Senin, 25 Agustus 2008

BEING STRONGER

>
Manusia kadang tidak tepat mepersepsi konsep KEKUATAN. Ia diukur dan berhubungan dengan Hal-Hal Ukuran Fisik. Misalnya Angkat Beban Seberat 50 Kg, Masih Mampu kah ?. Atau mampukah Mencangkul Lahan Seluar 10 X 10 M. Berlari Sejauh 10 Km, bisa jadi masih Kuat Meski Nanti Sering Berhenti Dan Berjalan, Dengan Asupan Mineral Yang Cukup. Pun dirasa dan diprediksi Marathon Sejauh Itu Tak Masalah.



Kita Lebih Kuat Ketika Berhadapan Dengan Penggunaan Otot. Biarpun Nanti Berlari 10km, Bikin Pingsan. Kita Telah Kuat Berjalan Paling Tidak 5 km Pertama. Kekuatan Sering Diukur dalam Perkara Yang Seperti Ini. Sampai Ada Adu Manusia Terkuat Sejagat Segala. Sampai Ada Adu Olimpiade, Untuk Menentukan Siapa Yang Terkuat Dalam Bidang Masing-Masing.

Kedua, pemaknaan kekuatan hanya pada titik ini sahaja. Sebuah hal yang ternyata agak tidak benar, karena pemaknaannya tidak holistic dan komprehensip_istilah ilmiahnya.
Ketika Anda Dihadapkan Pada Perkara “Perasaan”, Sesuatu Yang Imateril, Konsep-Konsep Seperti Moralitas,Mentalitas,Feeling,Semangat. Ukuran Kekuatan Lantas Menjadi Abstrak Dan Susah Untuk Diukur.

Lah apa hubungannya kekuatan dengan konsep kata benda abstrak di atas?.

Begini, Ketika Ada Yang Menangis Ketika Menonton Serial Drama Tragedi Di TV, Ibu-Ibu Menangis_Ini Biasa, Namun Jika Ada Bapak-Bapak Yang Menangis Atau Tepatnya Kaum Pria Yang Meneteskan Air Mata, Apakah Mereka Bisa Dikatakan Cengeng Atau Tidak Kuat Mental.Kaum pria kok menangis?,

Ketika Seorang Calon Bupati Yang Maju Dalam Pemkada Kota Reog, Ponorogo sana yang ternyata Gagal Terpilih. Ia Lantas Berniat Bunuh Diri Karena Kalah Dengan Utang Bertumpuk Milyaran Tak Terlunas. Ia Awalnya Mencoba Minum Racun Serangga Tapi Gagal. Lantas Di Rumah Sakit, Minum Obat Dengan Dosis Berlebih, Gagal Juga. Pulang Dari Rumah Sakit, Ia Bunuh Diri Dengan Menceburkan Diri Ke Sungai, Tak Mati Juga. Aksinya Lalu Diketahui Penduduk, Dia Diamankan Polisi, Kepada Polisi, Ia Minta Ditembak Saja. Nah Loh, Kebalikan Dengan Napi Vonis Mati Yang Mati-Matian Minta Grasi. Yang Ini Minta Ditembak, Bunuh Saja Biar Kelar Masalah.

Apakah Dia Dikatakan Tidak Kuat Mental?, Tidak Kuat Menahan Cobaan Hidup?, Tidak Kuat Melunasi Hutang?, Tidak Kuat Menanggung Malu?. Kurang Lebih Seperti Ini Anggapan Sebagian Besar Masyarakat.

Jadi Teringat Seorang Pemuda Di Kampung Saya, Ini Masalah Percintaan. Inisial Ct. Cewek Yang Ditaksir Sudah Didekati Bilangan Hari, Respon Positif Di Dapat. Pada Suatu Hari, Ada Keramaian Di Kampung Yang Lain, Ada Orkes Melayu_Biasanya Disebut Ben. Di Kampung-Kampung, Acara Seperti Ini Ramai Penonton Sebab Ini Hiburan Utama. Masyarakat Dari Kampung-Kampung Lain Beramai-Ramai Bin Berbondong Pergi Menonton Acara Ben Ini.
Nah Dalam Rangka Hal Tersebut, Ct Berniat Mengajak Idaman Hatinya Pergi Berdua Menonton. Tak Dinyana_Si Cewek Menolak Dengan Alasan Lagi Gak Mood _Alasan Klasik Wanita. Sudah Berkali-Kali Di Bujuk, Si Cewek Tak Mempan Juga. Akhirnya Ct Mengalah. Tak Lama Berangkatlah Ia Bersama Teman-Teman Satu Kampung Ke Keramaian Tersebut.
Eh Sesampai Di Lokasi, Ia Tak Menyangka Sang Pujaan Hati Malah Berdua-Duaan Dengan Pemuda Lain. Asyik Menonton Penyanyi Yang Makin Heboh Seheboh Kerumunan Penonton Di Depan Panggung Yang Bergoyang. Betapa Hancur Hatinya, Seperti Gelas Hantam Ke Batu. Berkeping-Keping.

