang sudah membudaya secara temurun di Babel," ujarnya.

"Kain cual Babel telah dikenal dan digunakan desainer-desainer ternama nasional bahkan wisatawan luar negeri pecinta kain pun tidak sedikit menyatakan ketertarikan kain cual Babel sehingga kerajinan kain cual Babel harus terus di dukung agar dapat semakin maju dan berkembang," katanya lagi.

Untuk itulah tak heran bila pada Oktober 2008 silam, desainer ternama Oscar Lawalata bersedia membantu dalam pembuatan desain baru bernuansa moderen pada kain cual khas Bangka Belitung. menurut Oscar, desain kain cual hasil peninggalan nenek moyang dulu sudah sangat bagus, namun seiring perjalanan waktu perlu ada kreasi-kreasi baru sesuai selera orang sekarang. (Iksan/ UP/ANT/ KL/BPos)
  • i

Sabtu, 03 Oktober 2009

CUAL BANGKA

>Cual as local wisdom
Bangka Belitung Heritque Unique

Batik nowadays has been a formal dresscode in Indonesia, perhaps internationally too. Came from Indonesian as a local wisdom. The Indonesian culture enrich global culture.

Bangka Belitung also has its own batik, its named CUAL. as other provinces, which have its own motif.

Below, i upload, some models who put Cual on their beautiful pose. enjoy it. [how getting collection, just contact me!]





  • i

Jumat, 25 September 2009

Tanjung Kelayang

>Tanjung Kelayang
A Wonderful Noon

Bangka Belitung, province of beautiful islands offers wonderful beaches. From my past story, you probably had known some spots of tourism. If you hadn’t, it’s better to open the label and see some beaches I am talking about.

For this new update, I capture nice views from Sungailiat district. Tanjung Kelayang, it’s named located among Parai Tenggiri Beach and Resort and Matras Beaches. Local habits are familiar with the two spots. Because they have already been famous for entirely people in Bangka Belitung. But, I bet less people know where Tanjung Kelayang is.

So, here I am going to tell you short description of this wonderful peninsula. First, how getting to beach. For the beginning, you must go to Bangka island Indonesia [heee]. There are lot of Tour Travels that can guide you to any tourism spots in Bangka Belitung. Just ask them to accompany to Kelayang Beach. Its so easy.

If you keen on, you may use taxi after landing in Depati Amir airport. There, you just ask them to pick you to Sungailiat as well as to the local resort or motel. It just take about one hour from air port in Pangkalpinang to sungailiat. For backpackers, this can be enjoyable. You can rent a car or motorcycle to travel in Sungailiat. Especially to Tanjung Kelayang. That’s it.

Second, what can I get from Tanjung Kelayang. You are going to see small beach. To relax meanwhile the air from the sea, blows your face. It can be a great sensation. Let alone, putting your dress off, swimming to the limpid sea water. While the tropical air fulfill you. If you want, you can camp here too. Its near location to the city center, Sungailiat in about 15 minutes will give other advantages to get needs. Like food and drink.

A very memorized moment is when the sea recede [you can see pictures below]. A wide white sand covered the sea shore. The group of stones side by side give a very nice landscapes. I think yous should go and feel how its wonderful time. At afternoon, Tanjung Kelayang sea shore like a glass. What a wonderful time. So, plan right now travelling to Bangka island or [contact me, via email].

Below, some pictures for you, hope you enjoy!









  • i

Kamis, 10 September 2009

Kuil Budha Mahayana Lubuk Kelik

>Mahayana Hills on The Bukit Kelik Hills
A place offer nice view and fresh water

Located on one of the tops of hills that back the Sungailiat City in one side, This temple become one of favorite place to come. Its name “ Wisata Alam Religi Bukit Lubuk Kelik,” a place where Buddhist Mahayana visit and pray. To get there, it’s so easy because near to the city center. Local people especially the younger use motorcycle to the place about 35 km away from Pangkalpinang and 1 km away from the center of Bangka district. Some say, it located on Lubuk Kelik Hills, other say its on Bukit Betung, majority even say its located on bukit semut.

Because it’s height about 500 meters, and 45 degree mires, the visitors need to climb up. But hundreds stairs make it easier to reach the top. Its so mired then, you have make some efforts for it. Don’t forget to bring the drink and some snacks. Although you will find little shop, but when at the top, this can be useful.

