Rabu, 24 Desember 2008

Balada Waitbod II

>Dalam dunia berkirim pesan, white board jadi elemen dalam rentetan arus pesan. Fungsi penghantar ini sama dengan hp, televisi, koran,radio, dan sahabatnya yang lain.

Sebagai penyempurnaan dari papan tulis kapur, ia berdiri kokoh dalam kecanggihannya. Tak perlu penghapus, jadi tak usah susah2 menampar2nya ke dinding agar menghitamkannya lagi, tak guna lagi kapur tulis, sebab spidol lebih bersih tangan, paling tidak tak ada murid yang kena lemparan spidol.

Dalam bentuk purba, ketika bebatuan masih berlaku di dunia fosil, terus beranjak naik ke papan tulis kapur untuk ruang-ruang sekolah, media tulis ini mem_publik_kan dirinya dalam panggung peradaban. Ketika ia lalu menjadi aksesoris di ruang-ruang kantor. Itu sebelum era OHP, dan proyektor menggerusnya, melangkahi kegagahannya, menanggalkan ia dari bidang kosong di ruang-ruang publik.

Lalu kita tak perlu bertanya ada apa?, juga mengapa?, sebab sebagai produk budaya, ia dinamis tak statis. Tak kena hukum keabadian seperti halnya cinta. Di abad yang lalu cinta Shakespeare kepada kekasih masih berwujud hingga kini, berbunga-bunga dan berkembang…lalu terbang.

Agak susah sekarang menemukan whiteboard bin papan tulis…waktu telah menghapusnya dari realitas, sehingga yang tampak nanti hanya kata, “White board dengan penjelas.” Kasusnya mirip dengan telegraf, yang sekali dua di perbincangkan dalam kaca mata bernostalgia.

Mengkinikan benda ibarat menaiki gunung kemajuan, pada tanjakan berikutnya pilihan harus menjatuhkan benda, bukankah beban yang ringan membuat ringan kaki?, pilih memilih perangkat masuk akal ketika wajah dialihkan ke depan, pada konsep akhir “KEMAJUAN”.

Sehingga sekali lagi, yang abadi hanyalah kemanusiaan, kemerdekaan, kebebasan, impian dan cinta. Apakah karena keabstrakannya?, atau kesukaran pemahaman yang bikin golongan kesadaran ini awet dalam isu-isu modernitas.

Memperbincangkan produk budaya seperti menelaah laman demi laman sejarah manusia. Produk tak awet, namun darinya sejarah manusia disibak. Diurai-urai lantas menjadi kumpulan pengetahuan atau tunjuk ajar keduniaan. (Continued)
  • i

Kamis, 11 Desember 2008

Balada WaitBod

>

A whiteboard (also known as a markerboard, dry-erase board, dry-wipe board or a pen-board, but not a greaseboard) is a name for any glossy surface, most commonly colored white, where non-permanent markings can be made. Whiteboards operate analogously to chalkboards in that they allow markings to temporarily adhere to the surface of the board. The popularity of whiteboards increased rapidly in the mid-1990s and they have become a fixture in many offices, meeting rooms, school classrooms, and other work environments.[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Whiteboard

Apabila menoleh ke belakang, aku tak melihat dinding beton kosong bercat putih kusam., pun ketika melewatinya, engkau diapit antara dia dan meja oval memanjang. Ruangan 5x5 meter ini adalah tempatnya tergantung erat berpaku beton dua buah.

Dulu untuk memakunya, diperlukan sejumlah paku besi, tak cukup dua. Sekali ketok, paku tersebut meliuk-liuk tak kuat menembus dinding beton. Kadang mereka terpelanting ke segala arah. Dulu aku sempat berfikir, ia bakal terjatuh sebab paku tak dalam menusuk. Tapi kini, ia tetap kokoh.

Beratnya lumayan, sendirian tak kuat mengangkatnya, bentuknya memanjang 2,5 m melebar 1,5 m membuatnya agak susah di_handle. Difigura bahan kayu motif coklat natural bealur-alur membuatnya khas seolah dikelilingi batang pohon. Figura tersebut membingkai triplek putih licin berbahan melamin.

White board ini hadir hampir dua tahun, tak kerasa bukan?, untuk menghadirkannya kedunia, harus melewati sejumlah langkah birokrasi. Bikin surat Pengajuannya, tanda tangan ketua suku, waktu tunggu,yang semuanya memakan waktu hampir 3 bulanan…jadilah ia mampang di bidang kosong dinding kantor ini.

Kini, setahun sudah coretan spidol melekat diatasnya…tak berdasar prinsip tata letak, tak bernuansa artistic, tak ada warna warni..hanya hitam legam memenuhi hingga tak tersisa ruang kosong---(Continued)




  • i

Rabu, 10 Desember 2008

Saat Gundah

>Galau aku pada pagi ini...tak lelah mata terbuka..sedang nanti ada asa hendak ditunai,apakah ini pertanda jelas,lembar takdir harus ku buka.
Beberapa malam lalu,galau ku menyapu langit kamar,ke atap rumah..semacam pijar kecil berkilau kilau..membuatku terjaga.
Pagi ini,memuncak..galau ku menusuk lemari memori,menjatuhkan helai wajah wajah terkasih..ia,dia,mereka..masih bisa kurasa belai,meski ini sebuah senyum teringai dalam bingkai utopia kejam.
Aku kesal pada aku sahaja...terlalu larut pada api berkobar,lalu yang tampak pada ku,setitik ia pada jelaga hitam,tak bernilai.Kilau galau ku bergrafik ria.Mencoba aku bersenandung,tapi mengapa hanya rinai ratap yg mengairi relung hati,Galau aku pada cinta..yang seringkali aku tertatih pada akhir kisah..Aku berbakat menanam benih,namun malang dihadapan,seperti ini..galau menghitamkan semuanya...
Kenanga, 01:58am, Mon 08-12-2008
  • i

Rabu, 12 November 2008

BORN TO THE WORLD

>BORN TO THE WORLD
mauluudun
Kelahiran adalah mulanya ruh dan tubuh menyapa duniawi. Suka cita beterbangan seperti kapuk putih yang mengalir bebas dalam gelombang angin syahdu. Doa-doa bagI Thiflun dipanjatkan segera agar nanti kemurahan rezki dan kelapangan hidup diperoleh.

