Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2008

Balada Waitbod II

Dalam dunia berkirim pesan, white board jadi elemen dalam rentetan arus pesan. Fungsi penghantar ini sama dengan hp, televisi, koran,radio, dan sahabatnya yang lain.

Sebagai penyempurnaan dari papan tulis kapur, ia berdiri kokoh dalam kecanggihannya. Tak perlu penghapus, jadi tak usah susah2 menampar2nya ke dinding agar menghitamkannya lagi, tak guna lagi kapur tulis, sebab spidol lebih bersih tangan, paling tidak tak ada murid yang kena lemparan spidol.

Dalam bentuk purba, ketika bebatuan masih berlaku di dunia fosil, terus beranjak naik ke papan tulis kapur untuk ruang-ruang sekolah, media tulis ini mem_publik_kan dirinya dalam panggung peradaban. Ketika ia lalu menjadi aksesoris di ruang-ruang kantor. Itu sebelum era OHP, dan proyektor menggerusnya, melangkahi kegagahannya, menanggalkan ia dari bidang kosong di ruang-ruang publik.

Lalu kita tak perlu bertanya ada apa?, juga mengapa?, sebab sebagai produk budaya, ia dinamis tak statis. Tak kena hukum keabadian seperti halnya cinta. Di…

Balada WaitBod

A whiteboard (also known as a markerboard, dry-erase board, dry-wipe board or a pen-board, but not a greaseboard) is a name for any glossy surface, most commonly colored white, where non-permanent markings can be made. Whiteboards operate analogously to chalkboards in that they allow markings to temporarily adhere to the surface of the board. The popularity of whiteboards increased rapidly in the mid-1990s and they have become a fixture in many offices, meeting rooms, school classrooms, and other work environments.[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Whiteboard

Apabila menoleh ke belakang, aku tak melihat dinding beton kosong bercat putih kusam., pun ketika melewatinya, engkau diapit antara dia dan meja oval memanjang. Ruangan 5x5 meter ini adalah tempatnya tergantung erat berpaku beton dua buah.

Dulu untuk memakunya, diperlukan sejumlah paku besi, tak cukup dua. Sekali ketok, paku tersebut meliuk-liuk tak kuat menembus dinding beton. Kadang mereka terpelanting ke segala arah. Dulu aku semp…

Saat Gundah

Galau aku pada pagi ini...tak lelah mata terbuka..sedang nanti ada asa hendak ditunai,apakah ini pertanda jelas,lembar takdir harus ku buka.
Beberapa malam lalu,galau ku menyapu langit kamar,ke atap rumah..semacam pijar kecil berkilau kilau..membuatku terjaga.
Pagi ini,memuncak..galau ku menusuk lemari memori,menjatuhkan helai wajah wajah terkasih..ia,dia,mereka..masih bisa kurasa belai,meski ini sebuah senyum teringai dalam bingkai utopia kejam.
Aku kesal pada aku sahaja...terlalu larut pada api berkobar,lalu yang tampak pada ku,setitik ia pada jelaga hitam,tak bernilai.Kilau galau ku bergrafik ria.Mencoba aku bersenandung,tapi mengapa hanya rinai ratap yg mengairi relung hati,Galau aku pada cinta..yang seringkali aku tertatih pada akhir kisah..Aku berbakat menanam benih,namun malang dihadapan,seperti ini..galau menghitamkan semuanya...
Kenanga, 01:58am, Mon 08-12-2008

BORN TO THE WORLD

BORN TO THE WORLD
mauluudun
Kelahiran adalah mulanya ruh dan tubuh menyapa duniawi. Suka cita beterbangan seperti kapuk putih yang mengalir bebas dalam gelombang angin syahdu. Doa-doa bagI Thiflun dipanjatkan segera agar nanti kemurahan rezki dan kelapangan hidup diperoleh.

Kelahiran juga berarti amanah bagi tetua. Mendidik hingga terpuji tingkah laku, Akhlakul Karimah mumpuni, Berbakti pada orang tua, Bermunajat hanya pada_Nya.
Agar tegar menghadapi goda dunia dan terpaan nafsu.

Kelahiran adalah bagian dari bahtera. Semacam hak yang dilekatkan pada dua insani berlainan jenis. Harapan yang berdiam di setiap dada manusia. Dan sah nya ijab Kabul adalah pembuka awal menjalankan hak ini.