Okey, I’ll tell you, the A to Z in how to get in. First Just pass the Lubuk Kelik road, then a few meters a head, you will meet a gate on the right, has Chinese writing. Just enter then. For meters a head, the road tend to up and zig zag route. That’s why, you need motor or car in good condition. Then, you will meet parking area at the left..

Leave the car, and walk to the up. Here we will get the highland condition. Fresh air from the jungle from the side of road. The sings from birds over you. What a very cool time!. It’s adviced to come on morning or after midday. The panorama is excellent. You should bring camera too, some nice spots can be taken.

This temple are an area of many facilities, such a huge temple that in progress. A red and green coloring the stairs make it unique. Then a cave at the middle give mystic ambiance. For the top, its main object from the area. It’s a Buddha sculpture in golden brush. Looking to the below, where the sky covered all the panorama. You can stand and see the whole Sungailiat City from this location. What a perfect moment!.

Below I upload some of the scenes, enjoy it. To know more, just email me!









  • i

Rabu, 26 Agustus 2009

TELUK LIMAU; A Small Beautiful Bay in Sungailiat

>TELUK LIMAU

A Small Beautiful Bay in Sungailiat

One of tourism spot in Sungailiat, Bangka Kabupaten is Teluk Limau. As its name, this is actually small bay with some boats in it. Located about 5 km away from center of city district, Sungailiat.

An easy access to the bay, because it still inclusive to the two well known beaches in Sungailiat, Parai Tenggiri Beach and Matras Beach. Although it is just a bay, but it offer luxuries scenes.

Its typical outlook are coconut tress grow on the way to the bay. The granite stones fulfill the sea shore. They become common in variety size. The main scene is a bay it self, where the fishermen from local village hitch their boat.

The bay also become a place where coral reef grows. Some researcher and students from Bangka Belitung University often do the research here.On Vacation day, this place are visited by local people.

Below I upload some pictures about the Teluk Limau, perhaps some day You can come and have some fun here, Relaxing or snorkeling, may be go fishing here. Just contact my email.










  • i

Kamis, 06 Agustus 2009

Tanjung Penyusuk, A Paradise at The North of Bangka

>A Paradise at The North of Bangka

On Sunday, August, 2nd, accompanied by friends, we traveled to the north of Bangka Island. It’s for the twice, I go to this cape. They named the place as Tanjung Penyusuk. Located 10km away from the center of Belinyu Distric.

I still remember how it looks like, although I could not remember precisely. It had limpid sea water. Groups of granit stones looked grow from the bottom of sea. Variety in size made it unique view. Then the view of the two islands in front of the cape with a lighthouse at one of them. That the memories I had so far.
Tanjung penyusuk is still the same I imagine before. Although the sea tin mining spread at the sea shore at all Bangka island but, Penyusuk is still safe from this exploitation.

When we arrived, we’ll stand on white sand. The Penyusuk is a half of football field width, among left side, you will see a long sea shore , while stones scattered among the beach. On the other side, you will see many rocks hills, or stand one by one facing the wave a head.

Meanwhile, if you look in front of the cape, there will be four islands a head. At the right, the named it Pulau Lampu, the biggest island among them. There, you can see the lighthouse. Then, side of it, two small islands. And the left side is Pulau Putri.

All I can say about the Penyusuk and the islands in the are was an amazing view. You are going to a place offer beautiful landscape, and natural ambiance. Trust me, it will be different journey you did ever!!

Below, I upload the scenes of Penyusuk cape and the landscape. Enjoy it..and come one day to Bangka Island!!

Pulau Putri Tanjung Penyusuk
Pulau Putri Tanjung Penyusuk

Pulau Putri Tanjung Penyusuk
Pulau Putri Tanjung Penyusuk

Pulau Putri Tanjung Penyusuk
Pulau Putri Tanjung Penyusuk

Pulau Lampu Pantai Penyusuk Bangka
Pulau Lampu Pantai Penyusuk

Pantai Penyusuk Bangka
pantai Penyusuk Bangka
  • i

Rabu, 29 Juli 2009

Tanjung Pesona Beach (continued)

>still about Tanjung Pesona, here are the other pictures....come and enjoy our wonderful places at Sumatera, Bangka Belitung Islands





  • i

Tanjung Pesona Beach

>Tanjung Pesona located at Sungailiat, Bangka Belitung Province in Indonesia. It is a small cape with wide and long sand extend at each its side.One of famous tourism spot and familiar to local habit. I captured some scenes for you all. Perhaps one day, you may come and enjoy a tropical ambience.









