Langsung ke konten utama

Unknwon Date


Ku pasti debu di tanah berpasir, ketika angin kemarau bertiup mendera dari bukit terjal sana.

Aku terbang tinggi lalu terjungkal dalam irama bergelombang, medan gravitasi menarik ku kuat.

Ku tahu hatimu mendua dalam bercinta,

Kau tangisi pertemuan ini seperti mengantar ku berperang,

Bertaruh hati tak mesti sakit kronis lalu harus mati di ujung sangkur terhunus,

Atau serpihan granat tangan pasukan musuh

Tragis memang kasih!

Kau pun berkata biarlah waktu yang bicara

Seolah kita adalah gugusan bintang di jagad raya,

Berevolusi tanpa jamahan, kecuali waktu... hanyawaktu

Dan ketika tersadar kembali,

Kau berkata, kita serahkan saja pada waktu..

Kasih betapa waktu selama ini telah menggoda kita

Buatku selalu berandai dalam imaji semu

Sejarah tak bisa terulang karena waktu jua lah

Kini kita menyisi dalam bingkai peraduan syahdu di hamparan pasir

Terhanyut kembali dalam belai angin laut

Ku mematung, mengapa waktu sungguh memberi jarak, sedang Engkau mencibir realitas

Tahu kah engkau ?

kita berandai dalam celah kemustahilan, hendak menaruh asa dalam bidang kosong..dimana kemustahilan adalah udara,

Ku terhenyak meratapi jalan ini, dimana tapak-tapak kita mula terukir entah sampai pada muara dimana.

Cinta ku adalah debu yang sewaktu terbang menghilang dalam gemuruh angin bukit,

Sayangku berkelana ketika peraduan pantai cinta kita luluh tersapu ombak,

Aku bertaruh dalam ladang muskil ketika cinta ku bersua dengan wanita seperti diri mu.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Daerah Bangka Belitung, Lima Lagu Bahasa Bangka

Ada beragam lagu daerah bangka belitung dengan kekhasan masing-masing. Lagu daerah Bangka Belitung adalah lagu-lagu yang diciptakan dari sebuah pencipta lagu sekaligus penyanyi lagu dimaksud. Lagu daerah bangka belitung ini menggambarkan sebuah suasana seperti suka duka hidup berkebun seperti tercermin dalam lirik lagu "Yok Miak", coba resapi lirik lagunya

Setelah Melihat foto-foto berikut, ternyata inilah Wajah Bangka Tempo Dulu

Kalau kini fotografer menggunakan drone untuk memotret dari ketinggian dalam angle bird eye, maka bagaimanakah fotografer dahulu berhasil mengabadikan objek-objek terutama yang berhubungan dengan era kolonial. Itulah yang membuat saya penasaran. Apakah mereka naik pohon yang tinggi?, apakah menggunakan balon udara?, atau menggunakan pesawat terbang.
Setidaknya pertanyaan itu muncul ketika saya menemukan foto hotel Menumbing yang terletak di Gunung Menumbing yang dijepret dari sudut mata burung atau langit pada tahun 1935 an itu. Meskipun saya tak menemukan data exif utuh, namun saya yakin tampaknya hotel Menumbing, yang merupakan tempat presiden pertama Ir.Soekarno pernah ditahan tersebut dijepret dari atas pesawat. Sebab itulah opsi yang paling masuk akal. Teknologi yang memungkinkan bagi fotografer untuk memotret dengan perspektif mata burung adalah dengan menaiki pesawat terbang pada era sebelum drone.

Inilah Foto-foto Kampus dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung di Balunijuk

Universitas Bangka Belitung (UBB) semula berstatus swasta berdiri sejak 2006 lalu kemudian resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2010 adalah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Baru yang makin menunjukkan kelasnya diantara PTN lainnya.

Penerimaan mahasiswa baru sudah dimulai dan kini memasuki jalur pertama yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Nanti setelahnya akan memasuki periode SBMPTN kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan terakhir adalah tahapan SNMPTN.