Kelahiran bagai 'adiyyatun dari langit, bukti Yang Maha Esa merestui. Mempercayakan memegang amanah sebuah kehidupan baru.

Kelahiran juga berarti mencabangkan pohon besar yang bernama silsilah, trah, garis keturunan, ras, suku, agama bahkan ideology.
Sebuah kehidupan bermula dari_Nya. Rahasia yang tersem…

Ini Gila

Ini Kisah Cinta
Entah Apa…
Yang Pasti Aku Merasa…Terpanggang.
Dadaku Remuk…oleh Gairah yang Sangat

Nafasku Seperti angin puyuh
Menderu Hebat ke ujung Buritan
Berputar-putar Menghujam di tengah malam buta

Aku Asing di tanah sendiri
Hilir mudik tak menentu arah
Tuju ke langit, kadang masuk ke liang bumi
Aku masih seperti makhluk purwarupa

Seperti biji rumput liar terbang
Mencari tempat hinggap
Berbenih bersemai lalu beranting
Itu mau ku…

Dadaku berdenyut kembang kempis
Tak kuasa menolak aroma gila
Seperti mendendam rindu dalam tahun berlalu
Gila…

Sekali lagi Gila…

Saturday Night Fever. Okt 19rd 08

Istilah puasa setengah hari di Pulau Bangka, "Puaso Yang-yang"

Pun banyak yang dak ngerti akan istilah ne, wajar bae lah. Mesege pun ditengok-tengok atau dianalitis,bahasa urang ya…puaso jenis ne laen dak de di kamus manelah. Cari di Wikipedia.com ge dek de. Jadi nek mana?

Ndok, ngapa amir kek rizal malem peteng sahur sama kek ka’ lah. Gik sempet belimpar-limpar kek percon busi bekes bingkel akiong. Pun dak kene karo Aji Mansyur lum kek berentei. Tapei neh siang, marak jem due beles siang, tengah ari yah Ka’ nengok amir kek rizal mendep-mendep nuju kelekak. Bawe buntel baju.

Pun nek larei ase Ka’, jaoh piker budak due yah..dek ken mungkin. Cingeng ,minta ampun. Sikit bareng dak diturot, ase ko tanah dibaweh licin nya gusok2 kek kakei. Pun tideu gi agik baweh ketiak mak. Nek cube2 larei ase ko jaoh umon. Apa budak due yah kene user kek pa’ e?, ade uman e,. Ukan di apa, amang Rusli yah tekenal sangar e, urang sekampong dak kawah nyusah yang nama e betegeng urat pe gik beasah-asah parang.

Aok..ade inde lah, budak due yang kene user?

Ka langsong ke…

Jalan Mana

Don't Know to say...
Its endless..
but isn't a fight never end till death come...
Give Me Enlighment...

BEING STRONGER

Manusia kadang tidak tepat mepersepsi konsep KEKUATAN. Ia diukur dan berhubungan dengan Hal-Hal Ukuran Fisik. Misalnya Angkat Beban Seberat 50 Kg, Masih Mampu kah ?. Atau mampukah Mencangkul Lahan Seluar 10 X 10 M. Berlari Sejauh 10 Km, bisa jadi masih Kuat Meski Nanti Sering Berhenti Dan Berjalan, Dengan Asupan Mineral Yang Cukup. Pun dirasa dan diprediksi Marathon Sejauh Itu Tak Masalah.



Kita Lebih Kuat Ketika Berhadapan Dengan Penggunaan Otot. Biarpun Nanti Berlari 10km, Bikin Pingsan. Kita Telah Kuat Berjalan Paling Tidak 5 km Pertama. Kekuatan Sering Diukur dalam Perkara Yang Seperti Ini. Sampai Ada Adu Manusia Terkuat Sejagat Segala. Sampai Ada Adu Olimpiade, Untuk Menentukan Siapa Yang Terkuat Dalam Bidang Masing-Masing.

