Langsung ke konten utama

SURAT IZIN

Pada akhirnya…ini ibarat membuka tabir harap
Keluh ku berhenti pada waktu ini

Puja pada harap seolah membias tak berbekas
Aku takut ia membelengu hati lalu melemparkannya pada tanah tak bertuan

Bagaimanakah ku beroleh asa pada ranting rapuh ?
Berjalan pada titian retak
Berkaca pada cermin usang beralur alur karena hantaman kepal sang buruk rupa

Saudara sekalian aku bukan mengeluh !
Meminta simpati dan empati

Ketegaran ibarat batu karang di samudera jauh sana
Atau pada himalaya tinggi menjulang

Pilihan hidup kadang tak mengenakan
Andai bisa memilih,
Aku memilih kembali pada masa lalu…

Kadang susah berfikir rasional logis dengan kaidah-kaidah normative
Mempengaruhi rasa tak semudah kalkulasi matematis rumit…

Sudahlah bertutur !
Aku permisi undur diri..
Aku balik lagi nanti….

Sungailiat,DD FM, AS.20.25 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.