Esoknya Ia Bermuram Durja. Diam-Diam Ia Membeli Sebotol Racun Serangga. Di Sebuah Kamar Dalam Rumah Teman, Ia Menengguk Racun Tersebut. Glek-Glek….
Cerita Ini Mengungkapkan Betapa, Mentalitas/ Perasaan, Di Benturkan Dengan Realitas Lain Dari Harapan. Melihat Sejauh Mana-Sekali Lagi Kekuatan Hati/Mental/ Perasaaan Di Uji?, Kuatkan Anda Menghadapai Hal Semacam Ini?. Kita Bisa Bilang, Ct Tidak Kuat Mental Menghadapi Perkara Tersebut?. Meskipun Akhirnya Ia Tak Jadi Mati Karena Keburu Diselamatkan Temannya.

Entah Mengapa, Membicarakan Cinta, Juga Membicarakan Perkara Berdarah-Darah. Gantung Diri Karena Istri Selingkuh. Tembak Diri dan Pacar Karena Ada Orang Ketiga. Nekat Terjun Diri Karena Cinta Ditolak. Maling Ayam Tetangga Untuk Syarat Guna-Guna si Dia Karena Takut Di Tolak.

Juga Yang Paling Sering Masalah Kemiskinan. Kondisi Ini Sering Menyebabkan Orang Bunuh Diri, Bahkan Ngajakin Yang Lainnya Juga. Kondisi Morat Marit, Terlunta-Lunta, Penyakit Datang Silih Berganti Karena Tak Mampu Ke Rumah Sakit, Bila Kerumah Sakit, Kartu Jaminan Kesehatan Di Persulit, Ujung-Ujungnya utang melilit bikin sembelit.
Mereka Juga Bisa Dianggap Tak Kuat Menanggung Kemiskinan?, Tapi Jika Miskin Selama Tingkatan Generasi, Apa Boleh Mengkerdilkan niat Mereka. Paling Gak Memutus Rantai Kemiskinan lah.

Omong-Omong, Mereka Yang Sering Korupsi Di DPR Juga Tak Kuat. Mereka Tak Kuat Bersih, Tak Kuat Hidup Miskin, Tak Kuat Menanggung Amanah.
Yah, Bicara Masalah Kekuatan Jiwa Jelas Beda Dengan Kekuatan Fisik. Jika Kita Kumpulkan Sepuluh Orang Pemuda Berusia 25 Tahun Dengan Fisik Atletis Dan Rajin Olahraga Serta Tampan Rupawan. Lakukan Percobaan Sebagai Berikut :

PERCOBAAN PERTAMA, Suruh Ke Sepuluh Orang Tersebut Mengangkat Beban 50 Kg. Saya Yakin Semua Kuat.
Kedua, Suruh Pus Up 100x, Alamaak Gampang Pisan Euy.
Ketiga, Suruh Semuanya Mendekati Masing2 Gadis Untuk Dapatkan Kencan, Saya Yakin Mereka Lebih Kuat Dalam Hal Ini

Nah PERCOBAAN KEDUA, Kesepuluh Orang Tersebut Dihadapakan Pada Kenyataan Bahwa Pacar Mereka ternyata Berselingkuh Dengan Pemuda Lain Yang tampang minus. Reaksinya Berbeda. Saya Tak Berani Mengatakan Mereka Akan Menerima Atau Tidak.
Kedua, Sepuluhnya Dihadapakan Pada Kenyataan, Bahwa Sedetik Lagi Tubuh Mereka Akan Kurus, Berusia 100 Tahun, Berpenyakitan,
Ketiga, Hadapakan Pada Kenyataan Bahwa Dua Detik Lagi Wanita Yang Mereka Dekati Itu Ternyata Waria. Huaaaaaaa …..

Kuatkah Mereka Jika Dihadapkan Pada Problema Fisik?, Jelas Mereka Kuat. Namun Kuatkan Mereka Pada Problematika Kenyataan Pahit?, Belum Tentu. Ada Yang Kuat Menerima dan Menghadapi, Namun Ada Juga Yang Tak Kuat, bisa gila, Bisa-Bisa juga Bunuh Diri.
BE A STRONGER Seperti Mount Everest Sana, Ia Kuat Menjulang Tinggi, Terkena Badai, Hujan Salju, Cuaca Ekstrim, Berabad-Abad Kokoh Sebagai Tiang Dunia. BE A STRONGER Juga Seperti Tetesan Air Menetesi Batu Karang, mengetahui fakta batu lebih keras daripada air. Ia menerima Kelemahan Hal Tersebut Namun tetap Komitmen Pada Takdir Untuk berjuang. Meski sekilas muskil, merekalah yang Membuat Piala Gua, Stalagtit Dan Stalagnit Kokoh.

NB. Jatuh cinta to cem kek naek rollercoaster, ade debar-debar bahagia, dihati ne. Falling in love tu cem kek ngejer bulan, dak sampai-sampai ujung-ujung e saket ati. Pun kene, nyamen rase tapi pun putos. Entah, sampai berape lame pacak ilang e?,…pe gik Pe de kate e lah lame, ancok ati. Pertanyaannya, kuat dak kah pun terima kenyataan, bahagia to ilang, tinggel sakit hati kek kecewa ?.

Rainy in August 2008
Klimaks Api Asmara.
  • i