Kelahiran juga berarti amanah bagi tetua. Mendidik hingga terpuji tingkah laku, Akhlakul Karimah mumpuni, Berbakti pada orang tua, Bermunajat hanya pada_Nya.
Agar tegar menghadapi goda dunia dan terpaan nafsu.

Kelahiran adalah bagian dari bahtera. Semacam hak yang dilekatkan pada dua insani berlainan jenis. Harapan yang berdiam di setiap dada manusia. Dan sah nya ijab Kabul adalah pembuka awal menjalankan hak ini.

Kelahiran bagai 'adiyyatun dari langit, bukti Yang Maha Esa merestui. Mempercayakan memegang amanah sebuah kehidupan baru.

Kelahiran juga berarti mencabangkan pohon besar yang bernama silsilah, trah, garis keturunan, ras, suku, agama bahkan ideology.
Sebuah kehidupan bermula dari_Nya. Rahasia yang tersemai di langit ketujuh. Diturunkan pada masanya.
Aku merasa bahagia hari ini, melihat kelahiran, menyentuh halus kulit, mendengar tawa, bukaa-un pada malam-malam sunyi.

SELAMAT
  • i

Minggu, 19 Oktober 2008

Ini Gila

>Ini Kisah Cinta
Entah Apa…
Yang Pasti Aku Merasa…Terpanggang.
Dadaku Remuk…oleh Gairah yang Sangat

Nafasku Seperti angin puyuh
Menderu Hebat ke ujung Buritan
Berputar-putar Menghujam di tengah malam buta

Aku Asing di tanah sendiri
Hilir mudik tak menentu arah
Tuju ke langit, kadang masuk ke liang bumi
Aku masih seperti makhluk purwarupa

Seperti biji rumput liar terbang
Mencari tempat hinggap
Berbenih bersemai lalu beranting
Itu mau ku…

Dadaku berdenyut kembang kempis
Tak kuasa menolak aroma gila
Seperti mendendam rindu dalam tahun berlalu
Gila…

Sekali lagi Gila…

Saturday Night Fever. Okt 19rd 08
  • i

Jumat, 12 September 2008

Istilah puasa setengah hari di Pulau Bangka, "Puaso Yang-yang"

>Pun banyak yang dak ngerti akan istilah ne, wajar bae lah. Mesege pun ditengok-tengok atau dianalitis,bahasa urang ya…puaso jenis ne laen dak de di kamus manelah. Cari di Wikipedia.com ge dek de. Jadi nek mana?

Ndok, ngapa amir kek rizal malem peteng sahur sama kek ka’ lah. Gik sempet belimpar-limpar kek percon busi bekes bingkel akiong. Pun dak kene karo Aji Mansyur lum kek berentei. Tapei neh siang, marak jem due beles siang, tengah ari yah Ka’ nengok amir kek rizal mendep-mendep nuju kelekak. Bawe buntel baju.

Pun nek larei ase Ka’, jaoh piker budak due yah..dek ken mungkin. Cingeng ,minta ampun. Sikit bareng dak diturot, ase ko tanah dibaweh licin nya gusok2 kek kakei. Pun tideu gi agik baweh ketiak mak. Nek cube2 larei ase ko jaoh umon. Apa budak due yah kene user kek pa’ e?, ade uman e,. Ukan di apa, amang Rusli yah tekenal sangar e, urang sekampong dak kawah nyusah yang nama e betegeng urat pe gik beasah-asah parang.

Aok..ade inde lah, budak due yang kene user?

Ka langsong ke umah Pak budak due yah, Setelah, Ka interogasi secara halus, heeee..kate Pak e, “Rizal kek Amir gi maen di kelekak,Po’ nyusol pon, sape tau kebagei bacang due tige ikok,cepat meeeenn,”

“ Matei lah, rupa e, pantes nek neh cerita e..aok umon dak kek hiran pon budak due yah diem2, dak nek bagei ka’ neh piker urang yah.., awas ikak kaben yah,”

Jadi cerita e tadei, gi ka’ ke kelekak nek umah, nyarei amir kek rizal, dek lupa sape tau dapat jatah riman, Bacang… Dek nyampai setengah kilo, ka’ ngaro ngerek..nugak siya sine..tapei dak di aben saot, “Mana budak due yah..?”, kek muet atei ne ringem, puaso-puaso cem ne…

Kak dek ilang akal, “Anteu lelap, bekaet kitok keluer lah, tangkep budek due yah!!!!, hua huaaaaa, “

Meluncat lah Amir kek Rizal dari sela-sela batang bacang yah,”Apa-apa po’ ne, gile ok”. Ndok, sekali ka tengon, butir-butir nasei lah nua nyangkot sebadan, pun rizal e dak kalah nua, paha bibek yah agik nyangkot di gigi,

“Ndok apa-apa ne”
“Ikak ne dek puasa, rupo e…duse nya, diem-diem makan nek ne”

“Sapa ngumong duse, nya dek hal dek, kate nek Bo, puasa mudel ne name PUASA YANG_YANG,” saout budek due yah..

“Sapa yang ngumong???,”
“Aok nya, kata e, dak hal puasa ampai jam due beles, nah sude e bebuke, dak pa2, karna kita ne gik budak kecit,” terang Amir…ne budak makin nue nguyol sayap bibek yah..

Jadi ikak tadei diem2 ne, ukan nek mutei bacang, tapei nek bebuke..dek ngirah agik lah..

Ancooooookkk….
Jadi pa nama e tadei,

PUASA YANG_YANG
Puasa pagi tengah ari bebuka, jadi itong e setengah ari, kalei kek tige puluh arei, Lumayaaaaan dapet limebeles arei…..haaaaaaaaaaaaaaaaaa

Kelekak Jiret.15.37, peteng jumat
  • i

Senin, 01 September 2008

Jalan Mana

>

Don't Know to say...
Its endless..
but isn't a fight never end till death come...
Give Me Enlighment...
  • i

Senin, 25 Agustus 2008

BEING STRONGER

>
Manusia kadang tidak tepat mepersepsi konsep KEKUATAN. Ia diukur dan berhubungan dengan Hal-Hal Ukuran Fisik. Misalnya Angkat Beban Seberat 50 Kg, Masih Mampu kah ?. Atau mampukah Mencangkul Lahan Seluar 10 X 10 M. Berlari Sejauh 10 Km, bisa jadi masih Kuat Meski Nanti Sering Berhenti Dan Berjalan, Dengan Asupan Mineral Yang Cukup. Pun dirasa dan diprediksi Marathon Sejauh Itu Tak Masalah.