Kedua, pemaknaan kekuatan hanya pada titik ini sahaja. Sebuah hal yang ternyata agak tidak benar, karena pemaknaannya tidak holistic dan komprehensip_istilah ilmiahnya.
Ketika Anda Dihadapkan Pada Perkara “Perasaan”, Sesuatu Yang Imateril, Konsep-Konsep Seperti …

SURAT IZIN

Pada akhirnya…ini ibarat membuka tabir harap
Keluh ku berhenti pada waktu ini

Puja pada harap seolah membias tak berbekas
Aku takut ia membelengu hati lalu melemparkannya pada tanah tak bertuan

Bagaimanakah ku beroleh asa pada ranting rapuh ?
Berjalan pada titian retak
Berkaca pada cermin usang beralur alur karena hantaman kepal sang buruk rupa

Saudara sekalian aku bukan mengeluh !
Meminta simpati dan empati

Ketegaran ibarat batu karang di samudera jauh sana
Atau pada himalaya tinggi menjulang

Pilihan hidup kadang tak mengenakan
Andai bisa memilih,
Aku memilih kembali pada masa lalu…

Kadang susah berfikir rasional logis dengan kaidah-kaidah normative
Mempengaruhi rasa tak semudah kalkulasi matematis rumit…

Sudahlah bertutur !
Aku permisi undur diri..
Aku balik lagi nanti….

Sungailiat,DD FM, AS.20.25 WIB

Sedari Dulu

I know It will not the same, The day, The words flied and stoped the dream we Has built.. Forgive Me…

Biarkan aku menyapa mu di setiap tarikan nafasku
Agar aku merasa begitu dekat dengan hatimu
Walaupun terpisah oleh kilometer waktu
Diiringi bait dan lirik lagu yang selalu setia menemani detik dan menit hariku

Seperti nafas kita yang bergemuruh disaat itu
Beradu dengan deru ombak dan angin pantai di kala rembulan dan sinarnya menembus dasar lautan

Memang cintamu seperti candu yang terlafaz dalam bait lagu Tompi, Sedari Dulu
Kau adalah belahan jiwa dan ku tahu itu sayang sedari dulu
Hati tak kan berpaling darimu
Tapi raga memang tak termiliki serta begitu jauh

Hitam putih akan menadi hiasan di dinding rumah dengan atap harapan baru
Tapi jiwa ku serta album kenangan biru tentang hati merah jambu akan tetap abadi dan mengkristal di satu dinding kalbu dengan atap masa lalu

Selama aku mampu
Aku akan menjadi penjaga hatimu
Dan senantiasa tersenyum pada bahagia yang berlabuh nanti padamu
Belahan jiwa ku.*…

Pasrah Bersimpuh

She send it via sms..I know, there are no chances anymore..
When Huge barrier was stood

Aku seperti kaca yang pecah dan berserakan
Mimpi hanya buka pelipur lara
Kemalangan seolah tak mau berpisah dari ku

Aku hadir untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingku
Tapi aku tandus dan hampa
Tak ade sedikit pun celah saat aku terbelenggu

Seandainya aku punya pilihan hidup seperti ini atau maut yang mengerikan
Aku akan pilih maut menjemputku dengan senyum di wajah ku

Kini aku tak lagi bisa menyelamatkan hati merah jambu
Aku duduk terdiam di tepian pantai deburan ombak yang seolah menangisi hidupku

Aku akan tetap tersenyum dalam kematian jiwa
Aku jiwa yang bergentayangan dan tak dapat pulang

Aku tersesat dalam gelap

Ini hatiku yang tak perlu kau pikir
Dan kau pedulikan.

V.S. Sad Saturday via SMS

Early Romance

Siluet Kasmaran

Mengapa aku cinta pada mu?..
Tanya pada Surya di belakang ku
memantulkan bayang cinta di hadapan
Berdiri kokoh cinta pagi ini

Bait Senandung bertutur merdu pada sebuah pagi di bulan Mei
Aku percaya pada kata hati...
yang tampak darinya seperti siluet ditimpa sinar pagi
Tak berbias
Apa adanya

Bahagia Ku berkembang pada kelopak bunga liar di tepi jalan
pada semilir kerinduan yang kerap bersahabat akhir- akhir ini

Ada jiwa yang tertawa,
Ingin ku sampaikan pada mu detik ini
Aku setengah gila mecumbui udara hangat
sebab ada busur hati mu dari segala penjuru...

