Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2008

SAY NO TO EPA GUY!

What a Hell All Boys thinks so far!Mereka kira mencintai seseorang sama dengan mencintai their gadgets…Salah kaprah dalam memaknai cinta…Ketika anda mengucapkan cinta kepada seseorang, ia bukanlah ucapan bermuara pembelenguan hak atas jiwa seseorang, tapi ia bernada pembebasan atas jiwa seseorang.Case Story.Noerhalimah dan Oma Alatas telah menjadi sepasang kekasih selama lima tahun. Awal jadian semenjak duduk di SMA kelas III hingga kini. Memori indah mewarnai hari-hari mereka jua kenangan buruk, peristiwa gelap dan bahagia seperti tinta warna yang bermain di kanvas asmara mereka. Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal luar dalam. Begitulah sampai ketika, mereka berdua lulus SMA dan masing-masing bekerja . Hingga Keinginan mewujudkan impian berumah tangga mengemuka. Pernah Oma alatas mengemukakan ide pembentukan bahtera rumah tangga kepada Noerhalimah namun selalu ditolah dengan alasan umur dan kesiapan.Beberapa kali Oma hendak melamar, kedua keluarga pun tahu dan m…

Barrier Among Us

Ketika ku tulis puisi ini aku bergetar…bukan pada aura ketakutan atau kehilangan energi yang sangat..namun kepada kepolosan diri..ketidakpercayaan pada cinta…kemuskilan realita yang samar dan makin menguat seiring waktu…cinta, bila ku katakan aku menyanyangi mu..percayalah..sebab engkau telah membidangi seluruh hati inibila pertemuan ini menjadi indahseperti harapan yang kita pancangkan duluimpian kita di titik geografi tepi pantai cinta masa yang laluaku akan menangis bahagia…Cinta, mencintai mu seperti memeluk awan di angkasaMuskil tapi bisa ku rasakan dekatSeperti sekarang..kita bagai lumut hijau di permukaan batu kaliAtau seperti akar pada tanah yang menguat Saat ini, kita berdiri pada titik kerinduanSeolah waktu berujung menanti akhirSeolah kau dan aku terpisah dalam kilometer tiada batasSeolah kita uap yang saling menipis Sambil berusaha merengkuh jiwa yang kalah massa…Mencintai mu buat ku alpa jalan realitaSebab kita membuat kenyataanSekarang Kau dan aku bersisi dalam tajuk rin…
Kreasi Sendiri...Lumayan

Menjadi BahaGIA

Saat salah satu Pintu Kebahagiaan tertutup, Pintu Yang lain terbuka. Seringkali Kita terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat yang telah Terbuka Untuk Kita.
Kalimat ini inspiratif memotivasi diri, Jika lagi sedih elok lah mengulang-ulang kalimat ini, memaknainya...lantas membakar diri dengan bahagia.

Percayalah..it Works..

Oksigen Hati

Pernahkah Kau mencoba Menyusun Kata Cinta dalam Kerangka Nalar Objektivitas….Sesaat Kemudian Kau dan Aku tersadar…Cinta Bukanlah Rumus Ilmiah, bentuk dan rupa tak akan mampu Kita Peta_kan, Zatnya pun tak bisa kita uraikan dalam atom beragam tanda.Maukah Lalu Kau dan Aku bersahabat dengan Sastra, Cinta berwujud dengan Bahasa.Bila ku katakan padamu, seribu halaman itu lah buktinya ! atau satu paragraph saja.Cinta kita terukir dalam hiperbola dan majas personifikasi, Ia tumbuh dalam lading fiksi,Butirannya membuncah dalam mulut-mulut berbusa ketika aku berpuisi siang dan malam…Pantas Shakespeare tak padam bila bicara asmaraMengapa tak Ku buat saja puisi hati tuk dirimu..Agar kau sadar dunia kini berbaik hati pada mu, Akan Ku jalin kata-kata dalam bingkai mantera langit biru,Agar nanti kau tersadar Puisi Ku seluas ituCinta Ku mengalir bagai Hukum Kapilaritas..ke ujung-ujung pena dan tombol alphabet,Ketika Cinta ku berwujud dalam lembar kertas..kiranya 1000 halaman tak cukup.Aku tergila-gi…
Another Pic..To Join it