Kita Lebih Kuat Ketika Berhadapan Dengan Penggunaan Otot. Biarpun Nanti Berlari 10km, Bikin Pingsan. Kita Telah Kuat Berjalan Paling Tidak 5 km Pertama. Kekuatan Sering Diukur dalam Perkara Yang Seperti Ini. Sampai Ada Adu Manusia Terkuat Sejagat Segala. Sampai Ada Adu Olimpiade, Untuk Menentukan Siapa Yang Terkuat Dalam Bidang Masing-Masing.

Kedua, pemaknaan kekuatan hanya pada titik ini sahaja. Sebuah hal yang ternyata agak tidak benar, karena pemaknaannya tidak holistic dan komprehensip_istilah ilmiahnya.
Ketika Anda Dihadapkan Pada Perkara “Perasaan”, Sesuatu Yang Imateril, Konsep-Konsep Seperti Moralitas,Mentalitas,Feeling,Semangat. Ukuran Kekuatan Lantas Menjadi Abstrak Dan Susah Untuk Diukur.

Lah apa hubungannya kekuatan dengan konsep kata benda abstrak di atas?.

Begini, Ketika Ada Yang Menangis Ketika Menonton Serial Drama Tragedi Di TV, Ibu-Ibu Menangis_Ini Biasa, Namun Jika Ada Bapak-Bapak Yang Menangis Atau Tepatnya Kaum Pria Yang Meneteskan Air Mata, Apakah Mereka Bisa Dikatakan Cengeng Atau Tidak Kuat Mental.Kaum pria kok menangis?,

Ketika Seorang Calon Bupati Yang Maju Dalam Pemkada Kota Reog, Ponorogo sana yang ternyata Gagal Terpilih. Ia Lantas Berniat Bunuh Diri Karena Kalah Dengan Utang Bertumpuk Milyaran Tak Terlunas. Ia Awalnya Mencoba Minum Racun Serangga Tapi Gagal. Lantas Di Rumah Sakit, Minum Obat Dengan Dosis Berlebih, Gagal Juga. Pulang Dari Rumah Sakit, Ia Bunuh Diri Dengan Menceburkan Diri Ke Sungai, Tak Mati Juga. Aksinya Lalu Diketahui Penduduk, Dia Diamankan Polisi, Kepada Polisi, Ia Minta Ditembak Saja. Nah Loh, Kebalikan Dengan Napi Vonis Mati Yang Mati-Matian Minta Grasi. Yang Ini Minta Ditembak, Bunuh Saja Biar Kelar Masalah.

Apakah Dia Dikatakan Tidak Kuat Mental?, Tidak Kuat Menahan Cobaan Hidup?, Tidak Kuat Melunasi Hutang?, Tidak Kuat Menanggung Malu?. Kurang Lebih Seperti Ini Anggapan Sebagian Besar Masyarakat.

Jadi Teringat Seorang Pemuda Di Kampung Saya, Ini Masalah Percintaan. Inisial Ct. Cewek Yang Ditaksir Sudah Didekati Bilangan Hari, Respon Positif Di Dapat. Pada Suatu Hari, Ada Keramaian Di Kampung Yang Lain, Ada Orkes Melayu_Biasanya Disebut Ben. Di Kampung-Kampung, Acara Seperti Ini Ramai Penonton Sebab Ini Hiburan Utama. Masyarakat Dari Kampung-Kampung Lain Beramai-Ramai Bin Berbondong Pergi Menonton Acara Ben Ini.
Nah Dalam Rangka Hal Tersebut, Ct Berniat Mengajak Idaman Hatinya Pergi Berdua Menonton. Tak Dinyana_Si Cewek Menolak Dengan Alasan Lagi Gak Mood _Alasan Klasik Wanita. Sudah Berkali-Kali Di Bujuk, Si Cewek Tak Mempan Juga. Akhirnya Ct Mengalah. Tak Lama Berangkatlah Ia Bersama Teman-Teman Satu Kampung Ke Keramaian Tersebut.
Eh Sesampai Di Lokasi, Ia Tak Menyangka Sang Pujaan Hati Malah Berdua-Duaan Dengan Pemuda Lain. Asyik Menonton Penyanyi Yang Makin Heboh Seheboh Kerumunan Penonton Di Depan Panggung Yang Bergoyang. Betapa Hancur Hatinya, Seperti Gelas Hantam Ke Batu. Berkeping-Keping.

Esoknya Ia Bermuram Durja. Diam-Diam Ia Membeli Sebotol Racun Serangga. Di Sebuah Kamar Dalam Rumah Teman, Ia Menengguk Racun Tersebut. Glek-Glek….
Cerita Ini Mengungkapkan Betapa, Mentalitas/ Perasaan, Di Benturkan Dengan Realitas Lain Dari Harapan. Melihat Sejauh Mana-Sekali Lagi Kekuatan Hati/Mental/ Perasaaan Di Uji?, Kuatkan Anda Menghadapai Hal Semacam Ini?. Kita Bisa Bilang, Ct Tidak Kuat Mental Menghadapi Perkara Tersebut?. Meskipun Akhirnya Ia Tak Jadi Mati Karena Keburu Diselamatkan Temannya.

Entah Mengapa, Membicarakan Cinta, Juga Membicarakan Perkara Berdarah-Darah. Gantung Diri Karena Istri Selingkuh. Tembak Diri dan Pacar Karena Ada Orang Ketiga. Nekat Terjun Diri Karena Cinta Ditolak. Maling Ayam Tetangga Untuk Syarat Guna-Guna si Dia Karena Takut Di Tolak.

Juga Yang Paling Sering Masalah Kemiskinan. Kondisi Ini Sering Menyebabkan Orang Bunuh Diri, Bahkan Ngajakin Yang Lainnya Juga. Kondisi Morat Marit, Terlunta-Lunta, Penyakit Datang Silih Berganti Karena Tak Mampu Ke Rumah Sakit, Bila Kerumah Sakit, Kartu Jaminan Kesehatan Di Persulit, Ujung-Ujungnya utang melilit bikin sembelit.
Mereka Juga Bisa Dianggap Tak Kuat Menanggung Kemiskinan?, Tapi Jika Miskin Selama Tingkatan Generasi, Apa Boleh Mengkerdilkan niat Mereka. Paling Gak Memutus Rantai Kemiskinan lah.