Pada bunga liar dan angin pagi ini
Semerbak riang berhamburan menaiki atmosfer lantas memantulkan ia pada hatimu yang juga terjaga
Aku merindui mu seperti bait-bait cinta alam

Pagi ini, pada bulan ke lima
Aku tersadar alam begitu indah karena dirimu...

Aksan/ Kenanga, 13 Mei 2008. 6.54 A

How To Behave In Difference !

DaANgdUt Etnic & Grass Root MusicMengistilahkan sebagai musik akar rumput pada jenis musik ini mengungkapkan betapa dangdut bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Mendekatkan dangdut pada sosio kultur kehidupan rakyat wong cilik adalah prinsip yang mutlak di pegang oleh sebagian besar masyarakat kita. Ketika bertandang ke Pub Amerika, lalu ditanya, “whats music of ur country?”, Anda tak mungkin menjawab, Hip hop, Pop, atau Reggae, kecuali ada keangkuhan di hati, atau otak anda miring setengah waras. Jawabnya “dangdut is the music of my country”,jelas dan mengena. Mau atau tidak mau, yah begitulah adanya. Ini jika anda ber_WNI.Bagi sejumlah orang, Dangdut tetap ingin diletakkan pada posisi marginal dalam kancah heterogenitas music tanah air. Entah mengapa, sedari awal pemosisian ini telah coba ditanam kuat. Missal, dangdut itu identik dengan layar tancap, dulu film-film Rhoma diputar di acara sedekahan desa, atau 17an. Dangdut adalah music wajib di terminal-terminal, war…

Sajak Rajuk

DownAku berjalan dalam lingkar nasib burukSeperti kelici percobaan mengitari roda dengan jemari kecilnyaSementara kematian memburu dalam gerak rotasi alamiKecepatan tiada batas dalam ruang laboratorium Ketika akhirnyaAku mempercayakan nasib padake_GhaibanSegala pertanyaan tak perlu ada jawabanWujud kemanusiaan ku hempaskan pada sebuah jurang keputusasaanSedang mimpi sebenarnya hanya bunga pelipur laraSama seperti sajak pada malam sebelumnyaBenderang hati tak lebih dari sebuah lilin lelah ditiup anginMencoba menghadang namun kalah oleh waktuIa berserakanpada pagi di musim gugurSeperti sari bunga hidup dalam kesendirian Aku takluk Seribu asa pada masa sebelum iniHanya rinaikecil dalam curahan kepahitanAku lelah berharap keajaibanKu letih melangkah ke depan.Pkp.12.12PM. 080408

A Corner Of Hope

Penganan KecilAda energy yang sangat memandang, Semangat yang menyala seperti halnya kompor karatan…Mengajarkan nilai yang sacral betapa Dunia adalah Perjuangan tanpa henti.

Konsen..Konsenn...Uhhhhh

SKAAAAAAK…..!Adu jenius dengan Bandar di keramaian pasar malam, Mengalahkannya cukup memindahkan catur putih sebanyak 3 langkah..Jika berhasil menang dan berhak atas satu pack rokok..heee…lumayan jugA.

SAY NO TO EPA GUY!

What a Hell All Boys thinks so far!Mereka kira mencintai seseorang sama dengan mencintai their gadgets…Salah kaprah dalam memaknai cinta…Ketika anda mengucapkan cinta kepada seseorang, ia bukanlah ucapan bermuara pembelenguan hak atas jiwa seseorang, tapi ia bernada pembebasan atas jiwa seseorang.Case Story.Noerhalimah dan Oma Alatas telah menjadi sepasang kekasih selama lima tahun. Awal jadian semenjak duduk di SMA kelas III hingga kini. Memori indah mewarnai hari-hari mereka jua kenangan buruk, peristiwa gelap dan bahagia seperti tinta warna yang bermain di kanvas asmara mereka. Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal luar dalam. Begitulah sampai ketika, mereka berdua lulus SMA dan masing-masing bekerja . Hingga Keinginan mewujudkan impian berumah tangga mengemuka. Pernah Oma alatas mengemukakan ide pembentukan bahtera rumah tangga kepada Noerhalimah namun selalu ditolah dengan alasan umur dan kesiapan.Beberapa kali Oma hendak melamar, kedua keluarga pun tahu dan m…

