Minggu, 30 Agustus 2015

Tips Foto Panggung Malam Hari dengan Lensa Kit (standar)




Foto panggung umumnya berupa pemotretan solois, grup band atau seni pertunjukan lainnya yang lagi beraksi di sebuah panggung. Umumnya gelaran ini pada malam hari yang tentu saja pencahayaan pada objek bergantung pada lampu-lampu di atas panggung. Ada macam-macam lampu dengan kekuatan yang bermacam pula. Namun pada gelaran yang professional, setidaknya penataan lampunya sudah memadai dan maksimal. Maksimal dalam arti kata, pencahayaan bisa diatur, focus cahaya bisa disesuaikan, ada permainan warna-warna cahaya dsb.


Saya tidak hendak membahas tentang lampu ini. Namun, saya ingin mencoba sharing tips bagaimana memaksimalkan pemotretan aksi panggung dimaksud. Deskripsi tentang lampu diatas sebagai pengantar bahwa, pencahayaan sangatlah penting dalam kesuksesan eksekusi sang fotografer. Apalagi sang fotografer bermodal kamera DSLR pemula dengan lensa kit. Adapun flash (lampu blits) dan lensa bukaan besar belumlah ia miliki. 

Lantas bagaimanakah memaksimalkan kamera sehingga didapat hasil yang maksimal.
  • i

Lima Alasan Berkunjung ke Pantai Teluk Uber


Berhubung sedang summer di US, saya jadi teringat dengan pantai di Bangka Belitung. Maklumlah Bangka Belitung memang dikenal dengan kualitas pantainya yang aduhai. Sebagai sebuah provinsi kepulauan, Bangka Belitung kaya akan objek wisata bahari, terutama objek wisata pantai. Hal yang wajar untuk provinsi dengan panjang pantai 1.200 km ini. Tanpa menafikan keberadaan objek wisata lainnya, pantai dengan aneka ragam bentuknya telah menjadi andalan dalam hal ihwal pengembangan kepariwisataan di bumi Laskar Pelangi. Parai Tenggiri, Penyusuk, Pasir Padi, Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, ataupun Teluk Bingga telah terkenal dan menjadi tujuan wisata utama wisatawan asing maupun lokal.

Ingatan saya teringat pada pantai Teluk Uber di Sungailiat Kabupaten Bangka. Sebuah Pantai yang dekat dengan kota dan indah tentu saja. Meskipun pernah saya bahas di postingan sebelumnya, namun tulisan kali ini mencoba untuk menggugah hati anda untuk berkunjung ke pantai ini. Berikut lima alasan untuk mengunjungi pantai ini.
  • i

Yogya Bike Rendezvous; antara Parade Hedonisme dan Rasa Kebangsaan

Meskipun Yogya Bike Rendezvous (YBR) jauh ada di Yogyakarta, namun perkara penghadangan Elanto Wijoyono pada serombongan bikers Motor Gede (Moge) itu menarik respon orang kebanyakan secara luas. Jika diperhatikan secara online, komentar dan kritikan pedas-terutama di media sosial-terhadap acara tahunan YBR itu mengemuka seiring serangan balik dan konferensi pers oleh panitia dilakukan untuk meng”clearkan” peristiwa sesungguhnya.

Saya fikir bagi masyarakat awam bermodal ekonomi pas-pas-an, apa yang dilakukan Elanto W sangat pas dengan suasana bathin yang mereka rasakan saat ini. Hidup ditengah korupsi yang seolah tak habis-habisnya, dan si kaya makin kaya sedangkan si miskin makin trengginas ditimpa kesusahan tiada hari. Saya melihat ada nuansa kecemburuan sosial dan rasa kesal yang bukan sehari dua, ia terkesan menahun dan kronis.

  • i

Minggu, 26 Juli 2015

Will Printed copy of newspaper Survive?


Well, this question might become our first concern related with the high penetration of internet and social media. This is what I am thinking about it.



This is a very interesting question about the future of printed copy facing the digital era. It is true that the media landscape has been changed by the internet and the advance communication technology. It started when younger readers are now easier getting any information by accessing it with their smartphone without paying for a print newspaper at the gas station. Therefore, the media organization has been extending their medium with going online included the community newspaper. The ultimate goal is reaching the young readers while getting more profit by a subscriber.

  • i