Omong-Omong, Mereka Yang Sering Korupsi Di DPR Juga Tak Kuat. Mereka Tak Kuat Bersih, Tak Kuat Hidup Miskin, Tak Kuat Menanggung Amanah.
Yah, Bicara Masalah Kekuatan Jiwa Jelas Beda Dengan Kekuatan Fisik. Jika Kita Kumpulkan Sepuluh Orang Pemuda Berusia 25 Tahun Dengan Fisik Atletis Dan Rajin Olahraga Serta Tampan Rupawan. Lakukan Percobaan Sebagai Berikut :

PERCOBAAN PERTAMA, Suruh Ke Sepuluh Orang Tersebut Mengangkat Beban 50 Kg. Saya Yakin Semua Kuat.
Kedua, Suruh Pus Up 100x, Alamaak Gampang Pisan Euy.
Ketiga, Suruh Semuanya Mendekati Masing2 Gadis Untuk Dapatkan Kencan, Saya Yakin Mereka Lebih Kuat Dalam Hal Ini

Nah PERCOBAAN KEDUA, Kesepuluh Orang Tersebut Dihadapakan Pada Kenyataan Bahwa Pacar Mereka ternyata Berselingkuh Dengan Pemuda Lain Yang tampang minus. Reaksinya Berbeda. Saya Tak Berani Mengatakan Mereka Akan Menerima Atau Tidak.
Kedua, Sepuluhnya Dihadapakan Pada Kenyataan, Bahwa Sedetik Lagi Tubuh Mereka Akan Kurus, Berusia 100 Tahun, Berpenyakitan,
Ketiga, Hadapakan Pada Kenyataan Bahwa Dua Detik Lagi Wanita Yang Mereka Dekati Itu Ternyata Waria. Huaaaaaaa …..

Kuatkah Mereka Jika Dihadapkan Pada Problema Fisik?, Jelas Mereka Kuat. Namun Kuatkan Mereka Pada Problematika Kenyataan Pahit?, Belum Tentu. Ada Yang Kuat Menerima dan Menghadapi, Namun Ada Juga Yang Tak Kuat, bisa gila, Bisa-Bisa juga Bunuh Diri.
BE A STRONGER Seperti Mount Everest Sana, Ia Kuat Menjulang Tinggi, Terkena Badai, Hujan Salju, Cuaca Ekstrim, Berabad-Abad Kokoh Sebagai Tiang Dunia. BE A STRONGER Juga Seperti Tetesan Air Menetesi Batu Karang, mengetahui fakta batu lebih keras daripada air. Ia menerima Kelemahan Hal Tersebut Namun tetap Komitmen Pada Takdir Untuk berjuang. Meski sekilas muskil, merekalah yang Membuat Piala Gua, Stalagtit Dan Stalagnit Kokoh.

NB. Jatuh cinta to cem kek naek rollercoaster, ade debar-debar bahagia, dihati ne. Falling in love tu cem kek ngejer bulan, dak sampai-sampai ujung-ujung e saket ati. Pun kene, nyamen rase tapi pun putos. Entah, sampai berape lame pacak ilang e?,…pe gik Pe de kate e lah lame, ancok ati. Pertanyaannya, kuat dak kah pun terima kenyataan, bahagia to ilang, tinggel sakit hati kek kecewa ?.

Rainy in August 2008
Klimaks Api Asmara.
  • i

Kamis, 03 Juli 2008

SURAT IZIN

>Pada akhirnya…ini ibarat membuka tabir harap
Keluh ku berhenti pada waktu ini

Puja pada harap seolah membias tak berbekas
Aku takut ia membelengu hati lalu melemparkannya pada tanah tak bertuan

Bagaimanakah ku beroleh asa pada ranting rapuh ?
Berjalan pada titian retak
Berkaca pada cermin usang beralur alur karena hantaman kepal sang buruk rupa

Saudara sekalian aku bukan mengeluh !
Meminta simpati dan empati

Ketegaran ibarat batu karang di samudera jauh sana
Atau pada himalaya tinggi menjulang

Pilihan hidup kadang tak mengenakan
Andai bisa memilih,
Aku memilih kembali pada masa lalu…

Kadang susah berfikir rasional logis dengan kaidah-kaidah normative
Mempengaruhi rasa tak semudah kalkulasi matematis rumit…

Sudahlah bertutur !
Aku permisi undur diri..
Aku balik lagi nanti….

Sungailiat,DD FM, AS.20.25 WIB
  • i

Kamis, 19 Juni 2008

Sedari Dulu

>
I know It will not the same, The day, The words flied and stoped the dream we Has built.. Forgive Me…

Biarkan aku menyapa mu di setiap tarikan nafasku
Agar aku merasa begitu dekat dengan hatimu
Walaupun terpisah oleh kilometer waktu
Diiringi bait dan lirik lagu yang selalu setia menemani detik dan menit hariku

Seperti nafas kita yang bergemuruh disaat itu
Beradu dengan deru ombak dan angin pantai di kala rembulan dan sinarnya menembus dasar lautan

Memang cintamu seperti candu yang terlafaz dalam bait lagu Tompi, Sedari Dulu
Kau adalah belahan jiwa dan ku tahu itu sayang sedari dulu
Hati tak kan berpaling darimu
Tapi raga memang tak termiliki serta begitu jauh

Hitam putih akan menadi hiasan di dinding rumah dengan atap harapan baru
Tapi jiwa ku serta album kenangan biru tentang hati merah jambu akan tetap abadi dan mengkristal di satu dinding kalbu dengan atap masa lalu

Selama aku mampu
Aku akan menjadi penjaga hatimu
Dan senantiasa tersenyum pada bahagia yang berlabuh nanti padamu
Belahan jiwa ku.***

V-Sheiza. 14/06/08. 05:46 WIB
  • i

Senin, 19 Mei 2008

Pasrah Bersimpuh

>She send it via sms..I know, there are no chances anymore..
When Huge barrier was stood

Aku seperti kaca yang pecah dan berserakan
Mimpi hanya buka pelipur lara
Kemalangan seolah tak mau berpisah dari ku

Aku hadir untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingku
Tapi aku tandus dan hampa
Tak ade sedikit pun celah saat aku terbelenggu

Seandainya aku punya pilihan hidup seperti ini atau maut yang mengerikan
Aku akan pilih maut menjemputku dengan senyum di wajah ku

Kini aku tak lagi bisa menyelamatkan hati merah jambu
Aku duduk terdiam di tepian pantai deburan ombak yang seolah menangisi hidupku

Aku akan tetap tersenyum dalam kematian jiwa
Aku jiwa yang bergentayangan dan tak dapat pulang

Aku tersesat dalam gelap

Ini hatiku yang tak perlu kau pikir
Dan kau pedulikan.