Take A look

May Be, You Wanna Join this..or take Ur soNs coming and Join

Unknwon Date

Ku pasti debu di tanah berpasir, ketika angin kemarau bertiup mendera dari bukit terjal sana.Aku terbang tinggi lalu terjungkal dalam irama bergelombang, medan gravitasi menarik ku kuat.Ku tahu hatimu mendua dalam bercinta,Kau tangisi pertemuan ini seperti mengantar ku berperang, Bertaruh hati tak mesti sakit kronis lalu harus mati di ujung sangkur terhunus,Atau serpihan granat tangan pasukan musuhTragis memang kasih!Kau pun berkata biarlah waktu yang bicaraSeolah kita adalah gugusan bintang di jagad raya,Berevolusi tanpa jamahan, kecuali waktu... hanyawaktuDan ketika tersadar kembali,Kau berkata, kita serahkan saja pada waktu..Kasih betapa waktu selama ini telah menggoda kitaBuatku selalu berandai dalam imaji semuSejarah tak bisa terulang karena waktu jua lahKini kita menyisi dalam bingkai peraduan syahdu di hamparan pasirTerhanyut kembali dalam belai angin laut Ku mematung, mengapa waktu sungguh memberi jarak, sedang Engkau mencibir realitasTahu kah engkau ?kita berandai dalam celah…

AWAS ADA ANJING GALAK !

Ada hal menarik saat membaca laporan utama harian Bangka Pos edisi Minggu 19 Agustus 2007. Hal tersebut berupa laporan mengenai peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Bangka Belitung yang ternyata cukup tinggi. Data yang dihimpun dari Polres Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung, tercatat sepanjang Januari Agustus 2007 terjadi sedikitnya 113 kecelakaan lalulintas. Dari peristiwa tersebut 61 orang diantaranya meninggal dunia, sementara 22 orang lainnya menderita luka berat dan ringan.Dalam infomasi tersebut juga diungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka korban tewas akibat lakalantas, diantaranya kondisi jalan yang sempit dan banyaknya tikungan yang cukup tajam. Contohnya, sebagian besar badan jalan di ruas jalan wilayah Bangka Tengah masih sempit, sedangkan intensitas kendaraan pada jam-jam tertentu cukup padat, sehingga rawan kecelakaan. Faktor lain, akibat kelalaian pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalulintas. Menurut polisi…

Putus Asa

Aku lelah menunggui mu hingga jendela hati ku tertutupAku bingung mencintai mu sampai pada lafaz adalah ukiran namamuMengapa tak kau biarkan diriku terlepas tanpa merasa sakitMembiarkan aku berkelana seperti kuda sumba liarMencerahkan kembali semangat di hatiMelepas akuTulus…Ketika kau mengukir dongeng cinta pada malam-malam berbintangAku berpendar seperti pemadat yang fly setelah menyeruput ganja dalam linting kertas...Ketiadaan Mu berarti kematian awal...Ketika kau melebarkan lengan, meniduriku, menjamah dengan liar buatku tergunjang dalam rasa mistis adiktifPada malam, tepian laut..kita seperti dua makhluk malam sedang mencari rupaMengukur kerinduan yang kadang di ujung tanduk...Bisakah kau hapus jejak itu..Atau kah ia telah menjelma menjadi ikan laut meloncat ke lautan di tepianMampukah kau hilangkan aroma tubuhmu...Agar aku tak bisa mengenal mu lagi. Laiknya orang asing di benua hitam sana.Atau kah memang, Kau menjelma menjadi siluman bahkan tawamu pun menyeringai dalam gelap hat…

Lafaz Kerinduan

Kau bertanya. Apakah Malam seindah ini ?Larik sinar kemerahan berpendar di sudut lintang timurBerarak naik memberi kilau keperakan pada atap-atap gelombangLalu mencerahkan tepian.Disini ketika kita pertautkan diri dalam senyapAku tak perlu jawab sebab Alam lagi berbahagiaBila Kau ragu, Akan ku genggam tangan mu lembut.Cintaku seperti bulir-bulir pasir yang kita injakSeperti halnya jua garam yang bersenyawa dengan riak air di tepianTepian pantai cinta ketika akirnya jejak cinta kita beriak dalam air pasang surut..***