  • i

Jumat, 24 Juli 2009

Mas Nadir, Office Boy...Berkebun Yuuuk!!

>Perawakannya sedang, tidak terlalu tinggi sebab di bawah seratus enam puluh sentimeter. Berkulit gelap dan berjenggot. Suka membaca apa saja dari tema politik hingga pertanian. Mungkin karena sering membaca ini yang bikin Nadir tergerak hatinya memanfaatkan lahan kosong di belakang kantor Rektorat UBB. Terlebih motto hidupnya itu, “Kerjakanlah selagi ada waktu, Jangan ditunda-tunda”.

Minggu lalu, ladang sawi nya dipanen beramai-ramai. Ada sekitar sepuluh petak tanah yang diuruk memanjang sekitar satu hingga dua meter. Petak inilah yang menghasilkan sawi siap panen dengan panjang rata-rata tiga puluh centimeter.

“ Kira-kira hampir enam minggu lah,” ujarnya. Enam minggu itu lama masa semai hingga panen. Mengaku membeli bibit dari eceran tak sampai lima ribu rupiah. Bibit tersebut ia semai di sebuah petak di sudut lahan. Jelang beberapa hari, tunas muda tumbuh. Berikutnya, semaian tadi menetap di sejumlah petak tanah yang telah siap.



“Perawatannya tidak terlalu rumit, asal rajin menyiram pagi dan sore,” lanjutnya lagi. Selama masa itu, kendala terbesar adalah jamur dan dahan daun yang kering. Solusinya sederhana pula, yakni cukup dipotong bagian yang bermasalah tersebut. Selebihnya, perawatan bersifat umum dari mencabut rumput liar hingga “memetik” ulat pemakan daun.

Mengenai pupuk, pria yang bernama asli M.Mukhlis Nadir ini cuma memanfaatkan pupuk dari kotoran kelelawar. Tak sulit mendapatkannya, binatang bersayap ini memang bersarang di sekitaran gedung rektorat. Tak banyak, ia taburkan di tiga petak lahan saja. Pengalaman yang lalu, bikin Nadir mengerti kotoran kelelawar bisa juga untuk pupuk alami, plus abu sisa pembakaran.



Dulu lahan belakang kantor rektor ini ditumbuhi rumput liar dan ilalang. Risau dengan hal itu, Nadir berdua dengan Suhaidi gotong royong merumput di sore hari. Lahan lapang seluas 5X6 meter itu pun klimis. Kesan lenggang terasa. Namun butuh beberapa bulan kemudian, inisiatif bercocok tanam itu muncul.

Begitulah, hari demi hari, Brassica rapa itu dibesarkan dengan telaten. Pria asal Kediri 32 tahun lalu lalu ternyata jeli dalam berkreativitas. Meski hanya seorang office boy dari perusahaan rekanan, status itu bukan kendala untuk memberi. Tak perlu perintah dan administrasi surat menyurat. Nadir membuktikan, kreativitas adalah hal yang mengagumkan.

“Daripada tumbuh rumput, saya coba-coba tanam sayur,” ungkap ayah dua orang anak ini. Dari lahan seluas itu, bisa dihasilkan sekitar lima belas kilogram sawi. Lumayan banyak. Hasil panen minggu kemarin dibawa pulang. Untuk si Nadir dan sejumlah staff.
Setelah tanam Sawi, rencana selanjutnya adalah membudidayakan Kangkung. Jenis sayuran ini mudah tumbuh dan gampang perawatannya. Yang masih menjadi pemikirannya adalah penyubur tanah dan sayuran. Nadir berusaha menghindari penggunaan pestisida.

Menurutnya konsep sayuran organik membutuhkan pupuk atau pengusir hama alternatif. Yang ramah lingkungan tentu saja. ***
  • i