V.S. Sad Saturday via SMS
  • i

Selasa, 13 Mei 2008

Early Romance

>Siluet Kasmaran

Mengapa aku cinta pada mu?..
Tanya pada Surya di belakang ku
memantulkan bayang cinta di hadapan
Berdiri kokoh cinta pagi ini

Bait Senandung bertutur merdu pada sebuah pagi di bulan Mei
Aku percaya pada kata hati...
yang tampak darinya seperti siluet ditimpa sinar pagi
Tak berbias
Apa adanya

Bahagia Ku berkembang pada kelopak bunga liar di tepi jalan
pada semilir kerinduan yang kerap bersahabat akhir- akhir ini

Ada jiwa yang tertawa,
Ingin ku sampaikan pada mu detik ini
Aku setengah gila mecumbui udara hangat
sebab ada busur hati mu dari segala penjuru...

Pada bunga liar dan angin pagi ini
Semerbak riang berhamburan menaiki atmosfer lantas memantulkan ia pada hatimu yang juga terjaga
Aku merindui mu seperti bait-bait cinta alam

Pagi ini, pada bulan ke lima
Aku tersadar alam begitu indah karena dirimu...

Aksan/ Kenanga, 13 Mei 2008. 6.54 A
  • i

Kamis, 08 Mei 2008

How To Behave In Difference !

>

DaANgdUt

Etnic & Grass Root Music

Mengistilahkan sebagai musik akar rumput pada jenis musik ini mengungkapkan betapa dangdut bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Mendekatkan dangdut pada sosio kultur kehidupan rakyat wong cilik adalah prinsip yang mutlak di pegang oleh sebagian besar masyarakat kita. Ketika bertandang ke Pub Amerika, lalu ditanya, “whats music of ur country?”, Anda tak mungkin menjawab, Hip hop, Pop, atau Reggae, kecuali ada keangkuhan di hati, atau otak anda miring setengah waras. Jawabnya “dangdut is the music of my country”,jelas dan mengena. Mau atau tidak mau, yah begitulah adanya. Ini jika anda ber_WNI.

Bagi sejumlah orang, Dangdut tetap ingin diletakkan pada posisi marginal dalam kancah heterogenitas music tanah air. Entah mengapa, sedari awal pemosisian ini telah coba ditanam kuat. Missal, dangdut itu identik dengan layar tancap, dulu film-film Rhoma diputar di acara sedekahan desa, atau 17an. Dangdut adalah music wajib di terminal-terminal, warung-warung kaki lima hingga yang remang-remang. Dangdut cocok untuk iklan obat gosok, masuk angin, atau iklan layanan masyarakat_KBS_kalangan bawah sekali. Sebagain besar pengamen ibu kota menyanyikan lagu dangdut di Bus2, KA, Angkot, Lamongan, atau emperan. Pun bila anda suka dangdut, teman-teman lain akan senyum simpul_sembari tertawa. “Katro ni orang,” meminjam istilah Tukul Arwana.

Dangdut adalah bagian dari sebuah tema masyarakat KBS. Anggapan sebagian besar orang, Ia tak cocok ditempatkan atau disejajarkan dengan jenis hip hop, dkk yang belakangan hadir di permusikan tanah air. Padahal, selain dangdut, anda bisa mendengar Peterpan, Radja, Dewa, Mariah Carey bahkan Bob Marley di toilet-toilet umum, kaki lima pasar tradsional, atau panti pijat. Mempertanyakan kenapa stereotif music akar rumput melekat pada dangdut jelas mempesona dan mengundang beragam jawab. Ketika dangdut hanya dianggap sebagai sebuah genre music, itu bukan masalah. Mendekatkan dangdut pada massa strata terbawah juga ada benar. Tetapi ketika mendeskreditkan dangdut adalah music kacangan dan menempatkan dia pada posisi music ecek-ecek, ini masalah bisa juga mengundang masalah. Apalagi memegang prinsip dangdut adalah lagu untuk orang miskin. Ini luar biasa_luar biasa ngawur.

Sejarah Awal

Bicara sejarahnya, Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di tanah air. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat bawah.

Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya. Orkes Melayu (biasa disingkat OM, sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik, akordeon, rebana, gambus, dan suling, bahkan gong. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan). Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India), Husein Bawafie sang pencipta Boneka dari India, Munif Bahaswan, serta M. Mashabi (pencipta skor film "Ratapan Anak Tiri" yang sangat populer di tahun 1970-an).

Gaya bermusik masa ini masih terus bertahan hingga 1970-an, walaupun pada saat itu juga terjadi perubahan besar di kancah musik Melayu yang dimotori oleh Soneta Group pimpinan Rhoma Irama. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus di masa jayanya.

Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, terompet, saksofon, obo, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Mandolin juga masuk sebagai unsur penting. Pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rock dalam merebut pasar musik Indonesia, hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah, termasuk dalam pola bisnis bermusiknya.

Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Subgenre ini diteruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan, pada awal tahun 2000-an, oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).

Bangunan lagu

Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli (contoh: Burung Nuri). Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama. Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.

Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.

Interaksi dengan musik lain

Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.

Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.

Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.

Memposisikan Dangdut

Sama seperti halnya Anda ke warung Padang, Jika anda beli rendang, teman satu lagi beli kikil, tak mungkin lah anda lalu menyimpulkan ia makan menu tak bermutu. Enggak logis banget. Sama seperti halnya dengan bermusik, jika suka dangdut tak bisa kita berfikir ini music rendahan banget. Its only about how to behave in difference!. Ini adalah sebuah perbedaan sahaja. Lalu karena berbeda lah, ada penyikapan secara adil dan proporsional terhadapnya.

Harus diakui, dangdut tak bisa dilepaskan dari tarian dan goyangan erotis, semisal polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protes Rhoma Irama nya terhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengan goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral". Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan. Baru baru ini Majelis Ulama Indonesia di berbagai daerah melarang beberapa penyanyi dangdut untuk mengisi acara pilkada.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini. Fenomena ini yang menjadi salah satu penilaian rendahnya music dangdut.

