Kamis, 17 April 2008

Putus Asa

>

Aku lelah menunggui mu hingga jendela hati ku tertutup

Aku bingung mencintai mu sampai pada lafaz adalah ukiran namamu

Mengapa tak kau biarkan diriku terlepas tanpa merasa sakit

Membiarkan aku berkelana seperti kuda sumba liar

Mencerahkan kembali semangat di hati

Melepas aku

Tulus…

Ketika kau mengukir dongeng cinta pada malam-malam berbintang

Aku berpendar seperti pemadat yang fly setelah menyeruput ganja dalam linting kertas...

Ketiadaan Mu berarti kematian awal...

Ketika kau melebarkan lengan, meniduriku, menjamah dengan liar buatku tergunjang dalam rasa mistis adiktif

Pada malam, tepian laut..kita seperti dua makhluk malam sedang mencari rupa

Mengukur kerinduan yang kadang di ujung tanduk...

Bisakah kau hapus jejak itu..

Atau kah ia telah menjelma menjadi ikan laut meloncat ke lautan di tepian

Mampukah kau hilangkan aroma tubuhmu...

Agar aku tak bisa mengenal mu lagi. Laiknya orang asing di benua hitam sana.

Atau kah memang, Kau menjelma menjadi siluman bahkan tawamu pun menyeringai dalam gelap hati..mentertawakan keluguan

Mencakar merobek lalu menginjak kehormatan aku pada MU..

  • i
Posting Komentar