Kamis, 17 April 2008

Unknwon Date

>

Ku pasti debu di tanah berpasir, ketika angin kemarau bertiup mendera dari bukit terjal sana.

Aku terbang tinggi lalu terjungkal dalam irama bergelombang, medan gravitasi menarik ku kuat.

Ku tahu hatimu mendua dalam bercinta,

Kau tangisi pertemuan ini seperti mengantar ku berperang,

Bertaruh hati tak mesti sakit kronis lalu harus mati di ujung sangkur terhunus,

Atau serpihan granat tangan pasukan musuh

Tragis memang kasih!

Kau pun berkata biarlah waktu yang bicara

Seolah kita adalah gugusan bintang di jagad raya,

Berevolusi tanpa jamahan, kecuali waktu... hanyawaktu

Dan ketika tersadar kembali,

Kau berkata, kita serahkan saja pada waktu..

Kasih betapa waktu selama ini telah menggoda kita

Buatku selalu berandai dalam imaji semu

Sejarah tak bisa terulang karena waktu jua lah

Kini kita menyisi dalam bingkai peraduan syahdu di hamparan pasir

Terhanyut kembali dalam belai angin laut

Ku mematung, mengapa waktu sungguh memberi jarak, sedang Engkau mencibir realitas

Tahu kah engkau ?

kita berandai dalam celah kemustahilan, hendak menaruh asa dalam bidang kosong..dimana kemustahilan adalah udara,

Ku terhenyak meratapi jalan ini, dimana tapak-tapak kita mula terukir entah sampai pada muara dimana.

Cinta ku adalah debu yang sewaktu terbang menghilang dalam gemuruh angin bukit,

Sayangku berkelana ketika peraduan pantai cinta kita luluh tersapu ombak,

Aku bertaruh dalam ladang muskil ketika cinta ku bersua dengan wanita seperti diri mu.***

  • i
Posting Komentar