Berbicara atraksi seni, pada music hip hop, juga dengan mudah ditemukan penyanyi yang vulgar, atraksi ngedance yang mengundang selera. Pada music lain juga kita masih bisa lihat dan saksikan penampilan artis yang seksi abis. Bahkan pada beberapa konser music pop atau rock, penonton ada yang tawuran, sampai bunuh membunuh. Ingat konser, music underground di Bandung beberapa waktu lalu yang memakan korban jiwa anak muda.

Harus ada penyamaan pemikiran dalam penilaian sebuah kreativitas seni. Menyamaratakan dangdut sebagai music katro dan tak layak adalah distorsi sebuah karya seni. Sungguh sebuah ketidak adilan yang sengaja dibiarkan tumbuh dan berkembang.

Isu Kapitalisme

Pernahkah anda berfikir, konsep image branding pada music dangdut seperti itu adalah bagian dari kampanye terselubung produser music luar ? melindas music local Indonesia agar karya music luar, hip hop, rock, reggae, punk, dkk itu laku dijual di pasar Indonesia. Pembiasan citra sengaja di setting dan ditanam sedari awal pada memori umat yang bernama Indonesia bahwa Dangdut itu Katro, Ngampung, ketinggalan zaman, gak Level dan sebagainya. Akhirnya, mereka yang berjiwa seni mencari alternative hiburan lain, yah ujung-ujungnya music seperti itulah..

Bukan menganggap music lain jelak atau tak bermutu, tapi ini bagian dari kampanye dari mencintai produk dalam negeri, membanggakan karya seni tanah air sendiri, bangga sebagai orang Indonesia. Sekali lagi, suka dengan music luar tak masalah, tapi lantas mendeskreditkan dangdut pada tempat terhina sungguh perbuatan tak berbangsa dan bertanah air. Adil lah dalam memandang music dangdut.

Akhirnya…

Jujurlah pada diri sendiri, meskipun anda tak suka dengan dangdut, pada hati kecil anda sebenarnya mengalir darah dangdut. Ketika pada suatu acara tertentu, sang penyanyi bergoyang dangdut, anda bisa jadi bergoyang juga menikmati alunan lagu hingga tak terasa berjoget asik bersama teman-teman seketika. Tak usah terkejut, karena ini reaksi alami normal. Yang tak berjoget, atau memalingkan muka, pada dasarnnya ia mengelabui hati. Suka atau tidak suka, ini fakta. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota_heeee_red.

Saya pernah punya teman. Semasa kuliah, ia tak suka dan mengaku roker sejati maklum pemain band. Tapi setelah beberapa tahun kemudian, ketika pada acara pernikahannya. Mereka mengundang organ tunggal, sang penyanyi berdendang dangdut, ia malah asik bernyanyi lagu Syahdu cip Rhoma Irama untuk istri tersayang, bergoyang pula tak terasa hingga sejumlah lagu berlalu, mereka malah larut dalam dentuman nada-nada dangdut. Asyik Bukan?.***

( Referensi. www.wikipedia.com)

I am Dangduters

My soul run in every Gendang hits

Come and get Closer

We ll shake in fast

Live is more beautiful…then….

  • i

Sajak Rajuk

>

Down

Aku berjalan dalam lingkar nasib buruk

Seperti kelici percobaan mengitari roda dengan jemari kecilnya

Sementara kematian memburu dalam gerak rotasi alami

Kecepatan tiada batas dalam ruang laboratorium

Ketika akhirnya

Aku mempercayakan nasib pada ke_Ghaiban

Segala pertanyaan tak perlu ada jawaban

Wujud kemanusiaan ku hempaskan pada sebuah jurang keputusasaan

Sedang mimpi sebenarnya hanya bunga pelipur lara

Sama seperti sajak pada malam sebelumnya

Benderang hati tak lebih dari sebuah lilin lelah ditiup angin

Mencoba menghadang namun kalah oleh waktu

Ia berserakan pada pagi di musim gugur

Seperti sari bunga hidup dalam kesendirian

Aku takluk

Seribu asa pada masa sebelum ini

Hanya rinai kecil dalam curahan kepahitan

Aku lelah berharap keajaiban

Ku letih melangkah ke depan.

Pkp.12.12PM. 080408

  • i

Senin, 05 Mei 2008

A Corner Of Hope

>

Penganan Kecil

Ada energy yang sangat memandang, Semangat yang menyala seperti halnya kompor karatan…Mengajarkan nilai yang sacral betapa Dunia adalah Perjuangan tanpa henti.

  • i

Konsen..Konsenn...Uhhhhh

>

SKAAAAAAK…..!

Adu jenius dengan Bandar di keramaian pasar malam, Mengalahkannya cukup memindahkan catur putih sebanyak 3 langkah..Jika berhasil menang dan berhak atas satu pack rokok..heee…lumayan jugA.

  • i

Rabu, 30 April 2008

SAY NO TO EPA GUY!

>

What a Hell All Boys thinks so far!

Mereka kira mencintai seseorang sama dengan mencintai their gadgets…

Salah kaprah dalam memaknai cinta…

Ketika anda mengucapkan cinta kepada seseorang, ia bukanlah ucapan bermuara pembelenguan hak atas jiwa seseorang, tapi ia bernada pembebasan atas jiwa seseorang.

Case Story.

Noerhalimah dan Oma Alatas telah menjadi sepasang kekasih selama lima tahun. Awal jadian semenjak duduk di SMA kelas III hingga kini. Memori indah mewarnai hari-hari mereka jua kenangan buruk, peristiwa gelap dan bahagia seperti tinta warna yang bermain di kanvas asmara mereka.

Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal luar dalam. Begitulah sampai ketika, mereka berdua lulus SMA dan masing-masing bekerja . Hingga Keinginan mewujudkan impian berumah tangga mengemuka. Pernah Oma alatas mengemukakan ide pembentukan bahtera rumah tangga kepada Noerhalimah namun selalu ditolah dengan alasan umur dan kesiapan.

Beberapa kali Oma hendak melamar, kedua keluarga pun tahu dan mendukung rencana ini. Tapi sekali lagi Noerhalimah selalu mengajukan alas an tepat dan jitu hingga rencana menikah kandas tahun 2006 kemarin dan tahun ini. Akhirnya dicapai kata sepakat, menikah tahun depan.