Barrier Among Us

Ketika ku tulis puisi ini aku bergetar…bukan pada aura ketakutan atau kehilangan energi yang sangat..namun kepada kepolosan diri..ketidakpercayaan pada cinta…kemuskilan realita yang samar dan makin menguat seiring waktu…cinta, bila ku katakan aku menyanyangi mu..percayalah..sebab engkau telah membidangi seluruh hati inibila pertemuan ini menjadi indahseperti harapan yang kita pancangkan duluimpian kita di titik geografi tepi pantai cinta masa yang laluaku akan menangis bahagia…Cinta, mencintai mu seperti memeluk awan di angkasaMuskil tapi bisa ku rasakan dekatSeperti sekarang..kita bagai lumut hijau di permukaan batu kaliAtau seperti akar pada tanah yang menguat Saat ini, kita berdiri pada titik kerinduanSeolah waktu berujung menanti akhirSeolah kau dan aku terpisah dalam kilometer tiada batasSeolah kita uap yang saling menipis Sambil berusaha merengkuh jiwa yang kalah massa…Mencintai mu buat ku alpa jalan realitaSebab kita membuat kenyataanSekarang Kau dan aku bersisi dalam tajuk rin…
Kreasi Sendiri...Lumayan

Menjadi BahaGIA

Saat salah satu Pintu Kebahagiaan tertutup, Pintu Yang lain terbuka. Seringkali Kita terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat yang telah Terbuka Untuk Kita.
Kalimat ini inspiratif memotivasi diri, Jika lagi sedih elok lah mengulang-ulang kalimat ini, memaknainya...lantas membakar diri dengan bahagia.

Percayalah..it Works..

Oksigen Hati

Pernahkah Kau mencoba Menyusun Kata Cinta dalam Kerangka Nalar Objektivitas….Sesaat Kemudian Kau dan Aku tersadar…Cinta Bukanlah Rumus Ilmiah, bentuk dan rupa tak akan mampu Kita Peta_kan, Zatnya pun tak bisa kita uraikan dalam atom beragam tanda.Maukah Lalu Kau dan Aku bersahabat dengan Sastra, Cinta berwujud dengan Bahasa.Bila ku katakan padamu, seribu halaman itu lah buktinya ! atau satu paragraph saja.Cinta kita terukir dalam hiperbola dan majas personifikasi, Ia tumbuh dalam lading fiksi,Butirannya membuncah dalam mulut-mulut berbusa ketika aku berpuisi siang dan malam…Pantas Shakespeare tak padam bila bicara asmaraMengapa tak Ku buat saja puisi hati tuk dirimu..Agar kau sadar dunia kini berbaik hati pada mu, Akan Ku jalin kata-kata dalam bingkai mantera langit biru,Agar nanti kau tersadar Puisi Ku seluas ituCinta Ku mengalir bagai Hukum Kapilaritas..ke ujung-ujung pena dan tombol alphabet,Ketika Cinta ku berwujud dalam lembar kertas..kiranya 1000 halaman tak cukup.Aku tergila-gi…
Another Pic..To Join it

Take A look

May Be, You Wanna Join this..or take Ur soNs coming and Join

Unknwon Date

Ku pasti debu di tanah berpasir, ketika angin kemarau bertiup mendera dari bukit terjal sana.Aku terbang tinggi lalu terjungkal dalam irama bergelombang, medan gravitasi menarik ku kuat.Ku tahu hatimu mendua dalam bercinta,Kau tangisi pertemuan ini seperti mengantar ku berperang, Bertaruh hati tak mesti sakit kronis lalu harus mati di ujung sangkur terhunus,Atau serpihan granat tangan pasukan musuhTragis memang kasih!Kau pun berkata biarlah waktu yang bicaraSeolah kita adalah gugusan bintang di jagad raya,Berevolusi tanpa jamahan, kecuali waktu... hanyawaktuDan ketika tersadar kembali,Kau berkata, kita serahkan saja pada waktu..Kasih betapa waktu selama ini telah menggoda kitaBuatku selalu berandai dalam imaji semuSejarah tak bisa terulang karena waktu jua lahKini kita menyisi dalam bingkai peraduan syahdu di hamparan pasirTerhanyut kembali dalam belai angin laut Ku mematung, mengapa waktu sungguh memberi jarak, sedang Engkau mencibir realitasTahu kah engkau ?kita berandai dalam celah…