Lalu dimanakah persoalannya…?

Bila menimbang dan menilai besaran cinta antara keduanya, Rasa cinta Oma terlalu besar untuk Noerhalimah. Sama seperti “Cowok Psiko” yang lainnya. Besaran cinta ini lalu membuat mereka lupa daratan. Mereka pada akhirnya befikir mencintai seseorang adalah sama dengan mencintai mainan mereka. Tidak boleh disentuh bahkan didekati oleh orang lain.

Pada titik kritis, sifat mencintai ini akan bermetamorfosis secara sempurna dalam bentuk baru Egosentris Posesifitas Akut (EPA). EPA ini sejenis dan kemudian bersenyawa dengan sikap satu tingkat dibawah Psiko, yang kadangkala juga sejajar. Pernah kah anda mendengar dan melihat, kasus penembakan seorang polisi kepada pacarnya gara-gara tidak mau diputuskan hubungan cinta, atau seorang cowok yang menjadi gila karena putus cinta, atau seseorang yang bunuh diri dengan minum racun serangga ?...

Kembali ke cerita OMa dan Halimah, (Maaf Bang Haji,Tante Halimah namanya dipake !, nama ini tak asing di telinga saya, apalagi malam hari_red). Kondisi kisah asmara mereka tak seindah yang dibayangkan ternyata. Percintaan mereka diwarnai kekerasan. Kata- kata kasar, umpatan, dan makian menjadi omongan setengah wajib. Kisah-kisah mengerikan akhirnya keluar dari Noerhalimah.

Noerhalimah sudah berkali-kali berniat memutuskan tali percintaan, namun tetap tak bisa. Oma berubah kasar dan otoriter. Mirip lagu Naif, Bila Kau Mati Ku juga Mati…pernah, ketika ngajakin putus, OMa nekat ngeber motor hingga 100 km/h dengan zig zag..neng Halimah yang setengah takut, nekat meloncat dari motor, ketika ia jatuh tejerambab keadaan lengang..sepi. Halimah pingsan dan sadar dengan lecet-lecet, masih untung kate orang Bangka. Peristiwa naas ini tak diceritakannnya kepada orang tuanya (Hal yang salah sebenarnya_red).

Pernah juga, Oma mengamuk di kantor halimah melabrak seorang cowok, tersangka kumbang madu yang coba mendekati_hanya mendekati Halimah. Sekantor heboh dan gempar. Halimah malu luarbiasa ngeliat kelakuan Oma yang kesetanan. Kalo tak dilerai karyawan kantor, peristiwa berdarah mungkin terjadi.

Terbayang akan my friend ketika kuliah, Cewek ini sama halnya bernasib sama. Sama –sama mendapatkan cowok EPA. Kemana, dimana, apa, kapan semua unsure berita 5W+1H adalah infromasi wajib dan harus diupgrade ke kepala sang cowok per hari dalam fase jam-jaman. “Enggak boleh berteman dengan si Nina coz gak ada untungnya, “.” Kamu gak boleh kesana,”, “ Kamu nurut gak,”,”Kamu gak ada artinya tanpa saya,”. Ini adalah contoh kalimat yang sering dipakai oleh sang cowok.

Pernah kah, sebegitu cintanya engkau, hingga ketika si Dia mau tidur pun harus diperhatiin setengah melotot dari ujung kaki ampe rambut?, atau pernahkah anda mencintai seseorang, hingga ketika ia menerima panggilan dari cellphone, telinga anda sejarak inchi dengan hp tersebut, agar bisa dengar percakapan?. Pernahkah engkau mencintai seseorang hingga, kemanapun Dia pergi anda ikuti dari belakang?.seperti intel yang memata-matai target.

Prinsip mereka, wherever, whatever you, I am always watching..Syereem seratus kali lipat dari menonton film horror yang pernah dimuat di muka bumi kale. Bila perlu pun, mereka tak jarang menggunakan kekerasan fisik untuk memaksa pasangan agar seperti apa yang mereka inginkan. Mencengkaram tangan dengan kasar, bahkah ada yang sampai dironsen karena setengah patah. Memukul, menampar, hingga mencambak.

Fenomena cowok berkarakter EPA ini tak pernah bisa disadari oleh pasangannya.

Alasan dari korban tetap dengan pasangan pengidap EPA adalah “Mereka sangat, sangat sangat..sangat.. mencintai diriku, “. Mereka seolah dibutakan. Ketika pada masanya, pada akhirnya, pada waktunya, tinggal penyesalan yang tersisa.

Noerhalimah sudah gak tahan lagi, ia tak pernah mau dikasari lagi. Kelakuan OMa terlalu menyakitkan hati. Ingin putus tapi tak bisa cos pihak keluarga kadung jatuh cinta dengan Oma. Pengakuan Halimah, Oma dan keluarganya telah banyak membantu sedari dulu. Hutang budi memang tak bisa dibalas penuh. Selalu kurang dan kurang.

Oma tidak pernah bisa memotivasi hidup Halimah. Keangkuhan hati telah membuat halimah kerap bersedih hati. Kemampuan dirinya tak bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Status berpacaran membelengu. Ingin putus dan cari cowok laen, akan ada banyak orang yang akan terluka baik hati dan fisik.

Halimah kini dalam posisi Down, sejumlah hari berbilang tak ada lagi harapan untuk lepas dari pria putra neraka ini. berbagai usaha telah dicoba namun nihil bin minus. Oma seolah mencengkram semakin erat dan tak akan bisa dilepas, “Biar nyawa di badan hilang aku tak akan putus darimu”, that’s in his mind. Lima tahun seharusnya makin menguatkan cinta mereka, atau membuat dewasa mereka. Tapi karena cinta jua lah yang bikin halimah tak putus dirudung malang.

Be Careful Girl!

Cowok pengidap atau setengah EPA mungkin ada diantara kita. Pilihannya adalah pintar-pintarlah memilih. Cowok EPA memiliki sifat yang hampir sama dengan Psikopat. Lihat list-list berikut ini mengenai ciri psikopat..sedang yang di_highlight, ciri EPA.

  1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
  5. Sikap antisosial di usia dewasa.
  6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.(Wikipedia.com)

BE CAREFUL GIRL!..ketika Anda menemukan pasangan anda dengan ciri-ciri diatas, segera PUTUSKAN saja sebelum semuanya terlambat. Anda tidak akan pernah bisa berhubungan dengan lelaki pengecut terhadap realitas. Say No To EPA Guy!...

Perhatian : Tulisan ini dikhususkan bagi mereka yang sedang menjalani hubungan dan yang sedang mencari pasangan. Not for married man/woman.


  • i

Selasa, 29 April 2008

Barrier Among Us

>

Ketika ku tulis puisi ini aku bergetar…

bukan pada aura ketakutan atau kehilangan energi yang sangat..

namun kepada kepolosan diri..

ketidakpercayaan pada cinta…

kemuskilan realita yang samar dan makin menguat seiring waktu…

cinta, bila ku katakan aku menyanyangi mu..

percayalah..sebab engkau telah membidangi seluruh hati ini

bila pertemuan ini menjadi indah

seperti harapan yang kita pancangkan dulu

impian kita di titik geografi tepi pantai cinta masa yang lalu

aku akan menangis bahagia…

Cinta, mencintai mu seperti memeluk awan di angkasa

Muskil tapi bisa ku rasakan dekat

Seperti sekarang..kita bagai lumut hijau di permukaan batu kali

Atau seperti akar pada tanah yang menguat

Saat ini, kita berdiri pada titik kerinduan

Seolah waktu berujung menanti akhir

Seolah kau dan aku terpisah dalam kilometer tiada batas

Seolah kita uap yang saling menipis

Sambil berusaha merengkuh jiwa yang kalah massa…

Mencintai mu buat ku alpa jalan realita

Sebab kita membuat kenyataan

Sekarang Kau dan aku bersisi dalam tajuk rindu

Menyapa dalam tangan dan jemari

Yang entah sampai pada muara mana.

Aku mencintai mu seperti angin beriak..

Seperti awan menyinari tanah yang kita injak berdua

Seperti bayi yang rindu pelukan hangat

Love You…really Love You.***

Pangkalpinang, 25 April 2008

17.00

  • i

Jumat, 25 April 2008

>Kreasi Sendiri...Lumayan
  • i

Kamis, 24 April 2008

Menjadi BahaGIA

>

Saat salah satu Pintu Kebahagiaan tertutup, Pintu Yang lain terbuka. Seringkali Kita terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat yang telah Terbuka Untuk Kita.


Kalimat ini inspiratif memotivasi diri, Jika lagi sedih elok lah mengulang-ulang kalimat ini, memaknainya...lantas membakar diri dengan bahagia.

Percayalah..it Works..
  • i

Rabu, 23 April 2008

Oksigen Hati

>

Pernahkah Kau mencoba Menyusun Kata Cinta dalam Kerangka Nalar Objektivitas….

Sesaat Kemudian Kau dan Aku tersadar…

Cinta Bukanlah Rumus Ilmiah, bentuk dan rupa tak akan mampu Kita Peta_kan, Zatnya pun tak bisa kita uraikan

dalam atom beragam tanda.

Maukah Lalu Kau dan Aku bersahabat dengan Sastra, Cinta berwujud dengan Bahasa.

Bila ku katakan padamu, seribu halaman itu lah buktinya ! atau satu paragraph saja.

Cinta kita terukir dalam hiperbola dan majas personifikasi, Ia tumbuh dalam lading fiksi,

Butirannya membuncah dalam mulut-mulut berbusa ketika aku berpuisi siang dan malam…

Pantas Shakespeare tak padam bila bicara asmara

Mengapa tak Ku buat saja puisi hati tuk dirimu..

Agar kau sadar dunia kini berbaik hati pada mu,

Akan Ku jalin kata-kata dalam bingkai mantera langit biru,

Agar nanti kau tersadar

Puisi Ku seluas itu

Cinta Ku mengalir bagai Hukum Kapilaritas..ke ujung-ujung pena dan tombol alphabet,

Ketika Cinta ku berwujud dalam lembar kertas..kiranya 1000 halaman tak cukup.

Aku tergila-gila padamu, dan itu sebabnya tak ada batasan kapan Ku ungkap cinta..

Bahkan ketika waktu berputar dalam rotasi siang malam dan evolusi alam..

Puisi Ku tak lekang….

Seperti kata mu…Ia bertahta dalam hati…Ia mahkota jiwa untuk pria seperti Ku.

Pernahkah Kau mencintai Ku hingga setiap tarikan nafas…ada Aku di sela-sela Oksigen yang kau hirup..

Tersenyumlah Kasih

Aku mencumbuimu dalam bait cinta..***

  • i
>
Another Pic..To Join it

  • i

Take A look

>
May Be, You Wanna Join this..or take Ur soNs coming and Join
  • i

Kamis, 17 April 2008

Unknwon Date

>

Ku pasti debu di tanah berpasir, ketika angin kemarau bertiup mendera dari bukit terjal sana.

Aku terbang tinggi lalu terjungkal dalam irama bergelombang, medan gravitasi menarik ku kuat.

Ku tahu hatimu mendua dalam bercinta,

Kau tangisi pertemuan ini seperti mengantar ku berperang,

Bertaruh hati tak mesti sakit kronis lalu harus mati di ujung sangkur terhunus,

Atau serpihan granat tangan pasukan musuh

Tragis memang kasih!

Kau pun berkata biarlah waktu yang bicara

Seolah kita adalah gugusan bintang di jagad raya,

Berevolusi tanpa jamahan, kecuali waktu... hanyawaktu

Dan ketika tersadar kembali,

Kau berkata, kita serahkan saja pada waktu..

Kasih betapa waktu selama ini telah menggoda kita

Buatku selalu berandai dalam imaji semu

Sejarah tak bisa terulang karena waktu jua lah

Kini kita menyisi dalam bingkai peraduan syahdu di hamparan pasir

Terhanyut kembali dalam belai angin laut

Ku mematung, mengapa waktu sungguh memberi jarak, sedang Engkau mencibir realitas

Tahu kah engkau ?

kita berandai dalam celah kemustahilan, hendak menaruh asa dalam bidang kosong..dimana kemustahilan adalah udara,

Ku terhenyak meratapi jalan ini, dimana tapak-tapak kita mula terukir entah sampai pada muara dimana.

Cinta ku adalah debu yang sewaktu terbang menghilang dalam gemuruh angin bukit,

Sayangku berkelana ketika peraduan pantai cinta kita luluh tersapu ombak,

Aku bertaruh dalam ladang muskil ketika cinta ku bersua dengan wanita seperti diri mu.***

  • i